Jadwal posyandu balita 2026 sudah resmi dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai panduan pelayanan kesehatan dasar bagi anak usia 0–59 bulan di seluruh wilayah Indonesia. Program ini mencakup pemberian vitamin A gratis, penimbangan berat badan, serta rangkaian imunisasi dasar lengkap yang wajib diterima setiap balita. Posyandu menjadi garda terdepan dalam mencegah stunting dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Faktanya, posyandu bukan sekadar tempat menimbang berat badan anak. Layanan ini merupakan bagian dari strategi nasional percepatan penurunan angka stunting yang ditargetkan turun di bawah 14% pada 2026. Selain itu, posyandu juga menjadi titik distribusi utama suplemen vitamin A dan pelaksanaan imunisasi rutin yang dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya pada balita.
Jadwal Posyandu Balita 2026 Berdasarkan Kebijakan Kemenkes
Pelaksanaan posyandu pada 2026 mengikuti sistem penjadwalan bulanan yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan masing-masing kabupaten atau kota. Secara umum, setiap posyandu melaksanakan kegiatan satu kali per bulan pada tanggal yang sudah ditentukan.
Namun, untuk program khusus seperti pemberian vitamin A, pelaksanaannya dilakukan dua kali setahun. Berikut jadwal lengkap kegiatan posyandu balita sepanjang 2026.
| Bulan | Kegiatan Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Januari | Penimbangan, imunisasi rutin | Awal tahun, pendataan ulang balita |
| Februari | Penimbangan, imunisasi rutin, penyuluhan gizi | Edukasi MPASI untuk ibu balita |
| Februari–Maret | Pemberian Vitamin A (Periode I) | Kapsul biru (bayi 6–11 bulan) & kapsul merah (12–59 bulan) |
| April–Juli | Penimbangan, imunisasi rutin, PMT | Pemberian Makanan Tambahan bagi balita gizi kurang |
| Agustus–September | Pemberian Vitamin A (Periode II) | Kapsul biru & kapsul merah, sering disebut Bulan Vitamin Nasional |
| Oktober–November | Penimbangan, imunisasi kejar (catch-up) | Mengejar imunisasi yang terlewat sepanjang tahun |
| Desember | Evaluasi tahunan & penimbangan | Rekap data KMS dan laporan ke puskesmas |
Jadwal spesifik di tiap posyandu bisa berbeda tergantung kebijakan puskesmas setempat. Jadi, orang tua balita disarankan menghubungi kader posyandu atau bidan desa untuk konfirmasi tanggal pelaksanaan setiap bulannya.
Manfaat Vitamin A bagi Balita yang Sering Diabaikan
Pemberian vitamin A melalui posyandu merupakan program nasional yang sudah berjalan puluhan tahun. Ternyata, banyak orang tua yang belum memahami betapa vitalnya suplemen ini bagi kesehatan anak.
Vitamin A bukan sekadar vitamin biasa. Nutrisi ini memiliki peran krusial dalam berbagai fungsi tubuh balita. Berikut manfaat utama vitamin A yang perlu dipahami.
- Menjaga kesehatan mata — Vitamin A mencegah xeroftalmia atau kebutaan akibat kekurangan vitamin A, yang masih menjadi masalah di beberapa wilayah Indonesia
- Meningkatkan daya tahan tubuh — Balita yang mendapat cukup vitamin A memiliki sistem imun lebih kuat sehingga tidak mudah terserang infeksi
- Mendukung pertumbuhan sel — Vitamin A berperan dalam regenerasi sel dan pertumbuhan jaringan tubuh anak secara keseluruhan
- Menurunkan risiko kematian — Data WHO menunjukkan bahwa suplementasi vitamin A dapat menurunkan angka kematian balita hingga 12–24%
- Mencegah anemia — Vitamin A membantu penyerapan zat besi yang optimal sehingga mengurangi risiko anemia pada anak
Program vitamin A di posyandu diberikan secara gratis. Tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan oleh orang tua. Pemerintah melalui Kemenkes RI telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan kapsul vitamin A di seluruh Indonesia pada 2026.
Dosis Vitamin A Berdasarkan Usia Balita
Pemberian dosis vitamin A disesuaikan dengan kelompok usia anak. Ketepatan dosis sangat penting untuk menghindari efek samping.
| Kelompok Usia | Warna Kapsul | Dosis | Frekuensi |
|---|---|---|---|
| Bayi 6–11 bulan | Biru | 100.000 IU | 1 kali (Februari) |
| Anak 12–59 bulan | Merah | 200.000 IU | 2 kali (Februari & Agustus) |
| Ibu nifas | Merah | 200.000 IU | 1 kali (dalam 42 hari pasca melahirkan) |
Penting untuk diingat bahwa kapsul vitamin A hanya boleh diberikan oleh tenaga kesehatan atau kader posyandu yang sudah terlatih. Pemberian tidak boleh dilakukan sendiri di rumah tanpa pengawasan.
Daftar Imunisasi Gratis di Posyandu 2026
Selain vitamin A, posyandu juga menjadi tempat pelaksanaan imunisasi dasar lengkap yang wajib diterima setiap anak Indonesia. Per 2026, pemerintah menyediakan sejumlah vaksin secara gratis melalui program imunisasi nasional.
Bahkan, cakupan imunisasi dasar pada 2026 telah diperluas seiring dengan masuknya beberapa vaksin baru ke dalam program rutin. Berikut daftar imunisasi yang tersedia gratis di posyandu.
- Hepatitis B — Diberikan saat lahir (0–24 jam setelah kelahiran)
- BCG — Untuk mencegah tuberkulosis, diberikan pada usia 1 bulan
- Polio (OPV dan IPV) — Diberikan bertahap pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan
- DPT-HB-Hib (Pentavalen) — Mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Hib; diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan
- Campak-Rubella (MR) — Diberikan pada usia 9 bulan dan 18 bulan
- PCV (Pneumokokus) — Mencegah pneumonia, diberikan pada usia 2, 3 bulan, dan booster di 12 bulan
- Rotavirus — Mencegah diare berat, diberikan pada usia 2 dan 4 bulan
- Japanese Encephalitis (JE) — Untuk wilayah endemis, diberikan pada usia 9 bulan
Seluruh vaksin tersebut diberikan tanpa dipungut biaya. Orang tua cukup membawa Kartu Menuju Sehat (KMS) atau buku KIA saat berkunjung ke posyandu.
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap 2026
Agar tidak terlewat, berikut ringkasan jadwal imunisasi berdasarkan usia anak yang berlaku per 2026.
| Usia Anak | Jenis Imunisasi | Jumlah Dosis |
|---|---|---|
| 0–24 jam | Hepatitis B (HB-0) | 1 dosis |
| 1 bulan | BCG, Polio 1 | Masing-masing 1 dosis |
| 2 bulan | DPT-HB-Hib 1, Polio 2, PCV 1, Rotavirus 1 | Masing-masing 1 dosis |
| 3 bulan | DPT-HB-Hib 2, Polio 3, PCV 2 | Masing-masing 1 dosis |
| 4 bulan | DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV 1, Rotavirus 2 | Masing-masing 1 dosis |
| 9 bulan | Campak-Rubella 1, IPV 2, JE (wilayah endemis) | Masing-masing 1 dosis |
| 12 bulan | PCV 3 (booster) | 1 dosis |
| 18 bulan | DPT-HB-Hib booster, Campak-Rubella 2 | Masing-masing 1 dosis |
Jika ada jadwal imunisasi yang terlewat, tidak perlu mengulang dari awal. Program imunisasi kejar (catch-up immunization) tersedia di posyandu dan puskesmas sepanjang tahun 2026.
Syarat dan Dokumen yang Perlu Dibawa ke Posyandu
Sebelum mengunjungi posyandu, ada beberapa dokumen dan persiapan yang sebaiknya dilakukan. Persiapan yang matang akan memperlancar proses pelayanan di lokasi.
Berikut daftar dokumen dan perlengkapan yang perlu dibawa saat datang ke posyandu.
- Kartu Menuju Sehat (KMS) — Wajib dibawa setiap kunjungan untuk pencatatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak
- Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) — Berisi catatan lengkap riwayat kesehatan, imunisasi, dan tumbuh kembang anak
- Kartu identitas orang tua — KTP atau KK untuk keperluan pendataan
- Kartu BPJS Kesehatan — Jika memiliki, untuk pencatatan jaminan kesehatan
- Catatan keluhan — Siapkan daftar pertanyaan atau keluhan terkait kesehatan anak yang ingin dikonsultasikan
Nah, pastikan juga anak dalam kondisi sehat saat akan menerima imunisasi. Jika anak sedang demam tinggi atau sakit berat, konsultasikan terlebih dahulu dengan bidan atau petugas kesehatan di posyandu.
Sistem 5 Meja di Posyandu Balita 2026
Pelayanan posyandu di Indonesia menggunakan sistem 5 meja yang sudah terstandarisasi secara nasional. Sistem ini dirancang agar setiap balita mendapat pelayanan yang menyeluruh dan terdokumentasi dengan baik.
Berikut tahapan pelayanan berdasarkan sistem 5 meja yang diterapkan di jadwal posyandu balita 2026.
- Meja 1 — Pendaftaran: Kader mencatat identitas balita, memverifikasi KMS, dan mendaftarkan kunjungan
- Meja 2 — Penimbangan: Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak menggunakan alat yang sudah dikalibrasi
- Meja 3 — Pencatatan: Hasil pengukuran dicatat di KMS dan buku register posyandu, termasuk plotting di grafik pertumbuhan
- Meja 4 — Penyuluhan: Kader memberikan edukasi kepada orang tua tentang gizi, pola asuh, dan stimulasi tumbuh kembang anak
- Meja 5 — Pelayanan kesehatan: Pemberian imunisasi, vitamin A, obat cacing, dan pemeriksaan oleh bidan atau petugas kesehatan
Seluruh proses ini biasanya memakan waktu sekitar 30–60 menit. Namun, durasi bisa lebih lama jika jumlah balita yang hadir cukup banyak.
Tips Agar Kunjungan ke Posyandu Berjalan Lancar
Mengunjungi posyandu secara rutin memerlukan konsistensi. Ternyata, ada beberapa tips praktis yang bisa membantu agar kunjungan berjalan lebih efektif dan nyaman.
- Datang lebih awal — Posyandu biasanya dimulai pukul 08.00–09.00 pagi; datang lebih awal berarti antrean lebih pendek
- Pakaikan baju yang mudah dibuka — Anak perlu ditimbang dan mungkin disuntik, jadi hindari pakaian yang rumit
- Bawa camilan dan air minum — Untuk menjaga anak tetap tenang selama menunggu giliran
- Catat pertanyaan sebelumnya — Manfaatkan kesempatan konsultasi gratis dengan bidan atau petugas kesehatan
- Rutin setiap bulan — Konsistensi kunjungan membantu memantau pertumbuhan anak secara akurat dan mendeteksi masalah gizi sejak dini
Selain itu, orang tua juga disarankan untuk aktif bertanya kepada kader posyandu tentang hasil penimbangan dan posisi anak di grafik KMS. Pemahaman terhadap data ini sangat penting untuk mengetahui apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai standar.
Lokasi dan Cara Menemukan Posyandu Terdekat
Posyandu tersebar di seluruh kelurahan dan desa di Indonesia. Per 2026, terdapat lebih dari 300.000 posyandu yang aktif beroperasi secara nasional.
Untuk menemukan lokasi posyandu terdekat, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
- Menghubungi kantor kelurahan atau desa setempat untuk menanyakan jadwal dan lokasi posyandu
- Bertanya kepada RT/RW di lingkungan tempat tinggal
- Mengunjungi puskesmas terdekat yang membawahi posyandu di wilayah tersebut
- Mengakses aplikasi SATUSEHAT Mobile dari Kemenkes RI yang menyediakan informasi layanan kesehatan terdekat
- Bergabung dengan grup WhatsApp warga yang biasanya menyebarkan informasi jadwal posyandu setiap bulan
Nah, bagi keluarga yang baru pindah domisili, cukup lapor ke kader posyandu setempat dengan membawa KMS dan buku KIA anak. Pendaftaran balita baru di posyandu tidak memerlukan prosedur yang rumit.
Kesimpulan
Jadwal posyandu balita 2026 merupakan informasi penting yang wajib diketahui setiap orang tua yang memiliki anak usia 0–59 bulan. Dengan mengikuti jadwal secara rutin, balita akan mendapatkan manfaat optimal dari pemberian vitamin A, imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang yang terstruktur. Seluruh layanan ini diberikan gratis oleh pemerintah melalui posyandu di seluruh Indonesia.
Jangan menunda kunjungan ke posyandu. Segera konfirmasi jadwal pelaksanaan kepada kader posyandu atau bidan desa terdekat, dan pastikan seluruh imunisasi serta vitamin A anak terpenuhi sepanjang 2026. Kesehatan anak adalah investasi masa depan yang tidak bisa ditunda.