Beranda » Berita » Cek Bansos Februari 2026: Panduan Lengkap Verifikasi Status Penerima via NIK di cekbansos.kemensos.go.id

Cek Bansos Februari 2026: Panduan Lengkap Verifikasi Status Penerima via NIK di cekbansos.kemensos.go.id

Kementerian Sosial (Kemensos) telah membuka akses pengecekan status bantuan sosial tahun 2026 melalui portal resmi cekbansos.kemensos.go.id, seiring dengan pencairan BPNT dan PKH tahap 1 senilai Rp600.000 yang berlangsung sejak awal Februari 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menargetkan seluruh penyaluran bansos kuartal pertama—mencakup Bantuan Pangan Non Tunai, Program Keluarga Harapan, serta bansos adaptif bencana—rampung sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat kini dapat memverifikasi kepesertaan secara mandiri hanya bermodal Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP tanpa perlu mengunjungi kantor dinas sosial.

Bagaimana Cara Cek Bansos 2026 Secara Online?

Proses verifikasi status Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat dilakukan melalui dua kanal resmi yang disediakan pemerintah.

Melalui Situs Resmi Kemensos

Akses laman cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban di ponsel atau laptop. Masukkan NIK sesuai Kartu Tanda Penduduk, lalu isi kode verifikasi keamanan yang muncul di layar. Setelah menekan tombol “Cari Data”, sistem akan menampilkan identitas, kelompok desil kesejahteraan, serta jenis bantuan yang diterima beserta periode pencairannya. Apabila muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”, artinya NIK tersebut belum terdaftar sebagai penerima di wilayah bersangkutan.

Melalui Aplikasi Cek Bansos

Unduh aplikasi resmi dengan pengembang “Kementerian Sosial Republik Indonesia” di Google Play Store atau App Store. Buat akun baru dengan mengisi Nomor Kartu Keluarga, NIK, nama lengkap, serta mengunggah foto e-KTP dan swafoto. Setelah login, pilih menu “Cek Bansos” untuk melihat riwayat bantuan, status penyaluran, dan notifikasi terkini.

Baca Juga :  AS-Kanada Hoki Es Putri: Dominasi Abadi Olimpiade Musim Dingin 2026

Apa Itu Sistem Desil dan Mengapa Penting untuk Penerima Bansos?

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mengelompokkan masyarakat ke dalam 10 tingkatan kesejahteraan. Desil 1 merepresentasikan 10 persen penduduk termiskin, sementara desil 10 mencerminkan kelompok paling mampu.

Pada tahun 2026 terjadi perubahan signifikan: hanya masyarakat pada desil 1 hingga 4 yang berhak menerima bantuan sembako. Sebelumnya, cakupan mencapai desil 5. Kuota yang dialihkan dari kelompok tersebut kini diprioritaskan bagi warga miskin ekstrem di desil 1. Juru bicara Kemensos, Joko Widiarto, menegaskan bahwa desil 1–4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan BPNT, sedangkan desil 5 masih memenuhi syarat untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Data desil bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pengecekan juga dapat dilakukan melalui portal dtsen.web.bps.go.id dengan memasukkan NIK secara langsung.

Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi?

Masyarakat yang merasa peringkat desilnya tidak mencerminkan kondisi riil dapat mengajukan pembaruan melalui dua jalur. Pertama, secara mandiri lewat fitur “Usulkan Pembaruan” di aplikasi Cek Bansos—petugas Pendamping Sosial akan melakukan survei verifikasi ke alamat pemohon. Kedua, melalui jalur formal dengan mengunjungi operator SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan setempat. Partisipasi aktif dalam Musyawarah Desa (Musdes) juga menjadi faktor penting agar perangkat desa mengetahui kondisi ekonomi terkini setiap keluarga.

Kapan Jadwal Pencairan Bansos 2026?

Penyaluran bantuan sosial tahun 2026 dibagi ke dalam empat tahap triwulanan. Tahap 1 mencakup periode Januari–Maret dengan pencairan BPNT sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 secara akumulatif. Tahap 2 dijadwalkan untuk April–Juni, tahap 3 pada Juli–September, dan tahap 4 pada Oktober–Desember. Pencairan dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Bank Himbara dan PT Pos Indonesia.

Baca Juga :  Penerima Bansos Beras 10 Kg 2026, Cek Nama di Kantor Desa

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah bansos tahap 1 tahun 2026 sudah cair?

Ya. Pencairan PKH dan BPNT tahap 1 (Januari–Maret 2026) telah dimulai secara bertahap sejak awal Februari 2026. Kemensos menargetkan seluruh penyaluran kuartal pertama selesai sebelum Ramadan 1447 H.

Bisakah cek status penerima bansos tanpa aplikasi?

Bisa. Masyarakat cukup mengakses cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban ponsel, memasukkan NIK KTP dan kode verifikasi, lalu menekan “Cari Data”. Layanan ini gratis dan tidak memerlukan pembuatan akun.

Mengapa nama saya hilang dari daftar penerima bansos 2026?

Penyebab paling umum adalah proses graduasi pada sistem DTSEN yang memadankan data kependudukan dengan profil ekonomi terbaru. Jika sistem mendeteksi peningkatan kesejahteraan—seperti kepemilikan aset atau penghasilan di atas Upah Minimum Provinsi—nama akan dikeluarkan dari daftar. Ajukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos atau kantor desa untuk evaluasi ulang.