Bansos Ramadhan 2026 resmi digulirkan pemerintah dengan total anggaran puluhan triliun rupiah untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Lebaran. Mulai Februari 2026, sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan pangan tambahan berupa beras dan minyak goreng, sementara 18 juta KPM tetap mendapat pencairan PKH dan BPNT reguler sebagai “THR” dari negara.
Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada 19 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi penyaluran berbagai program perlindungan sosial. Selain itu, Kementerian Sosial dan Kemenko Perekonomian bergerak bersama memastikan bantuan tidak terlambat. Faktanya, anggaran bantuan pangan tambahan saja mencapai Rp11,92 triliun, belum termasuk Rp17,5 triliun untuk bansos reguler Kemensos.
Daftar Bansos Ramadhan 2026 yang Cair Bersamaan
Selama periode Ramadhan dan menjelang Idulfitri 2026, setidaknya ada tiga jenis bantuan sosial yang disalurkan secara bersamaan. Berikut rinciannya:
- Program Keluarga Harapan (PKH) — bantuan tunai bersyarat untuk keluarga rentan, dicairkan tahap 1 triwulan pertama (Januari–Maret 2026)
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) — stimulus pangan senilai Rp600.000 per tahap yang bisa digunakan membeli beras, telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya
- Bantuan Pangan Tambahan Ramadhan — berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan (Februari–Maret 2026), menyasar 35,04 juta keluarga Desil 1–4
Nah, ketiga bantuan ini bisa diterima secara bersamaan oleh KPM yang memenuhi syarat. Jadi satu keluarga berpotensi mendapat PKH, BPNT, sekaligus bantuan pangan tambahan selama Ramadhan.
Jadwal Pencairan Bansos Ramadhan 2026 per Tahap
Pencairan bansos reguler dari Kemensos dilakukan dalam 4 tahap sepanjang tahun 2026. Namun yang paling relevan dengan Ramadhan adalah tahap 1 yang mencakup tiga bulan sekaligus. Berikut jadwal lengkapnya:
| Tahap | Periode | Keterangan |
|---|---|---|
| Tahap 1 | Januari–Maret 2026 | Cair di Ramadhan — mulai Februari 2026 |
| Tahap 2 | April–Juni 2026 | Pencairan pasca-Lebaran |
| Tahap 3 | Juli–September 2026 | Pencairan triwulan ketiga |
| Tahap 4 | Oktober–Desember 2026 | Pencairan akhir tahun |
Perlu diperhatikan bahwa jadwal pencairan bisa berbeda di setiap daerah tergantung kesiapan administrasi dan distribusi masing-masing wilayah. Namun secara nasional, pencairan tahap 1 sudah dimulai sejak Februari 2026.
Sementara itu, bantuan pangan tambahan Ramadhan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter disalurkan khusus selama bulan Februari dan Maret 2026 — tepat saat bulan puasa berlangsung.
Besaran Bantuan PKH 2026 per Komponen
Salah satu pertanyaan paling sering muncul terkait bansos Ramadhan 2026 adalah soal nominal. Bantuan PKH bervariasi tergantung kategori penerima dalam satu keluarga. Semakin banyak komponen yang terdaftar, semakin besar total bantuan yang diterima per tahap.
| Komponen Penerima | Bantuan per Tahap | Bantuan per Tahun |
|---|---|---|
| Ibu Hamil | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Balita (0–6 tahun) | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak SD/sederajat | Rp225.000 | Rp900.000 |
| Anak SMP/sederajat | Rp375.000 | Rp1.500.000 |
| Anak SMA/sederajat | Rp500.000 | Rp2.000.000 |
| Lansia (60+ tahun) | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Disabilitas Berat | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
Sebagai contoh, satu keluarga yang memiliki ibu hamil dan satu anak SD bisa menerima total Rp975.000 per tahap pencairan. Ternyata, satu keluarga bisa mendapat lebih dari satu komponen sekaligus selama semua anggota terdaftar di DTSEN.
Bantuan BPNT Sembako Rp600.000
Selain PKH, penerima BPNT juga mendapat bantuan senilai Rp600.000 per tahap. Dana ini disalurkan melalui kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dan bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warong atau agen bank yang telah ditunjuk.
BPNT dan PKH merupakan dua program berbeda dengan sasaran berbeda pula. Bahkan, satu keluarga bisa menerima keduanya secara bersamaan jika memenuhi kriteria masing-masing program.
Bantuan Pangan Tambahan: “THR” Sembako dari Pemerintah
Inilah yang sering disebut sebagai “THR sembako” oleh masyarakat. Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menyiapkan bantuan pangan tambahan khusus menyambut Ramadhan dan Lebaran 2026. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan rincian bantuan ini pada 10 Februari 2026.
Berikut detail bantuan pangan tambahan Ramadhan 2026:
- Beras: 10 kg per keluarga per bulan
- Minyak goreng: 2 liter per keluarga per bulan
- Durasi: 2 bulan (Februari dan Maret 2026)
- Total sasaran: 35,04 juta keluarga (Desil 1–4)
- Anggaran: Rp11,92 triliun
Jadi selama dua bulan penuh, satu keluarga berpotensi menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis. Langkah ini ditujukan untuk menekan dampak inflasi harga pangan yang biasa terjadi menjelang hari raya.
Siapa yang Berhak Menerima?
Bantuan pangan tambahan ini menyasar masyarakat yang berada di Desil 1 hingga Desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kriteria penerima meliputi:
- Masyarakat miskin dan miskin ekstrem
- Terdaftar dalam DTSEN yang dikelola BPS dan Kemensos
- Berada pada tingkat kesejahteraan Desil 1–4
- Tidak terbatas pada penerima PKH atau BPNT saja
Namun, data yang akurat menjadi kunci utama. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada masyarakat yang terlewat.
Cara Cek Status Penerima Bansos Ramadhan 2026
Mengecek status kepesertaan bansos bisa dilakukan secara online tanpa perlu datang ke kantor kelurahan. Berikut langkah-langkahnya:
Melalui Situs cekbansos.kemensos.go.id
- Buka browser dan akses cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data yang diminta: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
- Ketik nama lengkap sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi yang muncul di layar
- Klik tombol “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode pencairan
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di PlayStore atau AppStore
- Buka aplikasi dan masuk menggunakan NIK
- Cek status kepesertaan di menu yang tersedia
- Jika status menunjukkan “YA”, artinya bantuan sudah disetujui dan siap dicairkan
Jika nama tidak muncul dalam pencarian, hal itu bisa berarti data belum dimutakhirkan. Solusinya adalah menghubungi perangkat desa atau kelurahan setempat untuk melaporkan dan memperbarui data di DTSEN.
3 Juta Penerima Baru Masih Proses Administrasi
Perlu diketahui, Kemensos mencatat sekitar 3 juta calon penerima bansos baru belum menerima pencairan karena masih dalam proses administrasi. Mayoritas merupakan penerima baru hasil pemutakhiran DTSEN yang dilakukan secara triwulanan.
Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa tambahan penerima ini muncul setelah pembaruan data berkala. Jadi, meskipun sudah terdaftar, pencairan bisa tertunda beberapa minggu hingga proses verifikasi selesai.
Beberapa penyebab umum bansos belum cair antara lain:
- Data KTP atau KK belum sesuai dengan DTSEN
- Rekening bank atau KKS belum aktif
- Penerima baru yang masih dalam antrean verifikasi
- Kendala distribusi di daerah terpencil
Solusinya tetap sama: segera hubungi perangkat desa, pendamping PKH, atau Dinas Sosial setempat untuk mempercepat proses.
Kesimpulan
Bansos Ramadhan 2026 hadir dalam tiga bentuk utama: PKH, BPNT, dan bantuan pangan tambahan berupa beras serta minyak goreng. Dengan total anggaran gabungan yang mencapai puluhan triliun rupiah dan sasaran hingga 35 juta keluarga, program ini menjadi penopang penting bagi masyarakat prasejahtera selama bulan puasa dan menjelang Lebaran.
Langkah paling penting saat ini adalah segera mengecek status kepesertaan melalui cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Jika belum terdaftar padahal merasa memenuhi syarat, segera laporkan ke kantor desa atau kelurahan agar data bisa dimutakhirkan sebelum pencairan tahap berikutnya. Jangan sampai hak yang seharusnya diterima justru terlewat hanya karena masalah administrasi.