Biaya haji 2026 resmi ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai acuan bagi calon jemaah yang berencana menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Tahun ini, besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) mengalami penyesuaian yang perlu dipahami sebelum mendaftar.
Bagi jutaan Muslim di Indonesia, haji adalah impian seumur hidup. Nah, memahami struktur biaya dan prosedur pendaftaran secara lengkap adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan. Terlebih, antrean haji di Indonesia bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun, sehingga mendaftar sedini mungkin sangat dianjurkan.
Biaya Haji 2026: Berapa Besarannya?
Pemerintah Indonesia menetapkan dua komponen utama dalam struktur biaya haji 2026, yaitu Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan Nilai Manfaat dari dana kelolaan BPIH Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Berdasarkan kebijakan terbaru 2026, skema pembebanan biaya haji tetap menggunakan formula proporsional antara dana jemaah dan nilai manfaat. Berikut estimasi komponen biaya haji reguler 2026:
| Komponen Biaya | Estimasi Besaran 2026 | Keterangan |
|---|---|---|
| Bipih (Biaya yang dibayar jemaah) | Rp 55.431.000 – Rp 60.054.000 | Tergantung embarkasi/zona |
| Nilai Manfaat BPKH | Rp 33.000.000 – Rp 35.000.000 | Subsidi dari hasil investasi dana haji |
| Total BPIH Per Jemaah | ±Rp 93.000.000 – Rp 95.000.000 | Estimasi keseluruhan biaya real |
| Setoran Awal Pendaftaran | Rp 25.000.000 | Dibayar saat mendaftar ke BPS-BPIH |
Perlu dicatat, angka di atas merupakan estimasi berdasarkan tren penetapan biaya beberapa tahun terakhir dan kebijakan update 2026. Angka resmi final ditetapkan melalui Keputusan Presiden setelah pembahasan bersama DPR RI.
Perbedaan Haji Reguler dan Haji Khusus per 2026
Sebelum mendaftar, penting memahami dua jenis layanan haji yang tersedia di Indonesia. Keduanya memiliki perbedaan signifikan dari sisi biaya, fasilitas, dan masa tunggu.
- Haji Reguler: Dikelola langsung oleh Kementerian Agama, biaya lebih terjangkau, masa tunggu lebih panjang (bisa 10–40 tahun tergantung provinsi), fasilitas standar pemerintah.
- Haji Khusus (ONH Plus): Dikelola Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) swasta, biaya mulai USD 8.000–12.000, masa tunggu lebih pendek (3–7 tahun), fasilitas hotel bintang 4–5.
Untuk mayoritas masyarakat Indonesia, haji reguler 2026 tetap menjadi pilihan utama karena keterjangkauan biayanya. Selain itu, subsidi nilai manfaat dari BPKH membantu meringankan beban finansial jemaah.
Cara Daftar Haji Reguler Online 2026 Langkah demi Langkah
Ternyata, proses pendaftaran haji reguler kini semakin mudah berkat layanan digital Kementerian Agama. Berikut panduan lengkap cara daftar haji reguler online 2026:
Langkah 1: Siapkan Dokumen yang Diperlukan
Sebelum memulai proses pendaftaran, pastikan seluruh dokumen berikut sudah lengkap dan valid:
- KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli dan fotokopi
- Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi
- Akta kelahiran atau surat kenal lahir
- Buku tabungan Bank Penerima Setoran BPIH (BPS-BPIH)
- Pas foto terbaru ukuran 3×4 dan 4×6 (background putih)
- Nomor NPWP (jika ada)
Langkah 2: Buka Rekening Tabungan Haji
Langkah pertama yang harus dilakukan secara offline adalah membuka rekening tabungan haji di Bank Penerima Setoran BPIH (BPS-BPIH). Bank yang ditunjuk pemerintah antara lain:
- Bank BRI Syariah (BSI)
- Bank BNI Syariah (BSI)
- Bank Mandiri Syariah (BSI)
- Bank Muamalat
- Bank BTN Syariah
- Dan BPS-BPIH lainnya yang terdaftar resmi
Setoran awal sebesar Rp 25.000.000 wajib disetor saat pembukaan rekening. Dana ini akan menghasilkan nilai manfaat selama masa tunggu.
Langkah 3: Daftar Melalui Sistem SISKOHAT Online
Setelah rekening aktif dan setoran awal terpenuhi, proses pendaftaran dilanjutkan melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Caranya:
- Kunjungi website resmi Kementerian Agama di haji.kemenag.go.id
- Pilih menu “Pendaftaran Haji Reguler”
- Masukkan nomor validasi dari bank dan nomor KTP
- Isi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar
- Unggah dokumen yang dipersyaratkan dalam format digital
- Verifikasi data dan submit pendaftaran
- Cetak bukti pendaftaran yang memuat Nomor Porsi Haji
Selain online, pendaftaran juga bisa dilakukan langsung di Kantor Kemenag Kabupaten/Kota setempat dengan membawa berkas asli. Nomor porsi haji akan diterbitkan setelah proses verifikasi selesai.
Estimasi Antrean dan Masa Tunggu Haji 2026
Salah satu fakta yang perlu dipahami calon jemaah adalah masa tunggu haji reguler 2026 yang bervariasi di setiap provinsi. Hal ini dipengaruhi oleh kuota haji yang ditetapkan Arab Saudi untuk Indonesia.
| Provinsi | Estimasi Masa Tunggu | Kategori |
|---|---|---|
| Sulawesi Selatan | 35–42 tahun | Sangat Panjang |
| Jawa Barat | 25–35 tahun | Panjang |
| DKI Jakarta | 18–25 tahun | Menengah |
| Papua & Papua Barat | 7–12 tahun | Relatif Cepat |
Data masa tunggu di atas bersifat estimasi berdasarkan tren kuota terbaru 2026 dan jumlah pendaftar aktif per provinsi. Untuk data real-time, cek langsung di portal SISKOHAT Kemenag.
Tips Persiapan Finansial Haji Reguler 2026
Mendaftar haji bukan sekadar urusan administrasi. Persiapan finansial yang matang selama masa tunggu adalah kunci agar keberangkatan berjalan lancar. Berikut tips penting:
- Rutin menabung: Lunasi kekurangan biaya haji jauh sebelum jadwal keberangkatan tiba.
- Manfaatkan nilai manfaat: Dana setoran awal yang dikelola BPKH akan berkembang melalui investasi syariah selama masa tunggu.
- Pantau perkembangan biaya: Biaya haji dapat berubah setiap tahun mengikuti kurs dolar dan kebijakan Arab Saudi.
- Persiapkan fisik dan kesehatan: Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik prima, mulai siapkan dari sekarang.
- Ikuti bimbingan manasik: Kemenag menyediakan program manasik haji gratis bagi calon jemaah terdaftar.
Cek Nomor Porsi dan Status Keberangkatan Haji Online
Setelah mendaftar, memantau status porsi haji sangat mudah dilakukan secara online. Berikut cara cek nomor porsi dan estimasi keberangkatan per 2026:
- Akses haji.kemenag.go.id atau aplikasi Haji Pintar di Google Play/App Store
- Pilih menu “Cek Estimasi Keberangkatan”
- Masukkan Nomor Porsi Haji (10 digit) yang tertera di bukti pendaftaran
- Sistem akan menampilkan estimasi tahun keberangkatan secara otomatis
Aplikasi Haji Pintar update 2026 juga dilengkapi fitur notifikasi pelunasan, jadwal manasik, dan panduan ibadah yang sangat berguna bagi jemaah.
Kesimpulan
Biaya haji 2026 berkisar antara Rp 55–60 juta yang dibayarkan jemaah, dengan total biaya riil mencapai sekitar Rp 93–95 juta per orang setelah subsidi nilai manfaat BPKH. Proses pendaftaran haji reguler online kini semakin mudah melalui portal SISKOHAT Kemenag, dengan setoran awal Rp 25 juta sebagai syarat utama.
Mengingat masa tunggu yang panjang di sebagian besar provinsi, mendaftar haji sedini mungkin adalah keputusan paling bijak. Jangan tunda lagi — segera siapkan dokumen, buka rekening tabungan haji di BPS-BPIH terdekat, dan wujudkan impian ke Baitullah. Untuk informasi resmi dan terbaru, selalu pantau situs haji.kemenag.go.id atau hubungi Kantor Kemenag setempat.