Beranda » Ekonomi » Investasi Obligasi Negara ORI dan SBR untuk Pemula 2026

Investasi Obligasi Negara ORI dan SBR untuk Pemula 2026

Investasi obligasi negara kini makin diminati masyarakat Indonesia, terutama produk ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Savings Bond Ritel). Di tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan surat utang ritel yang bisa dibeli mulai dari Rp1 juta saja. Nah, bagi yang baru terjun ke dunia investasi, inilah pilihan paling aman dan menguntungkan untuk memulai perjalanan finansial.

Banyak orang masih ragu karena merasa investasi itu rumit dan berisiko tinggi. Faktanya, ORI dan SBR adalah instrumen yang dijamin langsung oleh negara berdasarkan Undang-Undang SBSN dan Undang-Undang Surat Utang Negara. Artinya, risiko gagal bayar hampir nol. Inilah mengapa dua produk ini cocok sekali untuk pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil namun aman.

Apa Itu Investasi Obligasi Negara ORI dan SBR?

Obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk mendanai pembangunan nasional. Ketika membeli obligasi ini, artinya sedang meminjamkan uang kepada negara, dan negara akan membayar kembali pokok beserta kupon (bunga) secara rutin.

Terdapat dua jenis obligasi ritel yang populer di Indonesia:

  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia) — instrumen berbasis konvensional dengan kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan.
  • SBR (Savings Bond Ritel) — instrumen berbasis konvensional dengan kupon mengambang (floating with floor), artinya bunga mengikuti BI Rate namun ada batas minimum.
Baca Juga :  Tabungan Emas Pegadaian vs Reksa Dana: Pilihan Terbaik 2026

Selain ORI dan SBR, pemerintah juga menerbitkan versi syariahnya yaitu SR (Sukuk Ritel) dan ST (Sukuk Tabungan). Namun, untuk fokus kali ini adalah pada dua produk konvensional yang paling banyak dicari pemula.

Perbedaan ORI dan SBR yang Wajib Diketahui

Sebelum memilih, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara ORI dan SBR. Berikut perbandingannya secara lengkap berdasarkan data terbaru 2026:

AspekORISBR
Jenis KuponFixed rate (tetap)Floating with floor
Bisa DiperjualbelikanYa, di pasar sekunderTidak (hold to maturity)
Tenor3 tahun2 tahun
Early RedemptionTidak tersediaTersedia (sebagian)
Minimum PembelianRp1.000.000Rp1.000.000
Maksimum PembelianRp10 miliarRp5 miliar

Dari tabel di atas terlihat bahwa ORI lebih fleksibel karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sementara SBR lebih cocok bagi yang ingin “taruh dan lupakan” hingga jatuh tempo.

Cara Investasi Obligasi Negara untuk Pemula: Panduan Langkah demi Langkah

Proses pembelian ORI dan SBR kini sudah sepenuhnya online melalui platform resmi pemerintah. Tidak perlu antre di bank atau mengisi formulir kertas. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buat akun di platform mitra distribusi resmi. Pemerintah telah menunjuk puluhan mitra distribusi (midu) resmi, mulai dari bank (BRI, BNI, Mandiri, BCA, dll.) hingga platform fintech seperti Bibit, Bareksa, Stockbit, hingga Ajaib per 2026.
  2. Lakukan verifikasi identitas (KYC). Siapkan KTP, NPWP (jika ada), dan nomor rekening bank. Proses verifikasi biasanya selesai dalam 1×24 jam.
  3. Pantau jadwal penerbitan. Kunjungi situs resmi www.kemenkeu.go.id atau platform midu untuk melihat jadwal masa penawaran ORI dan SBR terbaru 2026.
  4. Lakukan pemesanan (order) selama masa penawaran. Masukkan nominal pembelian minimal Rp1 juta, pilih jumlah yang diinginkan, lalu konfirmasi order.
  5. Lakukan pembayaran. Transfer dana sesuai nominal yang dipesan ke rekening yang tertera. Pastikan transfer dilakukan sebelum batas waktu yang ditentukan.
  6. Terima konfirmasi dan sertifikat elektronik. Setelah dana masuk, obligasi akan tercatat di akun Single Investor Identification (SID) secara otomatis.
Baca Juga :  Mengelola Keuangan UMKM 2026: Strategi Anti Boncos Terlengkap

Mudah sekali, bukan? Seluruh prosesnya bisa diselesaikan hanya dari smartphone dalam waktu kurang dari 30 menit.

Keuntungan Investasi Obligasi Negara ORI dan SBR di 2026

Ada beberapa alasan kuat mengapa investasi obligasi negara menjadi pilihan terbaik bagi pemula di tahun 2026:

  • Dijamin negara: Pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.
  • Imbal hasil lebih tinggi dari deposito: Kupon ORI dan SBR umumnya lebih tinggi 0,5–1,5% dibanding deposito perbankan pada tenor yang sama.
  • Modal awal kecil: Cukup mulai dari Rp1 juta, jauh lebih terjangkau dibanding properti atau saham blue chip.
  • Kupon rutin setiap bulan: Sangat cocok untuk passive income karena imbal hasil dibayarkan langsung ke rekening setiap bulan.
  • Pajak lebih rendah: Pajak penghasilan atas kupon obligasi negara hanya 10%, lebih rendah dibanding pajak deposito yang mencapai 20%.
  • Berkontribusi untuk pembangunan: Dana yang dihimpun digunakan langsung untuk membiayai APBN dan proyek infrastruktur nasional 2026.

Risiko yang Perlu Dipahami Sebelum Berinvestasi

Meski tergolong sangat aman, obligasi negara tetap memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:

Risiko Likuiditas

SBR tidak bisa dijual di pasar sekunder. Jadi, jika tiba-tiba butuh dana darurat, tidak bisa langsung mencairkan sebelum masa early redemption dibuka. Pastikan dana yang diinvestasikan memang dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat.

Risiko Pasar (Khusus ORI)

ORI yang dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo bisa mengalami capital loss jika harga pasar sedang turun. Namun, jika ditahan hingga jatuh tempo, pokok tetap kembali 100%.

Risiko Inflasi

Jika inflasi tahun 2026 naik melebihi kupon yang ditetapkan, maka return riil bisa berkurang. Namun, SBR dengan sistem floating rate relatif lebih terlindungi dari risiko ini.

Baca Juga :  Cara Menghindari Teror DC Pinjol: Panduan Lengkap 2026

Tips Memaksimalkan Keuntungan Investasi Obligasi Negara

Beberapa strategi berikut bisa membantu memaksimalkan hasil dari investasi ORI dan SBR:

  • Manfaatkan program referral platform midu — banyak platform fintech memberikan cashback atau reward poin untuk pembelian pertama di 2026.
  • Diversifikasi antara ORI dan SBR — kombinasikan keduanya untuk mendapat fleksibilitas (ORI) sekaligus perlindungan bunga minimum (SBR).
  • Reinvestasikan kupon bulanan — alih-alih dihabiskan, kupon yang diterima setiap bulan bisa langsung diputar ke instrumen lain seperti reksa dana pasar uang.
  • Pantau jadwal penerbitan sejak awal — pendaftaran bisa dimulai jauh sebelum masa penawaran dibuka agar tidak kehabisan kuota.

Platform Resmi untuk Membeli ORI dan SBR 2026

Pemerintah terus memperluas jaringan mitra distribusi resmi. Berikut beberapa platform terpercaya yang bisa digunakan untuk membeli obligasi negara per 2026:

  • Perbankan: BRI, BNI, Mandiri, BCA, BTN, CIMB Niaga, Permata Bank
  • Platform Fintech: Bibit, Bareksa, Stockbit, Ajaib, MOST (Mirae Asset)
  • Sekuritas: Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa, Indo Premier

Semua mitra di atas telah memperoleh izin resmi dari Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak ada biaya tambahan (fee) untuk pembelian di semua platform tersebut.

Kesimpulan

Investasi obligasi negara melalui ORI dan SBR adalah pilihan terbaik bagi pemula yang ingin memulai perjalanan investasi di 2026 dengan modal kecil, risiko rendah, dan imbal hasil kompetitif. Dengan jaminan langsung dari negara, kupon bulanan, serta kemudahan akses via smartphone, tidak ada alasan lagi untuk menunda mulai berinvestasi.

Langkah pertama adalah mendaftar di salah satu platform mitra resmi, memantau jadwal penawaran terbaru 2026 di situs Kementerian Keuangan, dan segera lakukan pemesanan saat masa penawaran dibuka. Ingat, waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah sekarang — dan ORI serta SBR adalah pintu masuk yang paling tepat untuk mewujudkan kebebasan finansial.