Beranda » Ekonomi » ETF Terbaik di Indonesia untuk Investasi Jangka Panjang

ETF Terbaik di Indonesia untuk Investasi Jangka Panjang

ETF terbaik di Indonesia kini semakin ramai dilirik investor sebagai instrumen investasi jangka panjang yang efisien dan terjangkau. Per 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan signifikan produk Exchange Traded Fund yang bisa dibeli layaknya saham biasa, namun dengan diversifikasi otomatis seperti reksa dana.

Nah, bagi yang baru mulai berinvestasi atau ingin mendiversifikasi portofolio, ETF bisa menjadi pilihan cerdas. Biaya pengelolaan yang rendah, transparansi tinggi, dan kemudahan transaksi menjadi daya tarik utama instrumen ini di tengah dinamika pasar modal Indonesia 2026.

Apa Itu ETF dan Mengapa Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

Exchange Traded Fund (ETF) adalah reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham. Artinya, investor bisa membeli dan menjual ETF kapan saja selama jam perdagangan berlangsung.

Selain itu, ETF biasanya mengikuti (tracking) indeks tertentu, seperti LQ45, IDX30, atau IDX80. Jadi, dengan membeli satu produk ETF, investor sudah mendapatkan eksposur ke puluhan bahkan ratusan saham sekaligus.

  • Biaya rendah: Expense ratio ETF umumnya jauh lebih kecil dibanding reksa dana konvensional
  • Likuiditas tinggi: Bisa diperjualbelikan real-time di bursa
  • Diversifikasi otomatis: Satu produk = banyak saham sekaligus
  • Transparan: Komposisi portofolio dapat dilihat setiap hari
  • Modal awal terjangkau: Bisa dimulai dengan nominal kecil
Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Uang 2026 - Upload Foto Dibayar Mahal

Daftar ETF Terbaik di Indonesia Update 2026

Berikut adalah rangkuman ETF terbaik di Indonesia yang aktif diperdagangkan di BEI per 2026, beserta informasi indeks acuan dan manajer investasinya.

Kode ETFNama ProdukIndeks AcuanManajer Investasi
XIITMirae Asset ETF IDX30IDX30Mirae Asset Sekuritas
XBLQBatavia ETF LQ45LQ45Batavia Prosperindo Aset Manajemen
IETFIndo Premier ETF IDX80IDX80Indo Premier Investment Management
XISISinarmas ETF Sri-KehatiSri-KehatiSinarmas Asset Management
XBIGBNI AM ETF IDX High Dividend 20IDX High Dividend 20BNI Asset Management

Tabel di atas mencakup pilihan ETF yang paling aktif diperdagangkan dan memiliki rekam jejak kinerja konsisten. Tentu saja, setiap produk memiliki karakteristik risiko dan potensi return yang berbeda-beda.

Cara Memilih ETF Terbaik Sesuai Profil Risiko

Tidak semua ETF cocok untuk semua investor. Jadi, penting untuk memahami profil risiko sebelum memutuskan produk mana yang akan dibeli.

ETF untuk Investor Konservatif

Investor dengan toleransi risiko rendah sebaiknya mempertimbangkan ETF berbasis indeks besar seperti IDX30 atau LQ45. Indeks-indeks ini hanya berisi saham-saham blue chip dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.

Selain itu, ETF berbasis dividen seperti IDX High Dividend 20 bisa menjadi pilihan karena memberikan potensi passive income dari dividen secara reguler.

ETF untuk Investor Moderat hingga Agresif

Bagi yang siap mengambil risiko lebih besar demi potensi return lebih tinggi, ETF berbasis IDX80 atau sektor tertentu (sektoral ETF) bisa dipertimbangkan. IDX80 mencakup lebih banyak emiten dibanding IDX30, sehingga ada potensi pertumbuhan dari saham-saham lapis kedua.

  • ETF sektoral teknologi cocok untuk investor yang bullish terhadap digitalisasi ekonomi
  • ETF berbasis ESG seperti Sri-Kehati menarik bagi investor yang peduli isu lingkungan
  • ETF dengan underlying saham mid-cap memberikan potensi capital gain lebih besar
Baca Juga :  Tukar Uang Baru BI Periode 2 SERAMBI 2026 Wilayah Jawa

Perbandingan ETF vs Reksa Dana Indeks 2026

Banyak calon investor bingung membedakan ETF dengan reksa dana indeks konvensional. Faktanya, keduanya memiliki kesamaan dalam hal mengikuti indeks tertentu, namun berbeda dalam mekanisme transaksinya.

AspekETFReksa Dana Indeks
Cara BeliMelalui broker sahamMelalui MI atau platform
HargaReal-time (fluktuatif)NAB harian
Biaya TransaksiAda komisi brokerBiaya pembelian/penjualan
Expense RatioLebih rendahSedikit lebih tinggi
Minimum Investasi1 lot (100 unit)Mulai Rp10.000

Dari perbandingan di atas, ETF unggul dalam hal biaya dan fleksibilitas transaksi, sementara reksa dana indeks lebih mudah diakses bagi pemula dengan modal sangat terbatas.

Strategi Investasi ETF Jangka Panjang yang Efektif

Memilih ETF terbaik di Indonesia saja tidak cukup. Strategi yang tepat akan menentukan hasil investasi dalam jangka panjang.

Dollar Cost Averaging (DCA)

Strategi ini mengharuskan investor membeli ETF secara rutin dengan nominal tetap, terlepas dari kondisi pasar. Misalnya, membeli ETF senilai Rp500.000 setiap bulan tanpa mempedulikan apakah harga sedang naik atau turun.

Hasilnya? Harga rata-rata pembelian menjadi lebih efisien karena otomatis membeli lebih banyak unit saat harga turun, dan lebih sedikit saat harga naik.

Buy and Hold Jangka Panjang

Strategi ini sederhana namun terbukti efektif secara historis. Beli ETF berbasis indeks utama, lalu tahan selama 5–10 tahun atau lebih. Bahkan, data historis BEI menunjukkan bahwa IHSG rata-rata memberikan return positif dalam jangka panjang meski sempat mengalami koreksi di tengah jalan.

  • Hindari panic selling saat pasar sedang koreksi
  • Reinvest dividen yang diterima untuk efek compounding
  • Review portofolio minimal setahun sekali, bukan setiap hari
  • Tetap disiplin mengikuti rencana investasi awal
Baca Juga :  Investasi Emas Batangan vs Digital: Panduan Cuan 2026

Risiko Investasi ETF yang Perlu Diketahui

Seperti instrumen investasi lainnya, ETF tidak bebas risiko. Penting untuk memahami potensi kerugian sebelum terjun berinvestasi.

Risiko utama yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Risiko pasar: Nilai ETF bisa turun mengikuti pergerakan indeks acuan
  • Risiko likuiditas: Beberapa ETF memiliki volume perdagangan rendah sehingga sulit dijual cepat
  • Tracking error: Kinerja ETF mungkin tidak sempurna mengikuti indeks acuannya
  • Risiko mata uang: Berlaku untuk ETF yang memiliki underlying aset luar negeri

Namun, risiko-risiko ini bisa diminimalkan dengan memilih ETF yang memiliki Assets Under Management (AUM) besar, volume transaksi harian yang aktif, dan manajer investasi yang berpengalaman.

Platform Terbaik untuk Membeli ETF di Indonesia 2026

Transaksi ETF bisa dilakukan melalui berbagai platform sekuritas yang telah berizin OJK. Per 2026, beberapa platform populer yang banyak digunakan investor ritel antara lain:

  • IPOT (Indo Premier): Dikenal memiliki fitur ETF paling lengkap
  • Stockbit: Cocok untuk investor yang suka analisis komunitas
  • BNI Sekuritas: Terpercaya dengan dukungan bank BUMN
  • Mirae Asset Sekuritas: Biaya transaksi kompetitif
  • Mandiri Sekuritas: Terintegrasi dengan ekosistem Bank Mandiri

Setiap platform menawarkan fitur dan biaya yang berbeda. Disarankan untuk membandingkan fee transaksi, kemudahan antarmuka, dan fitur edukasi sebelum membuka rekening.

Kesimpulan

Investasi pada ETF terbaik di Indonesia merupakan salah satu cara paling efisien untuk membangun kekayaan jangka panjang. Dengan biaya rendah, diversifikasi otomatis, dan kemudahan transaksi di bursa, ETF cocok untuk investor dari berbagai kalangan — baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Kuncinya adalah memilih produk yang sesuai dengan profil risiko, menerapkan strategi investasi yang disiplin seperti DCA, dan tidak tergoda untuk keluar dari pasar saat terjadi koreksi. Mulai investasi ETF sejak dini di 2026, karena waktu adalah aset terbesar dalam investasi jangka panjang. Pelajari juga topik terkait seperti cara membuka rekening saham, panduan reksa dana indeks, dan strategi diversifikasi portofolio untuk memaksimalkan hasil investasi.