Awal tahun 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali jadi sorotan. Rupiah tertekan dan bergerak mendekati level Rp16.800 di beberapa bank besar. Kok bisa begini?
Pelemahan ini ternyata dipicu kombinasi sentimen global yang kurang bersahabat. Ketegangan geopolitik dan sinyal “hawkish” dari The Fed bikin investor lari ke aset yang dianggap lebih aman, yaitu dolar AS.
Buat kamu yang punya rencana tukar uang, entah buat liburan, bisnis impor, atau bayar-bayar ke luar negeri, wajib banget pantau kurs di berbagai bank. Selisihnya lumayan, bisa sampai ratusan rupiah per dolar!
Kurs Dollar Hari Ini di 4 Bank Besar
Berikut ini update kurs dolar AS terbaru di empat bank terbesar di Indonesia per Januari 2026. Jangan lupa, data ini bisa berubah sewaktu-waktu ya!
Bank BCA
Bank Central Asia (BCA) mencatat kurs beli USD (E-Rate) sebesar Rp16.790 dan kurs jual Rp16.810. Untuk TT Counter dan Bank Notes, kurs belinya Rp16.655 dan kurs jual Rp16.955.
BCA dikenal punya spread yang relatif kecil untuk transaksi E-Rate. Cocok buat yang mau transaksi lewat internet banking atau mobile banking. Tapi, kalau transaksi tunai di counter, spread-nya lebih lebar.
Bank BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs beli USD (E-Rate) sebesar Rp16.698 dan kurs jual Rp16.850. Untuk TT Counter dan Bank Notes, kurs belinya Rp16.640 dan kurs jual Rp16.940.
BRI punya jaringan cabang yang luas banget, sampai ke pelosok. Tapi ingat, kurs di setiap cabang bisa sedikit beda, tergantung lokasinya.
Bank BNI
Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kurs beli USD (E-Rate) sebesar Rp16.781 dan kurs jual Rp16.811. Untuk TT Counter dan Bank Notes, kurs belinya Rp16.650 dan kurs jual Rp16.930.
BNI menawarkan layanan special rates buat nasabah prioritas atau transaksi dalam jumlah besar, di atas USD 25.000.
Bank Mandiri
Bank Mandiri menetapkan kurs beli USD (E-Rate) sebesar Rp16.735 dan kurs jual Rp16.765. Untuk TT Counter dan Bank Notes, kurs belinya Rp16.550 dan kurs jual Rp16.850.
Mandiri punya spread yang cukup kompetitif dan menyediakan layanan Treasury untuk transaksi valas dalam nominal besar.
Penting: Kurs di atas bersifat indikatif dan bisa berubah sewaktu-waktu, ya! Cek terus kurs terbaru di website resmi atau aplikasi masing-masing bank sebelum transaksi.
Perbedaan E-Rate, TT Counter, dan Bank Notes
Waktu cek kurs di bank, pasti lihat ada beberapa jenis kurs dengan nilai yang beda-beda, kan? Nah, penting nih buat paham bedanya, biar gak salah pilih pas transaksi.
E-Rate (Electronic Rate)
E-Rate itu kurs yang berlaku buat transaksi lewat channel elektronik, kayak internet banking, mobile banking, atau ATM. Biasanya, kurs ini paling menguntungkan karena spread-nya paling kecil.
Contohnya, transfer antar rekening valas via aplikasi, beli dolar via mobile banking, atau konversi mata uang di rekening multi currency.
Kelebihannya? Prosesnya cepat, bisa kapan saja, dan kursnya lebih baik. Kekurangannya, gak bisa dapat uang tunai fisik.
TT Counter (Telegraphic Transfer Counter)
TT Counter itu kurs buat transaksi non-tunai yang dilakukan di counter atau teller bank. Biasanya, dipakai buat transfer ke luar negeri (remittance), pembayaran impor, atau pencairan cek valas.
Spread TT Counter lebih lebar dari E-Rate karena melibatkan layanan petugas bank. Tapi, masih lebih baik dibanding kurs bank notes.
Bank Notes
Bank Notes itu kurs buat transaksi tunai fisik. Artinya, kamu beli atau jual uang kertas asing di bank. Ini kurs yang berlaku kalau kamu mau tukar rupiah ke dolar tunai buat dibawa traveling.
Spread bank notes paling lebar karena bank harus tanggung biaya penyimpanan, asuransi, dan risiko uang palsu. Selisih kurs jual dan beli bisa sampai Rp200-Rp300 per dolar!
Kurs Beli vs Kurs Jual
Ingat, istilah “beli” dan “jual” itu dari perspektif bank, bukan nasabah.
Kurs beli itu harga saat bank beli dolar dari kamu (kamu jual dolar ke bank). Angkanya lebih rendah.
Kurs jual itu harga saat bank jual dolar ke kamu (kamu beli dolar dari bank). Angkanya lebih tinggi.
Selisih antara kurs jual dan kurs beli disebut spread. Makin kecil spread, makin untung buat nasabah.
Mengapa Rupiah Terus Melemah?
Kenapa ya, nilai tukar rupiah di awal 2026 ini malah melemah? Padahal, Bank Indonesia (BI) punya proyeksi sendiri. Ternyata, ada beberapa faktor yang bikin rupiah tertekan.
Sentimen Hawkish The Fed
Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, kasih sinyal kalau suku bunga acuan bakal tetap tinggi lebih lama dari perkiraan. Pejabat The Fed, Neel Kashkari, bilang inflasi AS masih terlalu tinggi.
Suku bunga tinggi di AS bikin yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) jadi lebih menarik. Alhasil, investor global pindahin dananya ke aset berdenominasi dolar, bikin indeks dolar (DXY) menguat.
Ketegangan Geopolitik Global
Eskalasi ketegangan geopolitik juga ikut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Konflik AS-Venezuela dan isu keamanan global bikin investor cari safe haven.
Dolar AS memang jadi mata uang pelarian saat ketidakpastian global meningkat. Ini bikin permintaan dolar naik dan menekan mata uang emerging market.
Arus Modal Keluar (Capital Outflow)
Data BI nunjukkin ada outflow investasi portofolio dari Indonesia. Investor asing narik dananya dari pasar obligasi dan saham domestik buat dialihin ke aset yang dianggap lebih aman.
Di kuartal II 2025, tercatat outflow investasi portofolio sekitar USD 2,4 miliar. Kondisi ini lanjut ke awal 2026, meski gak separah sebelumnya.
Defisit Transaksi Berjalan
Meski Indonesia masih catat surplus neraca perdagangan, tekanan di neraca transaksi berjalan tetap jadi perhatian. Pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan asing ikut nyerap cadangan devisa.
Faktor Musiman Awal Tahun
Awal tahun biasanya jadi periode tingginya permintaan dolar buat bayar utang jatuh tempo dan impor barang modal. Perusahaan butuh dolar buat penuhi kewajiban mereka.
Rupiah Tidak Sendirian
Perlu dicatat, pelemahan rupiah ini bukan cuma dialami Indonesia. Mayoritas mata uang Asia juga tertekan terhadap dolar AS. Peso Filipina, baht Thailand, won Korea, ringgit Malaysia, dan rupee India juga sama-sama melemah.
Ini nunjukkin kalau tekanan datang dari faktor eksternal (strong dollar), bukan semata kelemahan fundamental ekonomi Indonesia.
Prediksi Kurs Dollar Sepanjang 2026
Terus, gimana prospek nilai tukar rupiah ke depan? Ini dia proyeksi dari berbagai sumber.
Proyeksi Bank Indonesia
Gubernur BI, Perry Warjiyo, memproyeksikan rata-rata nilai tukar rupiah di 2026 bakal ada di kisaran Rp16.000-Rp16.500 per dolar AS. Proyeksi spesifik BI nyebut angka Rp16.430 per dolar.
Perry bilang proyeksi ini realistis, mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi. BI komitmen jaga stabilitas rupiah lewat intervensi di pasar Non Deliverable Forward (NDF), Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pasar spot.
Faktor pendukung penguatan rupiah menurut BI, antara lain prospek pertumbuhan ekonomi yang baik (4,9-5,7 persen), inflasi yang relatif rendah (2,5 plus minus 1 persen), imbal hasil SBN yang menarik, dan cadangan devisa yang cukup besar.
Asumsi APBN 2026
Pemerintah dalam APBN 2026 mematok asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp16.500 per dolar AS. Angka ini jadi basis perhitungan pendapatan dan belanja negara.
Kalau realisasi kurs lebih lemah dari asumsi, beban pembayaran utang luar negeri pemerintah bakal meningkat. Sebaliknya, penerimaan dari bea keluar dan PPh migas bisa naik.
Proyeksi Lembaga Internasional
Beberapa lembaga riset internasional memproyeksikan kurs dolar terhadap rupiah bakal bergerak di rentang Rp16.700-Rp17.400 sepanjang 2026. Proyeksi ini mempertimbangkan kebijakan moneter The Fed dan kondisi ekonomi global.
Long Forecast memperkirakan kurs bakal bergerak di rentang Rp16.459-Rp17.687 sepanjang 2026, dengan rata-rata sekitar Rp17.000.
Faktor yang Bisa Mengubah Proyeksi
Beberapa variabel yang bisa mengubah arah kurs, antara lain keputusan suku bunga The Fed, perkembangan konflik geopolitik, harga komoditas ekspor Indonesia (CPO, batu bara, nikel), arus modal asing, dan kebijakan fiskal pemerintah.
Kalau The Fed mulai pangkas suku bunga, tekanan terhadap rupiah bisa berkurang. Sebaliknya, kalau ketegangan global meningkat, rupiah berpotensi melemah lebih dalam.
Disclaimer: Proyeksi kurs bersifat estimasi dan bisa meleset. Gak ada yang bisa prediksi pergerakan kurs dengan pasti. Gunakan informasi ini sebagai referensi, bukan acuan tunggal dalam mengambil keputusan.
Tabel Perbandingan Kurs Lengkap
Berikut tabel perbandingan kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia berdasarkan data Januari 2026. Biar gampang bandinginnya!
| Bank | Kurs Beli (E-Rate) | Kurs Jual (E-Rate) | Spread (E-Rate) | Kurs Beli (TT/BN) | Kurs Jual (TT/BN) |
|---|---|---|---|---|---|
| BCA | Rp16.790 | Rp16.810 | Rp20 | Rp16.655 | Rp16.955 |
| BRI | Rp16.698 | Rp16.850 | Rp152 | Rp16.640 | Rp16.940 |
| BNI | Rp16.781 | Rp16.811 | Rp30 | Rp16.650 | Rp16.930 |
| Mandiri | Rp16.735 | Rp16.765 | Rp30 | Rp16.550 | Rp16.850 |
Catatan: TT/BN = TT Counter / Bank Notes. Spread = Selisih kurs jual dan kurs beli. Data bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Kurs untuk transaksi besar (di atas USD 25.000) biasanya bisa dinegosiasi.
Analisis Tabel:
BCA punya spread E-Rate paling kecil (Rp20), jadi paling menguntungkan buat transaksi via mobile banking atau internet banking. Mandiri dan BNI punya spread moderat di Rp30. BRI punya spread E-Rate terlebar di Rp152.
Buat transaksi tunai (bank notes), Mandiri nawarin kurs beli tertinggi (Rp16.550), jadi paling menguntungkan kalau kamu mau jual dolar. BRI nawarin kurs jual terendah (Rp16.940) buat beli dolar tunai.
Tips Tukar Dollar dengan Kurs Terbaik
Gimana caranya biar dapat kurs paling menguntungkan pas tukar uang? Nih, beberapa strategi yang bisa dicoba.
- Bandingkan Kurs di Beberapa Bank: Jangan langsung tukar di bank pertama yang kamu temui. Cek kurs di minimal 3-4 bank buat bandingin. Selisih Rp50-Rp100 per dolar bisa signifikan kalau nominal transaksimu besar. Pakai website kayak kursdollar.org atau aplikasi bank masing-masing buat cek kurs secara real-time.
- Gunakan E-Rate untuk Transaksi Non-Tunai: Kalau gak butuh uang tunai fisik, lakukan transaksi lewat mobile banking atau internet banking buat dapat kurs E-Rate yang lebih baik. Selisihnya bisa Rp100-Rp200 per dolar dibanding kurs bank notes.
- Pertimbangkan Money Changer: Money changer resmi yang berizin BI biasanya nawarin kurs lebih baik dibanding bank, terutama buat transaksi dalam jumlah besar. Lokasi populer di Jakarta, misalnya Melawai, Sabang, dan Hayam Wuruk. Pastiin money changer punya izin resmi dari BI buat hindarin penipuan atau uang palsu. Cek daftar money changer berizin di website BI.
- Hindari Tukar di Bandara: Kurs di money changer bandara biasanya paling gak menguntungkan karena faktor captive market. Spread-nya bisa 2-3 kali lebih besar dibanding di kota. Kalau bisa, tukar uang sebelum berangkat ke bandara.
- Pantau Tren Kurs: Kalau transaksimu gak mendesak, pantau pergerakan kurs beberapa hari atau minggu sebelumnya. Tukar saat kurs lagi menguntungkan. Tapi, jangan kelamaan nunggu “kurs sempurna” karena gak ada yang bisa prediksi pergerakan kurs dengan pasti. Kalau kurs udah cukup baik dan kamu butuh uangnya, segera tukar.
- Negosiasi untuk Nominal Besar: Kalau nukar dolar dalam jumlah besar (di atas USD 10.000), jangan ragu buat negosiasiin kurs sama bank atau money changer. Biasanya, mereka bisa kasih special rate yang lebih baik dari kurs standar.
- Gunakan Rekening Valas: Kalau sering transaksi dalam dolar, pertimbangin buat buka rekening valas. Kamu bisa beli dolar saat kurs rendah dan nyimpennya buat dipake pas butuh, tanpa harus konversi berkali-kali.
- Cek Kurs JISDOR sebagai Acuan: Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitin BI bisa jadi acuan kurs pasar. JISDOR dipublikasiin setiap hari kerja sekitar jam 10.00 WIB di website bi.go.id. Kurs bank biasanya gerak ngikutin JISDOR dengan spread tertentu. Kalau kurs bank jauh dari JISDOR, pertimbangin buat cari alternatif lain.
FAQ
Masih ada pertanyaan seputar kurs dolar? Nih, beberapa pertanyaan yang sering ditanyain.
Berapa kurs dolar hari ini?
Per Januari 2026, kurs dolar di perbankan Indonesia gerak di kisaran Rp16.650-Rp16.955, tergantung jenis kurs dan bank. Kurs E-Rate berkisar Rp16.698-Rp16.810. Cek terus kurs terbaru di website resmi bank karena nilainya berubah setiap saat.
Apa perbedaan kurs beli dan kurs jual?
Kurs beli itu harga saat bank beli dolar dari kamu (kamu jual dolar). Kurs jual itu harga saat bank jual dolar ke kamu (kamu beli dolar). Istilah ini diliat dari perspektif bank.
Bank mana yang kursnya paling bagus?
Tergantung jenis transaksi. Buat E-Rate, BCA punya spread terkecil. Buat transaksi tunai, bandingin kurs di beberapa bank karena bisa berubah setiap hari.
Kapan waktu terbaik nukar dolar?
Gak ada waktu pasti karena kurs berfluktuasi. Pantau tren kurs beberapa hari, tukar saat kurs menguntungkan, dan hindari tukar di bandara. Buat nominal besar, pantau beberapa hari sebelum transaksi.
Apakah rupiah akan menguat di 2026?
BI memproyeksikan rata-rata kurs di Rp16.430 per dolar pada 2026. Tapi, proyeksi bisa meleset tergantung kondisi global, kayak kebijakan The Fed dan situasi geopolitik.
Lebih baik tukar di bank atau money changer?
Money changer resmi biasanya nawarin kurs lebih baik buat transaksi tunai. Tapi, pastiin money changer berizin BI. Buat transaksi non-tunai, pake E-Rate bank yang biasanya lebih menguntungkan.
Apa itu JISDOR?
JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) itu kurs referensi yang diterbitin BI berdasarkan transaksi antar bank di pasar valuta asing domestik. JISDOR jadi acuan kurs pasar dan dipublikasiin setiap hari kerja.
Mengapa kurs di setiap bank berbeda?
Setiap bank netapin kurs berdasarkan posisi valas mereka, kebutuhan likuiditas, dan strategi bisnis. Bank yang kelebihan stok dolar cenderung nawarin kurs jual lebih murah. Sebaliknya, bank yang butuh dolar bakal masang kurs beli lebih tinggi.
Kesimpulan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di awal 2026 lagi kurang oke, mendekati level Rp16.800. Tekanan dateng dari faktor eksternal, kayak sentimen hawkish The Fed dan ketegangan geopolitik global.
Bank Indonesia punya proyeksi sendiri, yaitu rata-rata kurs di Rp16.000-Rp16.500 sepanjang 2026, dan komitmen buat jaga stabilitas lewat berbagai intervensi pasar. Cadangan devisa yang masih cukup besar jadi modal buat stabilisasi.
Buat masyarakat yang butuh dolar, disaranin buat bandingin kurs di beberapa bank sebelum transaksi. Pake E-Rate buat transaksi non-tunai karena spread-nya lebih kecil. Buat transaksi tunai dalam jumlah besar, money changer berizin bisa jadi alternatif dengan kurs yang lebih kompetitif.
Pantau terus perkembangan kurs lewat website resmi BI atau aplikasi perbankan buat dapetin informasi terbaru sebelum ngambil keputusan transaksi valas, ya!