Simulasi KPR BTN untuk rumah subsidi FLPP 2026 menjadi informasi yang paling dicari oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki hunian pertama. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah memberikan kemudahan cicilan ringan dengan bunga tetap hanya 5% per tahun, menjadikannya salah satu skema KPR paling terjangkau saat ini.
Nah, bagi yang belum tahu cara menghitung angsuran bulanan atau syarat apa saja yang harus dipenuhi, artikel ini hadir sebagai panduan lengkap. Memahami simulasi cicilan sejak awal sangat penting agar tidak kaget dengan kewajiban finansial yang harus ditanggung setiap bulannya.
Apa Itu KPR BTN Subsidi FLPP?
KPR BTN Subsidi FLPP adalah kredit pemilikan rumah yang dikelola oleh Bank Tabungan Negara (BTN) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini dirancang khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum pernah memiliki rumah sebelumnya.
Keunggulan utama program ini dibandingkan KPR konvensional sangat signifikan. Berikut beberapa poin pembeda yang perlu diketahui:
- Suku bunga tetap 5% per tahun sepanjang masa kredit
- Tenor panjang hingga 20 tahun
- Uang muka mulai dari 1% dari harga rumah
- Bebas PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
- Premi asuransi jiwa dan kebakaran ditanggung pemerintah
Ternyata, dengan semua keuntungan tersebut, program FLPP menjadi pilihan paling realistis bagi keluarga muda yang ingin memiliki rumah pertama tanpa terbebani cicilan besar.
Simulasi KPR BTN FLPP 2026: Cicilan per Bulan
Berikut adalah simulasi KPR BTN untuk rumah subsidi FLPP terbaru 2026 berdasarkan harga rumah yang telah ditetapkan pemerintah. Perlu dicatat bahwa batasan harga jual rumah subsidi FLPP per 2026 bervariasi tergantung wilayah.
Tabel berikut menampilkan estimasi cicilan bulanan dengan asumsi bunga 5% per tahun dan uang muka 1%:
| Harga Rumah | Uang Muka (1%) | Pokok Kredit | Cicilan/Bulan (20 Thn) |
|---|---|---|---|
| Rp 162.000.000 | Rp 1.620.000 | Rp 160.380.000 | ± Rp 1.058.000 |
| Rp 166.000.000 | Rp 1.660.000 | Rp 164.340.000 | ± Rp 1.085.000 |
| Rp 185.000.000 | Rp 1.850.000 | Rp 183.150.000 | ± Rp 1.209.000 |
| Rp 220.000.000 | Rp 2.200.000 | Rp 217.800.000 | ± Rp 1.438.000 |
Simulasi di atas bersifat estimasi. Angka cicilan final dapat berbeda tergantung pada kebijakan BTN terbaru, wilayah pembangunan, serta profil keuangan pemohon.
Syarat Pengajuan KPR BTN Subsidi FLPP 2026
Sebelum mengajukan KPR BTN rumah subsidi, pastikan semua persyaratan berikut sudah terpenuhi. Pengajuan yang tidak lengkap akan memperlambat proses persetujuan.
Syarat Umum Pemohon
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Belum pernah memiliki rumah sebelumnya
- Belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah
- Penghasilan pokok tidak melebihi batasan yang ditetapkan
Batasan Penghasilan per 2026
- Rumah tapak: Penghasilan maksimal Rp 8.000.000/bulan
- Rumah susun: Penghasilan maksimal Rp 8.000.000/bulan
- Penghasilan dihitung dari slip gaji atau surat keterangan penghasilan
Dokumen yang Diperlukan
- Fotokopi KTP pemohon dan pasangan
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
- Fotokopi Akta Nikah / Akta Cerai (jika berlaku)
- Slip gaji atau surat keterangan penghasilan 3 bulan terakhir
- Surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan
- NPWP dan SPT Tahunan terakhir
- Rekening koran 3 bulan terakhir
Jadi, pastikan semua dokumen disiapkan sejak awal agar proses pengajuan berjalan lebih cepat dan lancar.
Cara Mengajukan KPR BTN Rumah Subsidi FLPP
Proses pengajuan simulasi KPR BTN hingga akad kredit terbilang cukup mudah jika semua syarat sudah dipenuhi. Berikut langkah-langkahnya secara urut:
- Pilih rumah subsidi dari pengembang (developer) yang telah terdaftar di sistem FLPP pemerintah
- Cek kelayakan melalui aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) yang tersedia di smartphone
- Kunjungi kantor BTN terdekat atau ajukan secara online melalui portal resmi BTN
- Serahkan dokumen lengkap sesuai daftar persyaratan yang telah disebutkan di atas
- Proses verifikasi oleh pihak BTN berlangsung sekitar 7–14 hari kerja
- Penandatanganan akad kredit dilakukan setelah pengajuan disetujui
- Serah terima kunci rumah dari pengembang kepada pemilik baru
Selain itu, pemohon juga bisa memanfaatkan fitur simulasi online di website resmi BTN untuk memperkirakan besaran cicilan sebelum mengajukan secara resmi.
Tips Agar Pengajuan KPR BTN Subsidi Disetujui
Faktanya, banyak pengajuan KPR subsidi ditolak bukan karena penghasilan tidak mencukupi, melainkan karena faktor-faktor administratif yang sering diabaikan. Berikut beberapa tips penting:
- Jaga skor kredit (BI Checking / SLIK OJK) — hindari tunggakan di kartu kredit atau pinjaman online
- Pastikan penghasilan tercatat secara resmi, baik melalui slip gaji maupun laporan keuangan usaha
- Pilih pengembang yang sudah terdaftar resmi di PUPR agar unit rumah bisa dibiayai FLPP
- Jangan memiliki utang konsumtif terlalu besar yang bisa mengurangi kemampuan bayar
- Siapkan dana darurat minimal 3 kali cicilan sebagai jaminan kelancaran pembayaran awal
Namun, yang paling penting adalah kejujuran dalam mengisi formulir pengajuan. Data yang tidak sesuai dengan dokumen bisa langsung menjadi alasan penolakan.
Perbandingan KPR Subsidi vs KPR Non-Subsidi 2026
Banyak yang bertanya, seberapa jauh perbedaan antara KPR subsidi FLPP dengan KPR konvensional biasa? Tabel berikut merangkum perbedaannya secara jelas:
| Aspek | KPR Subsidi FLPP | KPR Non-Subsidi |
|---|---|---|
| Suku Bunga | 5% tetap/tahun | 10–12% (floating) |
| Uang Muka | Mulai 1% | 10–30% |
| PPN | Bebas PPN | Dikenakan PPN 11% |
| Tenor Maksimal | 20 tahun | 25–30 tahun |
| Batasan Penghasilan | Maks. Rp 8 juta/bulan | Tidak ada batasan |
Dari perbandingan tersebut, terlihat jelas bahwa KPR subsidi FLPP jauh lebih menguntungkan dari sisi biaya, terutama untuk masyarakat dengan penghasilan terbatas.
Kesimpulan
Simulasi KPR BTN untuk rumah subsidi FLPP 2026 menunjukkan bahwa memiliki rumah pertama bukan lagi sekadar mimpi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan cicilan mulai dari sekitar Rp 1 jutaan per bulan, bunga tetap 5%, dan uang muka hanya 1%, program ini adalah solusi nyata yang disediakan pemerintah untuk menjawab kebutuhan hunian layak.
Langkah terbaik adalah segera cek kelayakan melalui aplikasi SiKasep, siapkan dokumen dengan lengkap, dan pilih pengembang terpercaya yang sudah terdaftar di PUPR. Semakin cepat memulai proses pengajuan, semakin cepat pula impian memiliki rumah pertama bisa terwujud di tahun 2026 ini.