KPR Subsidi FLPP menjadi solusi nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah pertama di tahun 2026. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ini hadir dari pemerintah melalui Kementerian PUPR dan BP Tapera, menawarkan bunga ringan serta cicilan terjangkau yang bisa dinikmati jutaan keluarga Indonesia.
Nah, bagi yang belum paham cara kerjanya, program ini memungkinkan calon pembeli rumah mendapatkan cicilan flat hanya 5% per tahun sepanjang tenor pinjaman, berbeda jauh dengan KPR komersial yang bunganya bisa mencapai 10–13%. Jadi, ini bukan sekadar promosi — ini benar-benar keberpihakan negara terhadap kelompok menengah bawah.
Apa Itu KPR Subsidi FLPP dan Bagaimana Cara Kerjanya?
FLPP adalah singkatan dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, sebuah skema pembiayaan di mana pemerintah menyuntikkan dana langsung ke bank pelaksana. Dana ini kemudian disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk KPR dengan bunga tetap rendah.
Skema ini berbeda dari KPR bersubsidi jenis lain seperti SBUM atau SSB. Pada KPR Subsidi FLPP 2026, bunga 5% bersifat tetap hingga lunas — tidak ada kenaikan setelah periode tertentu. Cicilan pun dimulai dari kisaran Rp 1,2 juta hingga Rp 1,8 juta per bulan, tergantung harga rumah dan tenor yang dipilih.
Berapa Harga Rumah FLPP 2026?
Pemerintah menetapkan batas harga jual rumah subsidi berdasarkan wilayah. Berikut tabel harga maksimal rumah FLPP per 2026:
| Wilayah | Harga Maksimal Rumah |
|---|---|
| Jawa (non-Jabodetabek), Sumatera (non-Kepri, non-Babel) | Rp 166.000.000 |
| Jabodetabek, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bali, NTB | Rp 181.000.000 |
| Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku | Rp 181.000.000 |
| Papua dan Papua Barat | Rp 191.000.000 |
Harga di atas sudah termasuk bangunan dan tanah, dengan luas bangunan minimal 21 m² dan luas tanah minimal 60 m². Selain itu, rumah FLPP juga bebas PPN (Pajak Pertambahan Nilai), sehingga harga yang tertera adalah harga final.
Syarat KPR Subsidi FLPP 2026 yang Wajib Dipenuhi
Tidak semua orang bisa mengajukan KPR Subsidi FLPP. Ada sejumlah persyaratan ketat yang ditetapkan pemerintah untuk memastikan program ini tepat sasaran. Berikut syarat lengkapnya:
Syarat Umum Calon Debitur
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Belum pernah memiliki rumah (first-time buyer)
- Belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah
- Tidak sedang dalam proses KPR lain di bank manapun
Syarat Penghasilan Terbaru 2026
Pemerintah memperbarui batasan penghasilan untuk penerima FLPP di tahun 2026. Batas penghasilan maksimal yang ditetapkan adalah:
- Rumah tapak: Penghasilan bulanan maksimal Rp 8.000.000
- Rumah susun/apartemen subsidi: Penghasilan bulanan maksimal Rp 8.000.000
Penghasilan yang dihitung adalah penghasilan bersih (take-home pay), bukan gaji pokok. Jadi, tunjangan tetap juga ikut diperhitungkan.
Dokumen yang Harus Disiapkan
- KTP dan KK (asli + fotokopi)
- Buku nikah atau surat keterangan belum menikah
- NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
- Slip gaji 3 bulan terakhir (untuk karyawan)
- Surat keterangan usaha dan laporan keuangan (untuk wiraswasta)
- SPT PPh Tahunan
- Buku tabungan 3 bulan terakhir
Cara Beli Rumah KPR Subsidi FLPP: Langkah demi Langkah
Proses pengajuan KPR Subsidi FLPP tidak serumit yang dibayangkan. Ikuti alur berikut agar pengajuan berjalan lancar dan tidak tertolak di tengah jalan.
- Tentukan Lokasi dan Developer: Pilih proyek perumahan bersubsidi yang sudah bermitra dengan bank pelaksana FLPP. Pastikan developer terdaftar di Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).
- Daftar di Aplikasi SiKasep: Unduh aplikasi SiKasep dari Kementerian PUPR. Lengkapi profil, unggah dokumen, dan pilih rumah yang diminati.
- Verifikasi Data oleh BP Tapera: BP Tapera akan memverifikasi apakah calon pembeli memenuhi syarat sebagai penerima FLPP. Proses ini biasanya memakan waktu 3–7 hari kerja.
- Ajukan ke Bank Pelaksana: Setelah verifikasi lolos, ajukan permohonan KPR ke bank pelaksana pilihan. Beberapa bank pelaksana FLPP 2026 antara lain BTN, BRI, BNI, dan Mandiri.
- Proses Akad Kredit: Jika semua dokumen dan penilaian kredit (BI Checking / SLIK OJK) lolos, proses akan dilanjutkan ke akad kredit dan serah terima kunci.
Selain itu, pastikan skor kredit dalam kondisi bersih sebelum mengajukan. Tunggak kartu kredit atau cicilan yang macet bisa langsung menggugurkan pengajuan.
Lokasi Perumahan KPR FLPP Terbaru 2026
Salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah: di mana saja lokasi rumah subsidi FLPP yang tersedia? Faktanya, proyek perumahan subsidi tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Wilayah dengan Pasokan Terbanyak
- Jawa Barat: Bekasi, Bogor, Karawang, Subang, Garut — pusat pasokan terbesar secara nasional
- Jawa Tengah: Semarang, Solo Raya, Brebes, Cilacap
- Jawa Timur: Malang Raya, Pasuruan, Mojokerto, Gresik
- Sumatera Utara: Medan, Deli Serdang, Binjai
- Sulawesi Selatan: Makassar, Gowa, Maros
- Kalimantan Selatan: Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut
Untuk mencari lokasi yang lebih spesifik, gunakan fitur peta di aplikasi SiKasep atau kunjungi portal resmi SIRUMAH milik Kementerian PUPR. Data proyek diperbarui secara berkala sesuai ketersediaan unit.
Tips Memilih Lokasi Rumah Subsidi
- Prioritaskan lokasi yang dekat dengan transportasi umum atau jalur tol
- Cek fasilitas sekitar: sekolah, pasar, puskesmas, dan minimarket
- Perhatikan track record developer — pastikan tidak pernah mangkrak
- Kunjungi langsung lokasi sebelum menandatangani PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli)
Keuntungan dan Keterbatasan KPR Subsidi FLPP
Sebelum memutuskan, penting untuk memahami sisi positif sekaligus keterbatasan program ini secara objektif.
| Keuntungan | Keterbatasan |
|---|---|
| Bunga tetap 5% per tahun seumur pinjaman | Rumah tidak boleh dijual dalam 5 tahun pertama |
| Bebas PPN sehingga harga lebih murah | Pilihan desain dan lokasi sangat terbatas |
| Uang muka ringan, mulai 1% | Rumah tidak boleh disewakan secara komersial |
| Tenor pinjaman hingga 20 tahun | Kuota terbatas tiap tahun, bisa habis cepat |
| Cicilan terjangkau mulai Rp 1,2 juta/bulan | Verifikasi ketat, skor kredit harus bersih |
Memahami keterbatasan ini bukan untuk menyurutkan niat, melainkan agar persiapan lebih matang dan tidak ada kekecewaan di kemudian hari.
Bank Pelaksana FLPP 2026 yang Bisa Dipilih
Pengajuan KPR Subsidi FLPP 2026 hanya bisa dilakukan melalui bank yang ditunjuk pemerintah. Berikut beberapa bank pelaksana utama:
- BTN (Bank Tabungan Negara): Bank paling dominan dalam penyaluran FLPP, dengan jaringan terluas
- BRI (Bank Rakyat Indonesia): Alternatif kuat, terutama untuk debitur di luar Jawa
- BNI (Bank Negara Indonesia): Layanan digital yang cukup memudahkan proses pengajuan
- Bank Mandiri: Tersedia di kota-kota besar dengan proses relatif cepat
- Bank Daerah (BPD): Beberapa BPD juga menjadi pelaksana FLPP di tingkat provinsi
Setiap bank memiliki prosedur dan waktu proses yang sedikit berbeda. Namun semua tunduk pada ketentuan FLPP yang ditetapkan BP Tapera dan Kementerian PUPR.
Kesimpulan
KPR Subsidi FLPP tetap menjadi program perumahan paling relevan dan terjangkau di tahun 2026, terutama bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan yang ingin mewujudkan mimpi punya rumah pertama. Dengan bunga flat 5%, uang muka ringan, dan tenor hingga 20 tahun, program ini dirancang untuk benar-benar bisa dijangkau — bukan sekadar janji di atas kertas.
Langkah paling krusial adalah segera daftar di aplikasi SiKasep, siapkan dokumen dari sekarang, dan pilih lokasi yang sesuai kebutuhan. Kuota FLPP tiap tahun terbatas, dan permintaan selalu tinggi. Jangan tunda lagi — semakin cepat bertindak, semakin besar peluang mendapatkan unit terbaik di lokasi pilihan.