Deposito bank digital kini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi dibanding bank konvensional. Per 2026, perang bunga deposito antara bank digital dan bank konvensional semakin sengit — dan pemenangnya bisa mengejutkan. Artikel ini membedah perbandingan lengkap keduanya agar keputusan investasi lebih tepat sasaran.
Banyak orang masih ragu memindahkan dana simpanan ke bank digital karena khawatir soal keamanan dan regulasi. Padahal, dengan penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang berlaku sama untuk bank digital maupun konvensional, kekhawatiran itu semakin berkurang. Nah, pertanyaannya sekarang: mana yang benar-benar lebih menguntungkan?
Apa Itu Deposito Bank Digital dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Deposito adalah produk simpanan berjangka di mana dana dikunci selama periode tertentu — mulai dari 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Selama periode tersebut, bank memberikan bunga tetap yang lebih tinggi dibanding tabungan biasa.
Deposito bank digital bekerja dengan prinsip yang sama, hanya saja seluruh prosesnya dilakukan secara online — mulai pembukaan rekening, penempatan dana, hingga pencairan. Tidak perlu antre di kantor cabang, tidak perlu dokumen fisik.
Selain itu, bank digital umumnya beroperasi dengan struktur biaya lebih rendah karena tidak menanggung beban operasional cabang fisik. Inilah yang memungkinkan mereka menawarkan bunga deposito lebih tinggi secara konsisten.
Perbandingan Bunga Deposito Bank Digital vs Bank Konvensional 2026
Berikut adalah perbandingan bunga deposito terbaru 2026 dari beberapa bank yang populer di Indonesia. Data ini merupakan gambaran umum berdasarkan tren pasar dan informasi yang tersedia per 2026:
| Bank | Jenis | Bunga per Tahun (est. 2026) | Min. Penempatan |
|---|---|---|---|
| SeaBank | Bank Digital | 6,50% – 7,00% | Rp 100.000 |
| Jago (Bank Jago) | Bank Digital | 6,00% – 6,75% | Rp 10.000 |
| Blu (BCA Digital) | Bank Digital | 5,75% – 6,50% | Rp 1.000.000 |
| BCA Konvensional | Bank Konvensional | 3,00% – 4,00% | Rp 8.000.000 |
| BRI Konvensional | Bank Konvensional | 3,25% – 4,50% | Rp 5.000.000 |
| Mandiri Konvensional | Bank Konvensional | 3,00% – 4,25% | Rp 1.000.000 |
| Allo Bank | Bank Digital | 7,00% – 7,50% | Rp 10.000 |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa deposito bank digital secara umum menawarkan bunga hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding bank konvensional besar. Namun, bunga tinggi bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan.
Keunggulan dan Kekurangan Deposito Bank Digital 2026
Keunggulan Bank Digital
- Bunga lebih tinggi — rata-rata 5,75% hingga 7,50% per tahun update 2026
- Minimum penempatan rendah — ada yang mulai dari Rp 10.000
- Proses 100% online — buka, cairkan, dan kelola dari smartphone
- Dijamin LPS — sama seperti bank konvensional, hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank
- Fleksibel — banyak bank digital yang menawarkan fitur pencairan lebih mudah
Kekurangan Bank Digital
- Tidak ada kantor fisik untuk konsultasi tatap muka
- Risiko gangguan sistem atau downtime aplikasi
- Beberapa bank digital masih terbilang baru, rekam jejak lebih pendek
- Layanan nasabah terbatas pada chat atau telepon
Keunggulan dan Kekurangan Deposito Bank Konvensional 2026
Keunggulan Bank Konvensional
- Reputasi dan stabilitas sudah teruji bertahun-tahun
- Jaringan kantor cabang luas di seluruh Indonesia
- Layanan tatap muka tersedia untuk nasabah prioritas
- Fitur perbankan lengkap dalam satu ekosistem
Kekurangan Bank Konvensional
- Bunga deposito lebih rendah, rata-rata hanya 3,00% – 4,50% per tahun
- Minimum penempatan biasanya lebih besar
- Proses administrasi bisa lebih panjang dan birokratis
Simulasi Keuntungan: Deposito Bank Digital vs Konvensional
Faktanya, selisih bunga yang terlihat kecil bisa berdampak besar jika dihitung secara aktual. Berikut simulasi sederhana dengan modal Rp 50.000.000 selama 12 bulan per 2026:
| Skenario | Bunga/Tahun | Bunga Bruto | Pajak 20% | Bunga Neto |
|---|---|---|---|---|
| Bank Konvensional | 4,00% | Rp 2.000.000 | Rp 400.000 | Rp 1.600.000 |
| Bank Digital (sedang) | 6,50% | Rp 3.250.000 | Rp 650.000 | Rp 2.600.000 |
| Bank Digital (tertinggi) | 7,50% | Rp 3.750.000 | Rp 750.000 | Rp 3.000.000 |
Dengan modal yang sama, deposito bank digital berbunga tertinggi menghasilkan keuntungan neto hampir dua kali lipat dibanding bank konvensional besar. Selisih Rp 1.400.000 per tahun dari modal Rp 50 juta — angka yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Tips Memilih Deposito dengan Bunga Tertinggi yang Aman
Bunga tinggi memang menggoda, tetapi keamanan dana tetap menjadi prioritas utama. Nah, berikut beberapa hal yang perlu dicek sebelum menaruh dana di deposito manapun:
- Pastikan terdaftar dan diawasi OJK — ini syarat mutlak untuk semua bank legal di Indonesia per 2026
- Cek status penjaminan LPS — simpanan dijamin hingga Rp 2 miliar dengan syarat bunga deposito tidak melebihi bunga penjaminan LPS yang berlaku
- Perhatikan tenor yang ditawarkan — bunga tertinggi sering ada di tenor 1 atau 3 bulan pada bank digital
- Baca syarat dan ketentuan pencairan — pastikan ada klausul pencairan darurat jika dibutuhkan
- Diversifikasi ke beberapa bank — jangan menaruh semua dana di satu bank, terutama untuk nominal besar
Deposito Bank Digital: Apakah Sudah Waktunya Beralih?
Tren terbaru 2026 menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap bank digital terus meningkat. Regulasi OJK yang semakin ketat terhadap bank digital justru menjadi sinyal positif bahwa ekosistem perbankan digital Indonesia semakin matang dan terpercaya.
Namun, pilihan terbaik tidak harus selalu satu atau lainnya. Strategi yang banyak digunakan oleh investor cerdas adalah hybrid approach — menempatkan sebagian dana di bank digital untuk mengejar bunga tertinggi, dan sebagian lagi di bank konvensional besar untuk ketenangan pikiran dan akses layanan lengkap.
Selain itu, perlu diingat bahwa bunga deposito bank digital juga bisa berubah mengikuti kebijakan BI Rate. Jadi, selalu pantau update 2026 dari bank pilihan secara berkala agar tidak ketinggalan promo bunga spesial yang sering hadir di awal tahun atau akhir kuartal.
Kesimpulan
Perbandingan deposito bank digital vs bank konvensional per 2026 menunjukkan satu kesimpulan yang cukup jelas: bank digital unggul signifikan dalam hal bunga, aksesibilitas, dan kemudahan pengelolaan. Sementara bank konvensional tetap relevan untuk nasabah yang mengutamakan jaringan fisik dan reputasi jangka panjang.
Jadi, sebelum memutuskan menaruh dana dalam bentuk deposito, bandingkan bunga terbaru 2026 dari beberapa bank sekaligus, pastikan sudah terdaftar OJK dan dijamin LPS, lalu pilih yang paling sesuai dengan profil kebutuhan dan toleransi risiko. Mulai dengan nominal kecil di bank digital untuk merasakan sendiri pengalamannya — dan biarkan bunga bekerja secara konsisten dari waktu ke waktu.