Beranda » Ekonomi » Pinjaman Produktif Petani dan Nelayan dari Pemerintah 2026

Pinjaman Produktif Petani dan Nelayan dari Pemerintah 2026

Pinjaman produktif untuk petani dan nelayan kembali menjadi sorotan di tahun 2026, seiring meningkatnya kebutuhan modal usaha di sektor pertanian dan kelautan. Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga keuangan resmi telah menyiapkan sejumlah program kredit bersubsidi yang dirancang khusus agar para pelaku usaha kecil di desa bisa berkembang tanpa terjebak rentenir.

Faktanya, masih banyak petani dan nelayan yang belum mengetahui akses pembiayaan resmi ini. Padahal, program-program tersebut menawarkan bunga sangat rendah, bahkan ada yang nyaris nol persen. Artikel ini merangkum daftar lengkap program pinjaman produktif terbaru 2026 beserta syarat dan cara mengaksesnya.

Apa Itu Pinjaman Produktif untuk Petani dan Nelayan?

Pinjaman produktif adalah fasilitas kredit yang ditujukan untuk membiayai kegiatan usaha, bukan konsumtif. Bagi petani, dananya bisa dipakai membeli pupuk, benih, atau alat pertanian. Bagi nelayan, bisa untuk membeli kapal, jaring, atau mesin.

Program ini berbeda dengan pinjaman biasa karena mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Artinya, peminjam tidak harus menanggung suku bunga pasar yang bisa mencapai 12–18% per tahun. Selain itu, persyaratannya pun jauh lebih longgar dibanding kredit komersial pada umumnya.

Daftar Program Pinjaman Produktif Pemerintah 2026

Berikut adalah program-program resmi yang bisa diakses petani dan nelayan per 2026. Masing-masing memiliki fokus, plafon, dan lembaga penyalur yang berbeda.

Baca Juga :  Skill Masa Depan 2026: Investasi Pendidikan Paling Cuan!

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian

KUR Pertanian adalah program andalan pemerintah yang disalurkan melalui bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di tahun 2026, pemerintah meningkatkan alokasi KUR sektor pertanian secara signifikan.

  • Plafon: Rp 10 juta – Rp 500 juta
  • Suku bunga: 6% per tahun (disubsidi pemerintah)
  • Tenor: Hingga 5 tahun untuk modal kerja, 10 tahun untuk investasi
  • Jaminan: Tidak wajib untuk KUR Mikro (di bawah Rp 100 juta)
  • Penyalur: BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, dan bank daerah

KUR menjadi pilihan paling populer karena prosesnya cepat dan bisa diakses di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.

2. KUR Nelayan (KUR Kelautan dan Perikanan)

Khusus untuk nelayan, pemerintah menyediakan KUR Kelautan dan Perikanan yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program update 2026 ini memberikan kelonggaran tenor lebih panjang sesuai siklus panen laut.

  • Plafon: Rp 10 juta – Rp 2 miliar (tergantung skala usaha)
  • Suku bunga: 6% per tahun
  • Peruntukan: Kapal, mesin, jaring, cold storage kecil, budidaya tambak
  • Penyalur: BRI, Bank Mandiri, dan lembaga keuangan mitra KKP

3. RESPEK (Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan)

Program ini dikelola melalui Dana Desa dan diperuntukkan bagi kelompok tani atau kelompok nelayan yang sudah berbadan hukum. Sifatnya bergulir, sehingga dana yang sudah dikembalikan bisa dipinjam lagi oleh anggota kelompok lain.

4. Pembiayaan LKMA Prima Tani

Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) adalah unit simpan pinjam yang dibentuk di tingkat desa oleh Kementerian Pertanian. Per 2026, sudah ada ribuan LKMA aktif di seluruh Indonesia.

  • Plafon: Rp 1 juta – Rp 50 juta
  • Bunga: 1–1,5% per bulan (lebih rendah dari koperasi konvensional)
  • Tanpa agunan untuk anggota aktif kelompok tani
  • Proses cair: 3–7 hari kerja
Baca Juga :  Mobile Banking Terbaik 2026: Duel Super App BCA, BRI, Mandiri, BNI!

5. Program Pembiayaan BUMN: PNM Mekaar Petani

PNM (Permodalan Nasional Madani) memiliki program khusus untuk perempuan petani desa bernama Mekaar. Di tahun 2026, program ini diperluas jangkauannya ke daerah terpencil dan kepulauan.

  • Plafon awal: Rp 2 juta – Rp 10 juta
  • Naik bertahap hingga Rp 50 juta bagi nasabah setia
  • Tanpa agunan, sistem tanggung renteng kelompok
  • Pendampingan usaha gratis dari PNM

Tabel Perbandingan Program Pinjaman Produktif 2026

Berikut ringkasan perbandingan program agar lebih mudah memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan:

ProgramPlafon MaksBunga/TahunAgunan
KUR PertanianRp 500 juta6%Tidak wajib (mikro)
KUR KelautanRp 2 miliar6%Tidak wajib (mikro)
LKMA Prima TaniRp 50 juta12–18%Tidak diperlukan
PNM Mekaar PetaniRp 50 juta~24%Tanpa agunan
RESPEK (Dana Desa)Variatif0–3%Tanpa agunan

Dari tabel di atas, KUR masih menjadi pilihan terbaik dari sisi bunga terendah dan plafon tertinggi. Namun untuk yang baru memulai atau belum punya agunan, LKMA dan PNM Mekaar bisa jadi pintu masuk yang lebih mudah.

Syarat Umum Mengajukan Pinjaman Produktif Petani dan Nelayan

Meski tiap program punya ketentuan masing-masing, ada sejumlah dokumen yang hampir selalu dibutuhkan. Persiapkan lebih awal agar proses pengajuan berjalan lancar.

  1. KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku
  2. Surat keterangan usaha dari kepala desa atau kelurahan
  3. Kartu Tanda Anggota (KTA) kelompok tani atau nelayan (untuk program berbasis kelompok)
  4. Foto lahan, kapal, atau aset usaha (beberapa bank meminta ini)
  5. Rencana usaha atau proposal sederhana (untuk plafon di atas Rp 50 juta)
  6. Rekening tabungan aktif di bank penyalur

Nah, bagi yang belum punya rekening bank, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuka rekening di BRI atau BNI terdekat. Prosesnya gratis dan bisa selesai dalam satu hari.

Baca Juga :  Investasi Emas Batangan vs Digital: Panduan Cuan 2026

Cara Mengajukan Pinjaman Produktif: Langkah Demi Langkah

Proses pengajuan tidak serumit yang dibayangkan. Berikut alur yang bisa diikuti, khususnya untuk KUR yang paling banyak diminati:

  1. Kunjungi kantor bank penyalur terdekat — BRI Unit di kecamatan adalah yang paling dekat dengan desa
  2. Sampaikan tujuan pinjaman — Jelaskan kebutuhan modal untuk pertanian atau perikanan
  3. Serahkan dokumen persyaratan — Petugas akan memverifikasi kelengkapan berkas
  4. Survei lapangan — Bank akan mengunjungi lokasi usaha untuk verifikasi
  5. Penandatanganan akad kredit — Jika disetujui, dilakukan penandatanganan perjanjian
  6. Dana cair — Biasanya dalam 7–14 hari kerja setelah pengajuan lengkap

Selain itu, program seperti LKMA bisa diakses langsung melalui kantor gapoktan (gabungan kelompok tani) di desa masing-masing tanpa harus ke kota.

Tips Agar Pengajuan Pinjaman Tidak Ditolak

Banyak pengajuan gagal bukan karena syaratnya sulit, melainkan karena persiapan yang kurang. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan tidak memiliki tunggakan kredit di lembaga keuangan manapun (cek SLIK OJK)
  • Ajukan jumlah yang realistis sesuai skala usaha — jangan terlalu besar di pengajuan pertama
  • Surat keterangan usaha dari desa harus jelas mencantumkan jenis usaha dan lama beroperasi
  • Tunjukkan histori transaksi atau catatan keuangan sederhana meski tidak formal
  • Bergabung dengan kelompok tani atau kelompok nelayan untuk memperkuat profil pengajuan

Ternyata, menjadi anggota aktif kelompok tani bisa sangat memengaruhi keputusan bank. Lembaga keuangan cenderung lebih percaya pada peminjam yang tergabung dalam komunitas terorganisir.

Kesimpulan

Pinjaman produktif untuk petani dan nelayan dari pemerintah di tahun 2026 tersedia dalam beragam pilihan — mulai dari KUR dengan bunga 6% per tahun, LKMA berbasis desa, hingga PNM Mekaar yang tanpa agunan. Semua dirancang untuk memutus rantai ketergantungan pada rentenir dan mendorong pertumbuhan usaha di sektor pangan nasional.

Jangan tunda lagi. Segera siapkan dokumen, kunjungi bank atau lembaga keuangan terdekat, dan manfaatkan program kredit resmi ini sebaik-baiknya. Modal yang tepat di tangan yang tepat bisa mengubah skala usaha pertanian dan perikanan secara signifikan. Cari informasi lebih lanjut melalui situs resmi BRI, Kementerian Pertanian, atau Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk detail program terkini 2026.