Naik haji, siapa sih yang nggak mau? Kabar baiknya, ada angin segar nih buat kamu yang berencana berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah baru saja mengumumkan biaya haji 2026 resmi turun dibandingkan tahun sebelumnya. Lumayan banget, kan?
Meski begitu, jangan sampai lengah ya. Persiapan dana haji tetap butuh perencanaan yang matang. Apalagi, masa tunggu haji sekarang sudah diseragamkan jadi 26 tahun untuk seluruh Indonesia. Artinya, butuh kesabaran ekstra dan strategi nabung yang jitu!
Kabar Gembira: Biaya Haji 2026 Lebih Ringan Rp2 Juta!
Kementerian Haji dan Umrah bareng Komisi VIII DPR RI sepakat menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M yang lebih bersahabat dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah!
Total BPIH 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.365,45. Angka ini turun sekitar Rp2 juta dibandingkan BPIH 2025 yang mencapai Rp89,41 juta. Penurunan ini tentu jadi kabar baik bagi calon jemaah.
Dari total tersebut, biaya yang dibayarkan langsung oleh jemaah (Bipih) adalah Rp54.193.806,58 atau sekitar 62% dari total BPIH. Sisanya, Rp33.215.000, ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui nilai manfaat dana haji.
Kenapa Biaya Haji Bisa Turun?
Ternyata, ada beberapa faktor yang bikin biaya haji 2026 ini bisa lebih rendah. Pertama, pengelolaan dana haji oleh BPKH semakin efisien. Kedua, hasil investasi dana manfaat meningkat hingga lebih dari Rp15 triliun. Mantap!
Ketiga, negosiasi yang lebih oke untuk akomodasi, transportasi, dan katering di Arab Saudi. Keempat, stabilitas kurs rupiah terhadap riyal dan dolar ikut membantu menekan biaya operasional. Jadi, semua saling mendukung, ya!
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjutak, memastikan bahwa penurunan biaya ini nggak akan mengurangi kualitas layanan untuk jemaah haji Indonesia. Tetap nyaman dan aman!
Rincian Lengkap BPIH dan Bipih 2026: Apa Bedanya?
Biar nggak bingung, yuk kita bedah dulu struktur biaya haji ini. Penting untuk memahami perbedaan antara BPIH dan Bipih.
Apa Itu BPIH?
BPIH, atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, adalah total dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan ibadah haji. Ini mencakup semua biaya operasional, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Apa Itu Bipih?
Bipih, atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji, adalah biaya yang wajib dibayarkan langsung oleh jemaah. Selisih antara BPIH dan Bipih ditanggung dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh BPKH.
Komponen Penggunaan Dana Haji
Sesuai UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, biaya haji digunakan untuk banyak hal. Mulai dari tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Arab Saudi, akomodasi di Makkah dan Madinah, sampai konsumsi selama kurang lebih 41 hari.
Dana juga dialokasikan untuk transportasi lokal di Arab Saudi, pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pelayanan di embarkasi dan debarkasi, serta dokumen perjalanan dan perlengkapan jemaah. Lengkap, kan?
Nggak cuma itu, biaya juga mencakup perlindungan dan asuransi jemaah, serta biaya hidup selama menjalankan ibadah haji.
Bipih Beda-beda Tiap Embarkasi?
Perlu dicatat, Bipih berbeda di setiap embarkasi. Kenapa? Karena dipengaruhi oleh jarak tempuh penerbangan, harga tiket pesawat, dan layanan pendukung lainnya di masing-masing embarkasi.
Embarkasi yang lebih dekat ke Arab Saudi, seperti Aceh, punya Bipih yang lebih rendah dibanding embarkasi di Indonesia bagian timur.
Setoran Awal Haji: Syarat Wajib Dapat Nomor Porsi!
Mau daftar haji dan dapat nomor porsi? Caranya gampang! Calon jemaah harus membayar setoran awal ke rekening tabungan haji di Bank Penerima Setoran (BPS BPIH).
Berapa Sih Setoran Awal Haji?
Setoran awal haji yang ditetapkan pemerintah adalah Rp25.000.000 per orang. Nominal ini sudah berlaku sejak tahun 2010 dan belum berubah sampai tahun 2026.
Setoran awal ini jadi syarat mutlak untuk dapat nomor porsi haji. Ibaratnya, ini antrian resmi keberangkatan kamu.
Syarat Dokumen Pendaftaran Haji
Untuk mendaftar haji, calon jemaah harus menyiapkan beberapa dokumen penting. Ini dia daftarnya:
- KTP elektronik (e-KTP) yang masih berlaku sesuai domisili.
- Kartu Keluarga (KK) terbaru.
- Akta kelahiran atau ijazah sebagai bukti identitas.
- Pas foto berwarna ukuran 3×4 dan 4×6 dengan latar belakang putih.
- Surat keterangan sehat dari Puskesmas atau rumah sakit.
Syarat Calon Jemaah Haji
Calon jemaah haji juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Wajib beragama Islam dan berstatus Warga Negara Indonesia. Usia minimal 12 tahun saat pendaftaran.
Buat yang sudah pernah naik haji, baru bisa daftar lagi setelah jeda 10 tahun sejak keberangkatan terakhir. Calon jemaah juga harus sehat jasmani dan rohani serta memenuhi istitha’ah kesehatan.
Proses Mendapatkan Nomor Porsi
Setelah buka tabungan haji dan setor awal Rp25 juta, calon jemaah tanda tangan surat pernyataan bahwa sudah memenuhi ketentuan dari Kementerian Agama.
Dana setoran awal kemudian ditransfer ke rekening BPKH melalui bank yang sama. Bank akan kasih bukti setoran dengan nomor validasi yang harus disimpan baik-baik.
Bukti setoran ini dibawa ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota terdekat maksimal 5 hari kerja sejak setoran. Setelah data diverifikasi lengkap, calon jemaah akan dapat nomor porsi haji.
Pilihan Produk Tabungan Haji di Bank Syariah: Mana yang Cocok?
Tabungan haji cuma bisa dibuka di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) yang terintegrasi dengan SISKOHAT Kementerian Agama. Berikut beberapa pilihannya:
1. BSI Tabungan Haji Indonesia
Bank Syariah Indonesia (BSI) adalah bank syariah terbesar di Indonesia yang mengelola sekitar 81,5% jemaah haji nasional. Per April 2025, BSI mencatat lebih dari 65.000 rekening Tabungan Haji Muda Indonesia.
BSI menyediakan dua jenis akad, yaitu Wadiah (titipan tanpa bagi hasil) dan Mudharabah (kerjasama dengan bagi hasil). Setoran awal pembukaan rekening hanya Rp100.000 dengan biaya administrasi bulanan gratis.
Untuk akad Mudharabah, nasabah dapat bagi hasil dengan equivalent rate sekitar 0,0899% per tahun. Tabungan ini tersedia untuk nasabah dewasa (17 tahun ke atas) dan anak-anak (BSI Tabungan Haji Muda Indonesia).
2. Bank Muamalat Tabungan iB Hijrah Haji
Bank Muamalat menawarkan Tabungan iB Hijrah Haji dengan setoran awal mulai Rp50.000. Tabungan ini bebas biaya administrasi bulanan dan terhubung langsung dengan SISKOHAT.
Produk ini bisa diikuti semua usia, baik dewasa maupun anak-anak. Pembayaran premi ditarik otomatis dari tabungan, memudahkan nasabah mengelola dana haji.
3. Bank Mega Syariah Tabungan Haji iB
Bank Mega Syariah menyediakan Tabungan Haji iB dengan setoran awal Rp100.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak-anak. Biaya administrasi bulanan gratis, jadi saldo nggak kepotong.
Tabungan ini terintegrasi dengan SISKOHAT dan memberikan kemudahan dalam proses pendaftaran porsi haji.
4. Bank BNI Syariah (Blife Solusi Pintar)
BNI Syariah yang sekarang jadi bagian BSI juga punya produk tabungan haji dengan fitur serupa. Masa pembayaran premi fleksibel, bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.
Akad Wadiah vs Mudharabah: Pilih Mana?
Akad Wadiah artinya nasabah menitipkan dana tanpa mengharapkan bagi hasil. Dana murni disimpan dan dijamin keamanannya oleh bank.
Akad Mudharabah artinya bank mengelola dana nasabah untuk usaha syariah yang halal. Keuntungan dari pengelolaan dibagi antara bank dan nasabah sesuai nisbah yang disepakati.
Cara Buka Rekening Tabungan Haji: Panduan Lengkap!
Buka rekening tabungan haji itu gampang banget! Bisa dilakukan di kantor cabang bank syariah terdekat.
Langkah-Langkah Buka Rekening
Pertama, siapkan dokumen yang diperlukan: KTP asli yang masih berlaku dan NPWP (jika ada). Untuk calon jemaah anak-anak, siapkan KTP orang tua dan akta kelahiran anak.
Kedua, kunjungi kantor cabang bank syariah yang jadi BPS BPIH pilihan kamu. Ketiga, bilang ke petugas kalau kamu mau buka rekening tabungan haji.
Keempat, isi formulir pembukaan rekening yang disediakan bank. Kelima, serahkan dokumen persyaratan ke petugas untuk diverifikasi.
Keenam, lakukan setoran awal pembukaan rekening sesuai ketentuan bank (Rp50.000 hingga Rp100.000). Ketujuh, simpan buku tabungan dan kartu debit (jika ada) yang dikasih bank.
Nabung Sampai Rp25 Juta: Tips Jitu
Setelah rekening aktif, kamu bisa nabung rutin sampai saldo mencapai Rp25 juta. Setoran bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan nominal minimal.
Begitu saldo cukup, informasikan ke bank untuk proses pendaftaran ke SISKOHAT. Bank akan bantu transfer dana ke BPKH dan penerbitan bukti setoran untuk dapat nomor porsi.
Buka Rekening Online: Bisa Nggak?
Beberapa bank, seperti BSI, sudah menyediakan fasilitas buka rekening tabungan haji secara online lewat aplikasi mobile banking. Tapi, untuk pendaftaran porsi haji, tetap harus verifikasi di kantor cabang.
Simulasi Menabung untuk Lunasi Biaya Haji: Yuk Hitung!
Dengan biaya haji 2026 yang harus dibayar jemaah sekitar Rp54 juta, berikut simulasi nabung yang bisa kamu terapkan:
Simulasi 1: Target Setoran Awal Rp25 Juta
Kalau mau dapat nomor porsi dalam 2 tahun, kamu perlu nabung sekitar Rp1.042.000 per bulan. Untuk target 3 tahun, cukup nabung Rp695.000 per bulan. Kalau targetnya 5 tahun, kamu cuma perlu sisihkan Rp417.000 per bulan.
Simulasi 2: Target Pelunasan Rp54 Juta
Setelah dapat nomor porsi, kamu masih perlu lunasi sisa biaya sekitar Rp29 juta (Bipih dikurangi setoran awal plus saldo virtual account).
Dengan masa tunggu 26 tahun, kamu punya waktu panjang banget untuk kumpulkan dana pelunasan. Kalau nabung Rp100.000 per bulan selama 26 tahun, total terkumpul sekitar Rp31,2 juta.
Tapi, ingat ya, biaya haji kemungkinan akan naik setiap tahun. Lebih baik nabung lebih besar untuk antisipasi kenaikan biaya di masa depan.
Simulasi 3: Tabungan Intensif 10 Tahun
Kalau mau persiapkan dana lebih cepat, kamu bisa nabung Rp450.000 per bulan selama 10 tahun. Total terkumpul sekitar Rp54 juta, cukup untuk lunasi biaya haji saat tiba waktu berangkat.
Tips Konsisten Menabung Haji
Sisihkan dana untuk tabungan haji di awal bulan, bukan sisa gaji. Anggap tabungan haji sebagai kewajiban, bukan pilihan.
Manfaatkan fitur autodebet biar setoran otomatis terpotong dari rekening utama. Gunakan bonus, THR, atau penghasilan tambahan untuk menambah saldo tabungan haji.
Estimasi Keberangkatan dan Daftar Tunggu 2026: Berapa Lama?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul: kapan bisa berangkat haji setelah mendaftar? Jawabannya tergantung pada masa tunggu yang berlaku.
Masa Tunggu Haji Seragam: 26 Tahun!
Mulai tahun 2026, pemerintah menerapkan formula baru. Masa tunggu haji sekarang diseragamkan jadi 26,4 tahun atau sekitar 27 tahun untuk seluruh provinsi di Indonesia. Panjang juga, ya!
Artinya, kalau kamu daftar haji di tahun 2026, estimasi keberangkatan sekitar tahun 2052 atau 2053. Selisihnya relatif sama di semua daerah.
Kenapa Masa Tunggu Diseragamkan?
Dulu, masa tunggu haji beda-beda antar daerah. Ada yang cuma 11 tahun, ada yang sampai 47 tahun. Perbedaan ini dinilai nggak adil.
Sesuai UU Nomor 14 Tahun 2025, pembagian kuota haji sekarang pakai pendekatan proporsi daftar tunggu (waiting list). Rumusnya: jumlah daftar tunggu provinsi dibagi total daftar tunggu nasional, dikali kuota reguler nasional.
Dengan formula ini, setiap daerah punya estimasi waktu keberangkatan yang sama, memenuhi prinsip keadilan dan kepastian hukum.
Kuota Haji Indonesia 2026
Total kuota haji Indonesia untuk musim haji 1447 H/2026 M ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, 92% dialokasikan untuk haji reguler yang dikelola Kemenag dan 8% untuk haji khusus yang dikelola penyelenggara berizin.
Cara Cek Estimasi Keberangkatan
Setelah dapat nomor porsi, kamu bisa cek estimasi keberangkatan lewat website resmi Kemenhaj di https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan. Masukkan nomor porsi dan kode captcha, lalu klik “Cari”.
Kamu juga bisa pakai aplikasi Satu Haji (sebelumnya Haji Pintar) yang tersedia di Play Store dan App Store untuk pantau status pendaftaran dan estimasi keberangkatan.
Alternatif: Haji Khusus dan Furoda
Buat yang mau berangkat lebih cepat, ada opsi haji khusus (haji plus) dengan masa tunggu 3 hingga 8 tahun dan haji furoda yang bisa berangkat di tahun yang sama.
Tapi, biayanya jauh lebih mahal. Haji khusus 2025 sekitar USD 8.000 (Rp130 jutaan), sementara haji furoda berkisar USD 16.500 hingga USD 25.000 (Rp270 juta hingga Rp420 juta).
Tabel Rincian Biaya Haji per Embarkasi (Update 2026)
Berikut ini adalah tabel rincian biaya haji per embarkasi yang bisa menjadi acuan. Data ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025. Angka Bipih merupakan rata-rata per embarkasi dan dapat berbeda sedikit tergantung rute penerbangan dan layanan pendukung. Setoran awal Rp25 juta dan saldo virtual account akan dikurangkan dari Bipih saat pelunasan.
| Embarkasi | BPIH (Rp) | Bipih (Rp) |
|---|---|---|
| Aceh (BTJ) | 83.000.000 | 50.000.000 |
| Medan (KNO) | 84.000.000 | 51.000.000 |
| Padang (PDG) | 85.000.000 | 52.000.000 |
| Jakarta (JKT) | 87.000.000 | 54.000.000 |
| Surabaya (SUB) | 88.000.000 | 55.000.000 |
| Makassar (UPG) | 89.000.000 | 56.000.000 |
BPIH adalah total biaya penyelenggaraan haji per jemaah. Sementara itu, Bipih adalah biaya yang dibayar langsung oleh jemaah. Selisihnya ditanggung dari nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH.
Embarkasi dengan jarak lebih dekat ke Arab Saudi (seperti Aceh dan Medan) memiliki biaya lebih rendah karena ongkos penerbangan lebih murah.
Persiapan Selama Masa Tunggu Haji: Jangan Sia-Siakan Waktu!
Dengan masa tunggu 26 tahun, kamu punya waktu panjang untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh. Manfaatkan sebaik mungkin!
Persiapan Finansial
Terus menabung secara konsisten untuk dana pelunasan. Antisipasi kenaikan biaya haji dengan menyimpan dana lebih dari target minimal.
Pertimbangkan investasi syariah seperti emas atau reksa dana syariah untuk menjaga nilai uang dari inflasi.
Persiapan Fisik
Jaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Istitha’ah kesehatan jadi syarat utama keberangkatan haji. Beberapa kondisi kesehatan seperti gagal ginjal yang perlu dialisis, penyakit jantung berat, atau penyakit paru kronis bisa bikin gagal berangkat.
Olahraga teratur dan pemeriksaan kesehatan berkala penting banget, terutama menjelang waktu keberangkatan.
Persiapan Ilmu
Pelajari tata cara ibadah haji dan umrah sejak jauh-jauh hari. Ikuti manasik haji yang diselenggarakan Kemenag atau lembaga keagamaan terpercaya.
Pelajari juga doa-doa haji, sejarah tempat-tempat suci, dan adab berperilaku di Tanah Suci.
Jadwal Pelunasan Haji 2026: Jangan Sampai Ketinggalan!
Buat calon jemaah yang sudah terdaftar dan berhak berangkat tahun 2026, berikut jadwal pelunasan yang perlu diketahui:
Pelunasan Tahap 1
Pelunasan tahap pertama dibuka mulai 24 November 2025 hingga 23 Desember 2025. Jemaah bisa cek status berhak lunas lewat website https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan.
Pelunasan Tahap 2
Buat yang nggak berhasil melunasi di tahap pertama, masih ada kesempatan di tahap kedua yang jadwalnya akan diumumkan kemudian oleh Kemenag.
Syarat Pelunasan
Jemaah yang berhak melunasi harus sudah terdaftar dengan nomor porsi yang valid, sudah setor awal sesuai ketentuan, siapkan identitas lengkap (KTP, KK, paspor), dan memenuhi istitha’ah kesehatan.
Dana pelunasan harus tersedia penuh dan masuk kategori prioritas sesuai kuota tahun berjalan.
FAQ: Pertanyaan Seputar Biaya Haji 2026
Berapa biaya haji 2026 yang harus dibayar jemaah?
Biaya yang dibayar langsung oleh jemaah (Bipih) rata-rata sekitar Rp54.193.806. Namun setelah dikurangi setoran awal Rp25 juta dan saldo virtual account, jemaah membayar sekitar Rp26 hingga Rp29 juta saat pelunasan.
Berapa setoran awal untuk mendaftar haji?
Setoran awal untuk dapat nomor porsi haji adalah Rp25.000.000. Nominal ini belum berubah sejak tahun 2010.
Di mana bisa buka tabungan haji?
Tabungan haji bisa dibuka di Bank Penerima Setoran (BPS BPIH) seperti BSI, Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, dan bank syariah lainnya yang terhubung dengan SISKOHAT Kemenag.
Berapa lama masa tunggu haji setelah mendaftar?
Mulai 2026, masa tunggu haji diseragamkan menjadi 26,4 tahun atau sekitar 27 tahun untuk seluruh provinsi di Indonesia. Kalau daftar tahun 2026, estimasi berangkat sekitar tahun 2052 atau 2053.
Apakah biaya haji bisa dicicil?
Setoran awal untuk tabungan haji bisa dicicil dengan menabung rutin hingga mencapai Rp25 juta. Tapi, pelunasan Bipih harus dibayar penuh saat tahap pelunasan dibuka.
Bagaimana cara cek estimasi keberangkatan haji?
Cek lewat website https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan dengan memasukkan nomor porsi. Bisa juga pakai aplikasi Satu Haji yang tersedia di Play Store dan App Store.
Apa beda haji reguler dan haji khusus?
Haji reguler dikelola Kemenag dengan biaya sekitar Rp54 juta dan masa tunggu 26 tahun. Haji khusus (plus) dikelola penyelenggara berizin dengan biaya sekitar Rp130 juta dan masa tunggu 3 hingga 8 tahun.
Apakah anak kecil bisa didaftarkan haji?
Ya, usia minimal pendaftaran haji adalah 12 tahun. Beberapa bank seperti BSI menyediakan Tabungan Haji Muda Indonesia yang bisa dibuka untuk anak sejak usia 0 tahun.
Apa yang terjadi jika gagal melunasi tepat waktu?
Jika gagal melunasi di tahap yang ditentukan, status jemaah dikembalikan ke daftar tunggu untuk tahun berikutnya. Jemaah harus konfirmasi ulang ke Kemenag setempat.
Apakah biaya haji akan terus naik setiap tahun?
Biaya haji dipengaruhi banyak faktor seperti nilai tukar rupiah, inflasi di Arab Saudi, dan kebijakan pengelolaan dana haji. Meski tahun 2026 turun, nggak ada jaminan akan terus turun di tahun-tahun berikutnya.
Penutup: Yuk, Siapkan Diri ke Baitullah!
Biaya haji 2026 yang turun jadi kabar baik buat calon jemaah. Total Bipih yang harus dibayar sekitar Rp54 juta, dengan pelunasan riil sekitar Rp26 hingga Rp29 juta setelah dikurangi setoran awal.
Meski masa tunggu mencapai 26 tahun, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri secara finansial, fisik, dan spiritual. Mulai nabung dari sekarang biar saat tiba waktu pelunasan, dana sudah tersedia.
Buka tabungan haji di bank syariah terpercaya seperti BSI, Bank Muamalat, atau Bank Mega Syariah. Setoran awal pembukaan rekening cuma Rp50.000 hingga Rp100.000, terjangkau banget buat mulai langkah pertama menuju Baitullah.
Semoga Allah SWT memudahkan niat dan langkah kamu untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Aamiin.
Terakhir diperbarui: Januari 2026 | Sumber: Kementerian Haji dan Umrah RI, BPKH, Keppres No. 34 Tahun 2025