Tahun 2026 sudah di depan mata. Apakah Anda masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial? Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia punya pertanyaan yang sama. Wajar saja, data penerima bantuan itu dinamis, alias bisa berubah sewaktu-waktu.
Kabar baiknya, sekarang cek status bansos bisa dilakukan sendiri, cukup pakai HP dan koneksi internet! Tidak perlu lagi antre di kelurahan atau menunggu kabar dari pendamping PKH. Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menyediakan fasilitas cek online, baik lewat website maupun aplikasi.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk cek bansos online via HP. Dijamin praktis dan anti ribet!
Kenapa Cek Bansos Itu Penting?
Data kemiskinan itu dinamis. Kemensos rutin memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setiap bulan melalui proses verifikasi dan validasi (verval). Jadi, bisa saja bulan lalu Anda menerima bantuan, bulan ini tidak lagi, karena dianggap sudah mampu (graduasi). Begitu pula sebaliknya.
Pengecekan rutin itu penting agar hak Anda sebagai penerima bantuan tidak terlewat. Berikut beberapa alasannya:
- Memastikan hak terpenuhi: Mengetahui apakah dana bantuan sudah cair atau masih dalam proses.
- Validasi data: Memastikan data NIK dan nama sudah sesuai dengan data Dukcapil.
- Tindak lanjut cepat: Jika ada kendala pencairan, bisa segera melapor untuk perbaikan.
Siapkan Ini Dulu Sebelum Cek Bansos
Sebelum mulai cek, pastikan Anda sudah menyiapkan:
- HP dengan koneksi internet stabil
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK)
Cara Cek Bansos Lewat Website (Tanpa Aplikasi)
Cara ini paling simpel karena tidak perlu download aplikasi. Cukup buka browser di HP Anda dan ikuti langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Buka Browser
Buka aplikasi browser di HP Anda, seperti Chrome, Safari, atau Firefox.
Langkah 2: Akses Website Resmi
Ketik alamat cekbansos.kemensos.go.id di kolom pencarian. Ingat, pastikan domainnya .go.id untuk menghindari situs palsu!
Langkah 3: Isi Data Wilayah
Di halaman utama, isi data wilayah sesuai KTP Anda:
- Pilih Provinsi
- Pilih Kabupaten/Kota
- Pilih Kecamatan
- Pilih Desa/Kelurahan
Langkah 4: Masukkan Nama Lengkap
Ketik nama lengkap Anda sebagai penerima manfaat, persis seperti yang tertera di KTP. Jangan gunakan singkatan atau tambahan gelar.
Langkah 5: Isi Kode Captcha
Ketik 4 huruf kode captcha yang muncul di layar. Jika tidak terbaca jelas, klik ikon refresh untuk mendapat kode baru.
Langkah 6: Klik “Cari Data”
Tekan tombol biru “CARI DATA” dan tunggu beberapa detik hingga hasil pencarian muncul.
Cara Membaca Hasil Pencarian
Setelah data ditemukan, akan muncul tabel berisi informasi kepesertaan. Setiap kolom punya arti tersendiri. Misalnya kolom “Status”, “Keterangan”, dan lain-lain. Perhatikan dengan seksama!
Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos punya fitur yang lebih lengkap dibandingkan website. Selain cek status, ada fitur Usul dan Sanggah untuk ikut mengawasi penyaluran bansos. Tertarik?
Langkah 1: Download Aplikasi
- Buka Play Store (Android) atau App Store (iOS).
- Cari “Cek Bansos” atau “Aplikasi Cek Bansos Kemensos”.
- Pastikan pengembangnya adalah Kementerian Sosial RI.
- Klik Install/Unduh.
Langkah 2: Buat Akun Baru
- Buka aplikasi dan pilih “Buat Akun Baru”.
- Masukkan Nomor Kartu Keluarga (KK).
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Isi nama lengkap, alamat email, dan nomor HP aktif.
- Unggah foto KTP dengan jelas (tidak buram).
- Lakukan swafoto (selfie) sambil memegang KTP.
- Klik “Buat Akun Baru”.
Langkah 3: Tunggu Verifikasi
Proses verifikasi akun membutuhkan waktu 1×24 jam hingga 3 hari kerja. Notifikasi akan dikirim via email atau SMS jika akun sudah aktif. Sabar ya!
Langkah 4: Login dan Cek Status
Setelah akun aktif:
- Login menggunakan username dan password.
- Pilih menu “Cek Bansos” di halaman utama.
- Masukkan data wilayah dan nama.
- Klik “Cari Data” untuk melihat hasil.
Jenis Bansos yang Bisa Dicek Januari 2026
Anda bisa mengecek status program bansos berikut melalui website/aplikasi:
- PKH (Program Keluarga Harapan): Bantuan tunai bersyarat untuk keluarga miskin dengan komponen kesehatan dan pendidikan.
- BPNT/Sembako: Bantuan pangan senilai Rp200.000/bulan untuk pembelian bahan makanan.
- PBI-JKN: Status kepesertaan BPJS Kesehatan yang iurannya dibayar pemerintah.
- BST: Bantuan Sosial Tunai (jika masih ada program lanjutan).
Data Tidak Ditemukan? Ini Solusinya!
Jangan langsung panik kalau nama Anda tidak muncul dalam hasil pencarian. Coba cek beberapa hal berikut:
Kesalahan Pengetikan Nama
Pastikan nama yang Anda ketik sudah persis sama dengan yang tertera di KTP, huruf per huruf. Satu huruf saja salah, data bisa tidak ditemukan.
NIK Belum Padan dengan Dukcapil
Data di DTKS harus sama persis dengan data di Dukcapil. Jika berbeda, segera lakukan pemutakhiran data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Belum Terdaftar di DTKS
Jika Anda memang belum pernah didata, gunakan fitur “Daftar Usulan” di aplikasi Cek Bansos atau lapor ke operator SIKS-NG di kantor desa.
Status Graduasi
Jika sebelumnya terdaftar namun kini hilang, kemungkinan Anda sudah dikeluarkan karena dianggap mampu. Gunakan fitur “Sanggah” jika Anda merasa masih layak menerima bantuan.
Tips Agar Pengecekan Lancar
Supaya proses pengecekan bansos Anda berjalan lancar, ikuti tips berikut:
- Akses di jam sepi: Pagi hari atau tengah malam, saat server tidak terlalu sibuk.
- Gunakan koneksi stabil: WiFi lebih disarankan daripada data seluler.
- Screenshot hasil: Simpan bukti hasil pencarian untuk dokumentasi.
- Cek berkala: Minimal sebulan sekali, terutama menjelang periode pencairan.
- Waspada penipuan: Situs resmi hanya cekbansos.kemensos.go.id dengan domain .go.id
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar cek bansos online:
Apakah cek bansos online dipungut biaya?
Tidak. Pengecekan status bansos melalui website cekbansos.kemensos.go.id dan Aplikasi Cek Bansos sepenuhnya gratis. Waspada terhadap pihak yang meminta uang untuk mengecek atau mendaftarkan bansos.
Mengapa hasil pencarian menunjukkan “Tidak Terdapat Peserta/PM”?
Artinya nama tersebut tidak ditemukan di database DTKS untuk wilayah yang dipilih. Penyebabnya bisa karena salah ketik nama, belum terdaftar DTKS, NIK tidak padan, atau sudah dikeluarkan dari daftar penerima.
Apa bedanya status “Pengurus” dan “Anggota Rumah Tangga”?
“Pengurus” adalah nama yang tercantum di buku rekening/KKS (biasanya ibu rumah tangga), sedangkan “Anggota Rumah Tangga” adalah komponen keluarga lain yang menjadi dasar perhitungan bantuan.
Apakah bisa cek status bansos orang lain?
Bisa. Website cekbansos.kemensos.go.id bersifat terbuka untuk umum. Siapa saja bisa mengecek status bansos di satu kelurahan dengan memasukkan nama penerima. Ini bertujuan untuk transparansi publik.
Kapan jadwal pencairan bansos Januari 2026?
PKH Tahap 1 (Januari-Maret) biasanya mulai cair pertengahan Januari hingga Maret. BPNT disalurkan bulanan atau dwi-bulanan. Tanggal pasti bervariasi di setiap daerah tergantung kesiapan bank penyalur.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan panduan resmi dari Kementerian Sosial dan ketentuan penggunaan platform Cekbansos yang berlaku per Januari 2026. Tampilan antarmuka, fitur, dan prosedur teknis dapat berubah sewaktu-waktu sesuai pembaruan sistem. Untuk panduan paling akurat, selalu akses langsung situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau hubungi Call Center Kemensos di 021-171.
Penutup
Gimana, mudah kan cara cek bansos online lewat HP di Januari 2026? Cukup akses website cekbansos.kemensos.go.id atau gunakan Aplikasi Cek Bansos untuk memantau status kepesertaan Anda secara mandiri.
Jangan lupa, lakukan pengecekan secara rutin agar tidak ketinggalan informasi pencairan. Jika ada kendala, segera hubungi pendamping PKH atau Dinas Sosial setempat. Semoga bantuan sosial selalu tepat sasaran dan bermanfaat bagi kita semua!