Panik karena kabar BLT 2026 dihapus? Tenang, jangan langsung percaya semua yang beredar di media sosial. Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dibuat resah, tapi benarkah semua Bantuan Langsung Tunai (BLT) benar-benar ditiadakan?
Artikel ini hadir untuk meluruskan informasi yang simpang siur. Kami akan mengupas tuntas fakta sebenarnya, daftar bansos yang distop, serta program bantuan yang tetap cair di Januari 2026. Jadi, simak baik-baik!
Fakta: BLT 2026 Tidak Dihapus Total!
Kabar baiknya, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa bansos tidak dihentikan sepenuhnya. Yang terjadi adalah transformasi sistem perlindungan sosial. Program-program yang sifatnya sementara akan dihentikan, sementara program utama tetap dilanjutkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa BLT Kesra Rp900 ribu memang tidak dilanjutkan karena hanya bersifat stimulus. Namun, program inti seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) justru tetap berjalan. Bahkan, anggarannya naik 8,6% menjadi Rp508,2 triliun untuk melindungi sekitar 100 juta keluarga rentan. Wow!
Jadi, jangan termakan hoaks ya! Memang ada BLT dengan format tertentu yang berhenti, tetapi bantuan tunai tetap ada kok, dalam bentuk program lain yang lebih terarah.
Daftar BLT yang Resmi Dihentikan di 2026
Berikut ini adalah daftar program Bantuan Langsung Tunai yang resmi tidak dilanjutkan di tahun 2026:
- BLT Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Rp900.000: Bantuan tunai untuk keluarga miskin ekstrem desil 1 sampai 4 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSE). Pencairan terakhir Desember 2025.
- BSU (Bantuan Subsidi Upah): Program untuk pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Program ini merupakan bagian dari era pandemi dan sudah selesai.
- BLT BBM: Kompensasi kenaikan harga BBM yang sifatnya stimulus sementara.
- BLT El Nino: Bantuan dampak kekeringan ekstrem. Dihentikan karena kondisi iklim sudah membaik.
- BLT Mitigasi Risiko Pangan: Bantuan pangan khusus berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter yang hanya berlaku di 2025.
Kenapa BLT Ini Dihentikan? Alasan Pemerintah
Pemerintah punya beberapa pertimbangan strategis dalam menghentikan program BLT temporer ini:
Sifatnya Sementara: BLT Kesra, BSU, dan BLT BBM memang dirancang sebagai respons terhadap kondisi ekonomi tertentu. Begitu kondisi membaik, program ini dihentikan.
Transformasi ke Bansos Produktif: Fokus pemerintah kini bergeser dari bantuan konsumtif ke pemberdayaan ekonomi. Program modal usaha UMKM hingga Rp5 juta menjadi prioritas baru.
Efisiensi Anggaran: Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk program temporer, kini dialihkan untuk memperkuat program reguler yang lebih berkelanjutan, seperti PKH dan BPNT.
Digitalisasi Penyaluran: Sistem bansos di 2026 akan lebih terdigitalisasi dengan teknologi AI. Tujuannya agar penyaluran lebih transparan dan tepat sasaran melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSE).
Bansos yang Tetap Cair di Januari 2026: Ini Daftarnya!
Meski beberapa BLT dihentikan, program utama tetap berjalan kok. Ini daftar lengkapnya:
- PKH (Program Keluarga Harapan): Target 10 juta keluarga. Bantuan untuk ibu hamil, anak usia dini, pelajar SD sampai SMA, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Dicairkan 4 kali per tahun melalui Bank Himbara atau PT Pos Indonesia.
- BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai): Target 18 juta KPM. Bantuan Rp200.000 per bulan untuk kebutuhan pangan pokok. Disalurkan via Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) setiap 2 sampai 3 bulan.
- PIP (Program Indonesia Pintar): Target 20 juta pelajar. Bantuan pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi. Aktivasi diperpanjang hingga 31 Januari 2026 berdasarkan SE Kemendikdasmen.
- PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran): Iuran BPJS Kesehatan Rp42.000 per orang per bulan ditanggung pemerintah. Bisa diakses meski tidak terdaftar DTKS selama memenuhi kriteria miskin.
- BLT Dana Desa: Masih ada di beberapa desa, tergantung kebijakan dan alokasi dana desa masing-masing wilayah.
Nominal Bantuan PKH, BPNT, dan PIP di 2026
Berikut rincian nominal bantuan yang akan diterima:
| Program Bansos | Kategori Penerima | Nominal Bantuan per Tahun |
|---|---|---|
| PKH | Ibu Hamil/Nifas | Rp3.000.000 |
| PKH | Anak Usia Dini (0-6 tahun) | Rp3.000.000 |
| PKH | Siswa SD | Rp900.000 |
| PKH | Siswa SMP | Rp1.500.000 |
| PKH | Siswa SMA | Rp2.000.000 |
| PKH | Lansia | Rp2.400.000 |
| PKH | Penyandang Disabilitas Berat | Rp2.400.000 |
| BPNT | Semua KPM | Rp2.400.000 |
| PIP | Siswa SD | Rp450.000 |
| PIP | Siswa SMP | Rp750.000 |
| PIP | Siswa SMA/SMK | Rp1.800.000 |
Perlu diingat ya, satu keluarga PKH bisa menerima maksimal 4 komponen sekaligus dengan nominal terbesar.
Aturan Baru: Maksimal 5 Tahun Terima Bansos
Mulai tahun 2026, ada kebijakan penting yang wajib diketahui setiap KPM:
Ketentuan utamanya adalah, PKH dan BPNT hanya dapat diterima maksimal 5 tahun berturut-turut. Setelahnya, penerima akan digraduasi secara alamiah (bantuan dihentikan otomatis). Aturan ini berlaku untuk komponen kesehatan dan pendidikan seperti ibu hamil, anak usia dini, dan siswa SD sampai SMA.
Namun, ada pengecualian lho! Lansia dan penyandang disabilitas berat tetap menerima bantuan tanpa batas waktu, selama memenuhi kriteria.
Ada beberapa kondisi yang mewajibkan graduasi, di antaranya:
- Anggota keluarga adalah ASN, TNI, atau Polri.
- Memiliki rumah mewah atau aset berlebih.
- Memiliki kendaraan dengan nilai di atas Rp30 juta.
- Gaji di atas UMP atau UMK setempat.
- Masa kepesertaan lebih dari 5 tahun.
Lalu, apa solusinya setelah graduasi? Pemerintah menyiapkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) berupa modal usaha hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta, lengkap dengan bimbingan kewirausahaan. Jadi, segera hubungi Pendamping PKH atau Dinas Sosial setempat untuk mengajukan sebelum tergraduasi ya!
Cara Cek dan Daftar Bansos Online: Mudah Banget!
Bingung cara cek status atau daftar bansos? Tenang, sekarang semuanya serba online dan mudah kok!
Cek Status Penerima via Website:
Buka cekbansos.kemensos.go.id, lalu isi provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa sesuai KTP. Masukkan nama lengkap, kemudian input captcha dan klik “Cari Data”. Hasilnya akan menampilkan jenis bantuan dan status pencairan.
Cek via Aplikasi:
Download aplikasi Cek Bansos di Play Store. Masukkan data sesuai KTP untuk melihat status kepesertaan dan periode penyaluran.
Cara Daftar Bansos Baru:
Anda bisa melalui kelurahan atau desa dengan mengajukan permohonan ke RT/RW untuk diusulkan masuk DTKS. Atau, bisa juga langsung ke Dinas Sosial dengan membawa KTP, KK, dan dokumen pendukung. Pastikan data kependudukan di Dukcapil sudah valid dan sinkron ya.
Jalur Pengaduan Resmi:
Jika merasa berhak tapi tidak terdaftar, hubungi Call Center Kemensos di 1500 566 atau WhatsApp 0811-1500-566. Bisa juga melalui website lapor.go.id atau datang langsung ke Dinas Sosial setempat.
FAQ: Pertanyaan Seputar Bansos 2026
Masih ada pertanyaan yang mengganjal? Simak FAQ berikut ini:
- Apakah semua BLT dihentikan di 2026? Tidak. Yang dihentikan hanya BLT temporer seperti BLT Kesra, BSU, dan BLT BBM. Program utama seperti PKH, BPNT, PIP, dan PBI JKN tetap dilanjutkan.
- Kapan PKH dan BPNT 2026 cair? Diperkirakan mulai Februari 2026 untuk tahap pertama. Biasanya dirapel 2 sampai 3 bulan sekaligus.
- Kenapa nama saya hilang dari daftar penerima? Kemungkinan penyebab: sudah digraduasi karena ekonomi membaik, memiliki aset melebihi batas, data tidak valid, atau menerima bantuan ganda. Lakukan klarifikasi ke Dinas Sosial.
- Apakah ada bansos tanpa harus terdaftar DTKS? Ya. Beberapa bantuan seperti PBI BPJS Kesehatan, subsidi BBM, dan BLT darurat bencana bisa diakses meski tidak terdaftar DTKS selama memenuhi kriteria.
- Bagaimana jika sudah terima bansos lebih dari 5 tahun? Kamu akan dievaluasi dan berpotensi digraduasi. Segera ajukan PPSE untuk mendapat modal usaha sebelum bantuan dihentikan.
- BLT Dana Desa 2026 masih ada? Tergantung kebijakan dan alokasi dana desa masing-masing wilayah. Cek ke kantor desa setempat.
- Ke mana melapor jika bansos tidak cair padahal terdaftar? Hubungi Call Center Kemensos 1500 566, WhatsApp 0811-1500-566, atau lapor ke pendamping PKH dan Dinas Sosial setempat.
Kesimpulan: Jangan Panik, Bansos Tetap Ada!
Singkatnya, BLT 2026 tidak dihapus total. Yang berhenti hanya program temporer seperti BLT Kesra Rp900 ribu, BSU, dan BLT BBM. Program utama seperti PKH, BPNT, dan PIP tetap cair dengan anggaran yang justru meningkat. Kabar baik, kan?
Fokus pemerintah kini bergeser dari bantuan konsumtif ke pemberdayaan ekonomi. Pastikan data DTKS selalu valid, cek status kepesertaan secara berkala, dan manfaatkan program PPSE jika mendekati masa graduasi. Semangat!
Terakhir diperbarui: Januari 2026 | Sumber: Kemensos RI, Kemenko Perekonomian