Beranda » Nasional » Bansos Lansia 2026: Cara Mudah Daftar & Dapatkan Bantuan!

Bansos Lansia 2026: Cara Mudah Daftar & Dapatkan Bantuan!

Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya, banyak dari mereka yang hidup tanpa jaminan pensiun atau dukungan finansial yang memadai. Pemerintah hadir untuk memberikan uluran tangan melalui berbagai program bantuan sosial khusus untuk para lansia.

Lantas, bagaimana cara mengajukan bantuan sosial untuk lansia yang membutuhkan di tahun 2026? Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah agar proses pengajuan berjalan lancar dan tepat sasaran. Simak terus ya!

Jenis Bantuan Sosial untuk Lansia

Pemerintah menyediakan beragam program bantuan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Apa saja jenis bantuannya?

1. PKH Komponen Lansia

Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu yang memiliki anggota keluarga lansia.

  • Sasaran: Lansia berusia 70 tahun ke atas yang terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) penerima PKH.
  • Nominal: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 per tahap).
  • Pencairan: Setiap tiga bulan (triwulan) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

2. ASLUT (Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar)

ASLUT merupakan program bantuan khusus bagi lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga atau sanak saudara yang mampu menanggung kebutuhan hidupnya.

  • Sasaran: Lansia berusia 60 tahun ke atas yang terlantar dan tidak memiliki keluarga yang mampu.
  • Nominal: Rp200.000 – Rp300.000 per bulan.
  • Pencairan: Setiap bulan atau per periode tertentu.
Baca Juga :  PKH 2026: Kenali Tugas Pendamping & Cara Mudah Menghubunginya!

3. Bantuan Permakanan

Bantuan permakanan berupa makanan siap saji yang diantarkan langsung ke rumah lansia.

  • Sasaran: Lansia tunggal atau lansia dengan disabilitas berat.
  • Bentuk: Dua porsi makanan setiap hari.
  • Pelaksana: Dinas Sosial di masing-masing daerah.

4. PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan)

PBI-JK adalah bantuan berupa pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.

  • Sasaran: Lansia miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
  • Manfaat: Mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
  • Otomatis: Jika lansia terdaftar di DTKS desil 1-4, maka secara otomatis terdaftar sebagai penerima PBI-JK.

5. Bantuan Daerah (Contoh: KLJ Jakarta)

Beberapa daerah memiliki program bantuan lansia sendiri yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Contohnya, Kartu Lansia Jakarta (KLJ).

  • Contoh: Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Bantuan Lansia Jawa Barat, dan lain-lain.
  • Nominal: Bervariasi tergantung kebijakan pemerintah daerah setempat.
  • Syarat: Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Syarat Penerima Bansos Lansia

Untuk bisa mendapatkan bantuan sosial, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para lansia. Apa saja?

Dokumen yang Diperlukan

Sebelum mengajukan bantuan, pastikan Anda sudah menyiapkan dokumen-dokumen berikut ini:

Dokumen Wajib

  • KTP elektronik lansia asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK) terbaru.
  • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan.

Dokumen Pendukung

  • Surat keterangan sehat dari Puskesmas.
  • Foto kondisi rumah (tampak depan dan dalam).
  • Surat keterangan terlantar dari kelurahan (khusus untuk pengajuan ASLUT).
  • Bukti tidak menerima pensiun.

Cara Mengajukan PKH Komponen Lansia

Bagaimana cara mengajukan PKH jika ada lansia di keluarga Anda? Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1: Pastikan Keluarga Sudah Terdaftar PKH

Komponen lansia dalam PKH hanya bisa didapatkan jika keluarga sudah terdaftar sebagai penerima PKH. Jika belum, daftarkan keluarga Anda ke DTKS terlebih dahulu dan pastikan memenuhi kriteria sebagai penerima PKH.

Baca Juga :  PKH 2026: Cara Mudah Daftar Bansos, Tanpa Calo!

Langkah 2: Laporkan Keberadaan Lansia

Jika keluarga sudah menjadi penerima PKH, tetapi lansia belum terdata, segera hubungi pendamping PKH dan laporkan bahwa ada anggota keluarga lansia berusia 70 tahun ke atas. Jangan lupa sertakan fotokopi KTP lansia dan KK.

Langkah 3: Tunggu Verifikasi

Pendamping PKH akan melakukan verifikasi data dan menginput data lansia ke dalam sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation).

Langkah 4: Tunggu Penetapan

Setelah data diverifikasi, lansia akan tercatat sebagai komponen PKH dan berhak menerima bantuan pada periode berikutnya.

Cara Mengajukan ASLUT

Jika lansia memenuhi syarat untuk mendapatkan ASLUT, ikuti langkah-langkah berikut:

Langkah 1: Kunjungi Kantor Desa/Kelurahan

Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa KTP dan KK lansia serta surat pengantar dari RT/RW.

Langkah 2: Minta Surat Keterangan

Ajukan pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Surat Keterangan Terlantar (jika lansia tinggal sendiri).

Langkah 3: Datang ke Dinas Sosial

Kunjungi Dinas Sosial kabupaten/kota dengan membawa semua dokumen yang sudah disiapkan dan formulir pengajuan ASLUT (biasanya disediakan oleh Dinsos).

Langkah 4: Isi Formulir dan Serahkan Berkas

Isi formulir dengan data yang benar dan lengkap. Serahkan kepada petugas dan minta tanda terima sebagai bukti.

Langkah 5: Tunggu Verifikasi Lapangan

Petugas Dinsos akan melakukan kunjungan ke rumah lansia untuk memverifikasi kondisi riil.

Langkah 6: Tunggu Penetapan

Jika lolos verifikasi, lansia akan ditetapkan sebagai penerima ASLUT dan mulai menerima bantuan sesuai jadwal.

Cara Mengajukan via Aplikasi Cek Bansos

Keluarga juga bisa mengusulkan lansia ke dalam DTKS melalui aplikasi Cek Bansos. Bagaimana caranya?

Langkah 1: Download dan Registrasi

Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store. Buat akun dengan NIK dan lakukan verifikasi swafoto.

Langkah 2: Login dan Pilih Menu “Daftar Usulan”

Setelah akun terverifikasi, login dan masuk ke menu pengajuan.

Langkah 3: Klik “Tambah Usulan”

Pilih opsi untuk mengusulkan anggota keluarga (lansia).

Langkah 4: Isi Data Lansia

Isi data lansia dengan benar, meliputi NIK, nama lengkap sesuai KTP, tanggal lahir, dan kondisi ekonomi keluarga.

Langkah 5: Unggah Foto Pendukung

Unggah foto KTP lansia, foto kondisi rumah, dan foto lansia (jika memungkinkan).

Baca Juga :  Bansos 2026: Kupas Tuntas DTKS, Syarat, Cara Daftar & Cek Status!

Langkah 6: Simpan dan Tunggu Verifikasi

Usulan akan diproses oleh Dinas Sosial setempat. Pantau terus perkembangannya melalui aplikasi.

Proses Verifikasi dan Penetapan

Setelah semua berkas diajukan, petugas akan melakukan verifikasi data dan kondisi lansia. Jika memenuhi syarat, lansia akan ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Tips Agar Pengajuan Lansia Disetujui

Agar pengajuan bantuan lansia disetujui, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Lengkapi dokumen: Pastikan semua persyaratan terpenuhi dan dokumen lengkap.
  • Jujur tentang kondisi: Jangan melebih-lebihkan atau menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
  • Aktif berkomunikasi: Jalin hubungan baik dengan petugas desa dan Dinsos untuk memudahkan proses pengajuan.
  • Pantau perkembangan: Tanyakan status pengajuan secara berkala agar Anda selalu mendapatkan informasi terbaru.
  • Manfaatkan pendamping: Jika ada pendamping PKH, jangan ragu untuk meminta bantuan dan arahan.

Pencairan Bantuan untuk Lansia

Setelah ditetapkan sebagai penerima, lansia akan menerima bantuan sesuai dengan metode yang dipilih.

Metode Pencairan

  • Via KKS: Untuk lansia yang masih mampu pergi ke ATM.
  • Via Agen Bank: Untuk lansia yang kesulitan mobilitas, bisa melalui agen bank terdekat.
  • Home Visit: Petugas akan datang ke rumah untuk lansia yang sakit atau memiliki disabilitas.

Tips Pencairan Aman

  • Jangan titipkan kartu KKS kepada orang lain.
  • Rahasiakan PIN dari siapapun, termasuk petugas bank.
  • Minta struk setiap kali melakukan transaksi.
  • Laporkan jika ada pungutan liar atau tindakan mencurigakan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Masih ada pertanyaan seputar bansos lansia? Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan:

Apakah lansia di bawah 70 tahun bisa dapat PKH?

Untuk PKH komponen lansia, prioritas diberikan kepada lansia berusia 70 tahun ke atas. Namun, lansia berusia 60-69 tahun masih bisa mendapatkan bantuan lain seperti ASLUT atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).

Bagaimana jika lansia tidak bisa datang ke ATM?

Bisa melalui agen bank terdekat atau mengajukan layanan *home visit* melalui pendamping sosial. Petugas akan mengantarkan bantuan langsung ke rumah lansia.

Apakah pensiunan ASN bisa dapat bansos lansia?

Tidak. Pensiunan ASN/TNI/Polri umumnya tidak berhak menerima bansos lansia karena sudah memiliki jaminan pensiun.

Bisakah satu lansia menerima PKH dan ASLUT sekaligus?

Tidak. Satu lansia hanya bisa menerima satu jenis bantuan untuk menghindari duplikasi penerimaan.

Bagaimana cara melapor jika lansia penerima bansos meninggal dunia?

Segera laporkan ke pendamping PKH atau operator SIKS-NG di desa dengan membawa surat keterangan kematian. Status penerima akan diupdate dan bantuan akan dialihkan.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan program bantuan lansia dari Kementerian Sosial yang berlaku per 2026, termasuk UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Ketersediaan program, syarat, dan nominal bantuan dapat bervariasi per daerah dan berubah sesuai kebijakan pemerintah. Untuk informasi paling akurat, hubungi Dinas Sosial setempat.

Penutup

Lansia yang tidak mampu berhak mendapatkan perlindungan sosial dari pemerintah. Berbagai program seperti PKH komponen lansia, ASLUT, dan bantuan permakanan hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.

Pastikan lansia di sekitar Anda terdaftar dalam DTKS dan memenuhi syarat yang ditetapkan. Jangan ragu untuk mengajukan bantuan jika ada lansia di keluarga atau lingkungan Anda yang membutuhkan. Setiap warga negara lanjut usia berhak hidup dengan bermartabat dan sejahtera.