Beranda » Edukasi » Biaya Operasi Hernia BPJS 2026: Syarat & Prosedur Lengkap

Biaya Operasi Hernia BPJS 2026: Syarat & Prosedur Lengkap

Biaya operasi hernia BPJS tahun 2026 menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hernia atau turun berok merupakan kondisi medis yang cukup umum di Indonesia, dan tindakan operasi sering kali menjadi solusi utama untuk mengatasinya. Kabar baiknya, BPJS Kesehatan menanggung penuh biaya operasi hernia selama peserta memenuhi syarat dan mengikuti prosedur rujukan berjenjang yang berlaku per 2026.

Faktanya, tanpa jaminan BPJS, biaya operasi hernia di rumah sakit swasta bisa mencapai puluhan juta rupiah. Angka tersebut tentu memberatkan, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Oleh karena itu, memahami mekanisme klaim, persyaratan administratif, hingga estimasi biaya yang ditanggung BPJS sangat penting agar proses pengobatan berjalan lancar tanpa hambatan.

Apa Itu Hernia dan Mengapa Perlu Operasi?

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui jaringan otot atau dinding tubuh yang melemah. Bagian tubuh yang paling sering mengalami hernia adalah area perut, selangkangan, dan pusar.

Kondisi ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Jika dibiarkan, hernia bisa menyebabkan komplikasi serius seperti hernia strangulata, yaitu ketika suplai darah ke jaringan yang menonjol terputus. Situasi tersebut termasuk kondisi darurat medis yang mengancam jiwa.

Nah, berdasarkan tingkat keparahannya, dokter biasanya merekomendasikan tindakan operasi. Berikut jenis-jenis hernia yang umum ditemukan:

  • Hernia inguinalis — terjadi di area selangkangan, paling umum pada laki-laki
  • Hernia umbilikalis — muncul di sekitar pusar, sering dialami bayi dan ibu hamil
  • Hernia femoralis — terjadi di paha atas bagian dalam, lebih sering pada perempuan
  • Hernia insisional — muncul di bekas luka operasi sebelumnya
  • Hernia hiatus — bagian atas lambung menonjol melalui diafragma

Selain itu, metode operasi hernia juga bervariasi, mulai dari operasi terbuka (open surgery) hingga laparoskopi yang lebih minim sayatan. Pemilihan metode bergantung pada kondisi pasien dan rekomendasi dokter spesialis bedah.

Biaya Operasi Hernia BPJS 2026: Berapa Tarifnya?

Sistem pembiayaan BPJS Kesehatan menggunakan skema INA-CBGs (Indonesia Case Base Groups). Dalam skema ini, biaya tidak dihitung per tindakan, melainkan berdasarkan paket diagnosis penyakit. Jadi, tarif operasi hernia sudah mencakup biaya dokter, obat, alat kesehatan, dan perawatan inap.

Baca Juga :  Buka Akun Interactive Brokers Indonesia 2026: Panduan Lengkap

Berikut estimasi tarif INA-CBGs untuk operasi hernia berdasarkan kelas rumah sakit dan tingkat keparahan yang berlaku per 2026:

Kelas RSRingan (I)Sedang (II)Berat (III)
RS Kelas ARp7.800.000 – Rp9.500.000Rp10.500.000 – Rp13.000.000Rp14.000.000 – Rp18.000.000
RS Kelas BRp6.500.000 – Rp8.000.000Rp8.500.000 – Rp11.000.000Rp12.000.000 – Rp15.500.000
RS Kelas CRp5.000.000 – Rp6.800.000Rp7.000.000 – Rp9.500.000Rp10.000.000 – Rp13.000.000
RS Kelas DRp4.200.000 – Rp5.500.000Rp5.800.000 – Rp7.800.000Rp8.500.000 – Rp11.000.000

Perlu dicatat bahwa tarif di atas merupakan estimasi berdasarkan tarif INA-CBGs terbaru 2026. Angka aktual bisa bervariasi tergantung pada kondisi medis pasien, ada tidaknya komplikasi, serta kebijakan masing-masing rumah sakit.

Namun, yang terpenting: seluruh biaya tersebut ditanggung BPJS Kesehatan selama status kepesertaan aktif dan prosedur rujukan berjenjang dipenuhi. Peserta tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, kecuali memilih naik kelas perawatan.

Perbandingan Biaya Operasi Hernia: BPJS vs Tanpa BPJS

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut perbandingan estimasi biaya operasi hernia dengan dan tanpa menggunakan BPJS Kesehatan di tahun 2026:

Komponen BiayaDengan BPJSTanpa BPJS (Umum)
Konsultasi dokter spesialisDitanggungRp250.000 – Rp500.000
Pemeriksaan penunjang (lab, rontgen)DitanggungRp500.000 – Rp1.500.000
Tindakan operasi (open surgery)DitanggungRp10.000.000 – Rp25.000.000
Tindakan operasi (laparoskopi)DitanggungRp20.000.000 – Rp45.000.000
Rawat inap (3–5 hari)DitanggungRp2.000.000 – Rp8.000.000
Obat-obatan pasca operasiDitanggungRp300.000 – Rp1.000.000
Total EstimasiRp0 (gratis)Rp13.000.000 – Rp45.000.000+

Ternyata, selisih biayanya sangat signifikan. Dengan memanfaatkan BPJS, peserta bisa menghemat belasan hingga puluhan juta rupiah untuk satu kali tindakan operasi hernia.

Syarat Operasi Hernia Menggunakan BPJS 2026

Sebelum menjalani operasi hernia dengan BPJS, ada sejumlah syarat administratif dan medis yang harus dipenuhi. Berikut daftar lengkap persyaratan terbaru 2026:

Syarat Administratif

  1. Kartu BPJS Kesehatan aktif — status kepesertaan tidak boleh dalam kondisi nonaktif atau menunggak iuran
  2. KTP (Kartu Tanda Penduduk) — asli dan fotokopi
  3. Kartu Keluarga (KK) — fotokopi
  4. Surat rujukan dari Faskes tingkat 1 — dari puskesmas, klinik pratama, atau dokter keluarga tempat terdaftar
  5. Surat rujukan dari RS tingkat 2 (jika diperlukan rujukan lanjutan ke RS tipe A)
  6. Surat Elegibilitas Peserta (SEP) — diterbitkan di rumah sakit tujuan rujukan
Baca Juga :  Perbedaan SIUP NIB dan OSS: Panduan Izin Usaha 2026

Syarat Medis

  • Diagnosis hernia dari dokter berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang
  • Indikasi medis yang mengharuskan tindakan operasi
  • Hasil pemeriksaan laboratorium pra-operasi (darah lengkap, gula darah, fungsi ginjal)
  • Hasil rontgen thorax atau EKG jika diperlukan
  • Persetujuan tindakan medis (informed consent) yang ditandatangani pasien atau keluarga

Jadi, pastikan semua dokumen sudah lengkap sebelum datang ke rumah sakit. Kekurangan satu dokumen saja bisa memperlambat proses klaim dan penjadwalan operasi.

Prosedur Operasi Hernia dengan BPJS: Langkah demi Langkah

BPJS Kesehatan menerapkan sistem rujukan berjenjang. Artinya, peserta tidak bisa langsung datang ke rumah sakit besar untuk operasi. Berikut prosedur lengkap yang harus diikuti update 2026:

  1. Kunjungi Faskes Tingkat 1 — datang ke puskesmas atau klinik pratama tempat terdaftar sebagai peserta BPJS. Sampaikan keluhan terkait hernia kepada dokter umum
  2. Dapatkan surat rujukan — jika dokter menilai kondisi memerlukan penanganan spesialis, maka akan diterbitkan surat rujukan ke rumah sakit tipe C atau B
  3. Daftar di rumah sakit rujukan — bawa surat rujukan, kartu BPJS, KTP, dan KK ke bagian pendaftaran rumah sakit. Petugas akan membuatkan SEP
  4. Konsultasi dengan dokter spesialis bedah — dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menentukan diagnosis, dan merencanakan jadwal operasi
  5. Pemeriksaan pra-operasi — meliputi tes darah, rontgen, dan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan
  6. Jadwal operasi — pihak rumah sakit akan menentukan tanggal operasi. Untuk kasus non-darurat, biasanya ada waktu tunggu beberapa hari hingga beberapa minggu
  7. Pelaksanaan operasi — tindakan dilakukan oleh dokter spesialis bedah sesuai metode yang direkomendasikan
  8. Rawat inap dan pemulihan — pasca operasi, pasien dirawat selama 2–5 hari tergantung kondisi. Kelas perawatan sesuai dengan kelas BPJS yang dimiliki
  9. Kontrol pasca operasi — setelah pulang, pasien wajib melakukan kontrol rutin sesuai jadwal yang ditentukan dokter

Bahkan, untuk kasus darurat (hernia strangulata), peserta BPJS bisa langsung ke IGD rumah sakit terdekat tanpa surat rujukan. BPJS tetap menanggung biayanya selama dilaporkan dalam waktu 2×24 jam.

Hal yang Tidak Ditanggung BPJS untuk Operasi Hernia

Meskipun biaya operasi hernia BPJS ditanggung penuh, ada beberapa hal yang menjadi pengecualian. Penting untuk mengetahui batasan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman:

  • Selisih biaya naik kelas — jika peserta kelas 2 memilih rawat inap di kelas 1, selisih biaya ditanggung sendiri
  • Alat kesehatan di luar standar — penggunaan mesh (jaring hernia) khusus di luar formularium nasional
  • Tindakan kosmetik — prosedur tambahan yang bersifat estetika, bukan medis
  • Biaya pendamping — biaya makan dan akomodasi keluarga penunggu pasien
  • Obat di luar formularium nasional — jika dokter meresepkan obat yang tidak termasuk dalam daftar obat BPJS
Baca Juga :  Hapus Nama di KK 2026: Cara Lengkap untuk Anggota yang Sudah Menikah

Namun, secara umum untuk operasi hernia standar, peserta tidak perlu khawatir soal biaya tambahan. Seluruh komponen utama mulai dari konsultasi, operasi, rawat inap, hingga obat sudah termasuk dalam paket INA-CBGs.

Tips Agar Klaim BPJS untuk Operasi Hernia Lancar

Agar proses operasi hernia menggunakan BPJS berjalan tanpa kendala, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan iuran BPJS tidak menunggak — cek status kepesertaan secara berkala melalui aplikasi Mobile JKN atau kantor BPJS terdekat
  • Ikuti alur rujukan berjenjang — jangan langsung ke rumah sakit besar tanpa surat rujukan, kecuali dalam kondisi darurat
  • Siapkan dokumen lengkap — bawa semua persyaratan dalam satu map agar proses administrasi lebih cepat
  • Tanyakan estimasi waktu tunggu — untuk operasi elektif, waktu tunggu bisa bervariasi. Tanyakan langsung ke bagian bedah rumah sakit
  • Manfaatkan aplikasi Mobile JKN — untuk pendaftaran online, cek status rujukan, dan informasi fasilitas kesehatan terdekat
  • Simpan semua bukti dan dokumen — fotokopi surat rujukan, SEP, dan hasil pemeriksaan untuk arsip pribadi

Berapa Lama Waktu Pemulihan Pasca Operasi Hernia?

Setelah menjalani operasi hernia, waktu pemulihan bervariasi tergantung metode operasi yang digunakan. Untuk operasi terbuka, masa pemulihan umumnya berkisar antara 4 hingga 6 minggu. Sementara itu, operasi laparoskopi memungkinkan pemulihan lebih cepat, yaitu sekitar 2 hingga 3 minggu.

Selama masa pemulihan, ada beberapa hal yang perlu dipatuhi:

  • Hindari mengangkat beban berat selama minimal 4–6 minggu
  • Jaga kebersihan area luka operasi agar tidak terjadi infeksi
  • Konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit dan mengurangi tekanan pada area perut
  • Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal dokter
  • Segera ke rumah sakit jika muncul tanda infeksi seperti demam, kemerahan, atau nyeri hebat di area operasi

Bahkan, kontrol pasca operasi pun masih ditanggung oleh BPJS selama masih dalam satu episode perawatan dan menggunakan surat kontrol dari rumah sakit.

Kesimpulan

Biaya operasi hernia BPJS tahun 2026 sepenuhnya ditanggung oleh program JKN, mulai dari konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan penunjang, tindakan operasi, rawat inap, hingga obat-obatan. Peserta tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun selama status kepesertaan aktif dan mengikuti prosedur rujukan berjenjang yang berlaku.

Kunci utamanya adalah mempersiapkan semua dokumen persyaratan dengan lengkap, memastikan iuran BPJS tidak menunggak, serta mengikuti alur pelayanan dari Faskes tingkat 1 hingga rumah sakit rujukan. Jangan ragu untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna mempermudah seluruh proses administrasi. Dengan persiapan yang matang, operasi hernia melalui BPJS Kesehatan bisa berjalan lancar dan tanpa biaya tambahan.