Gaji tukang parkir pesawat atau marshaller di Indonesia per 2026 berkisar antara Rp4 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung pengalaman dan lokasi bandara. Profesi yang sering terlihat membawa tongkat pemandu ini ternyata bukan pekerjaan sembarangan. Dibutuhkan pelatihan khusus, sertifikasi resmi, dan keahlian komunikasi visual yang presisi. Lantas, bagaimana cara menjadi marshaller, apa saja syaratnya, dan sekolah mana yang menyediakan pendidikannya?
Seiring pertumbuhan industri penerbangan Indonesia yang terus meningkat, kebutuhan akan tenaga ground handling profesional juga ikut naik. Marshaller menjadi salah satu posisi krusial di apron bandara karena bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan pergerakan pesawat di darat. Faktanya, tanpa marshaller, pilot akan kesulitan memarkir pesawat karena keterbatasan visibilitas dari dalam kokpit.
Apa Itu Tukang Parkir Pesawat (Marshaller)?
Tukang parkir pesawat, atau dalam istilah penerbangan disebut aircraft marshaller, adalah profesional yang bertugas mengarahkan pesawat secara visual saat berada di darat. Pengarahan ini mencakup proses masuk landasan, keluar dari titik pendaratan, hingga parkir di area apron yang telah ditentukan.
Dalam menjalankan tugas, seorang marshaller menggunakan tongkat pemandu bercahaya (marshalling wands) atau daylight paddles untuk memberikan sinyal kepada pilot. Setiap gerakan tubuh dan posisi tongkat memiliki makna spesifik berdasarkan standar internasional ICAO.
Selain memandu parkir, marshaller juga bertanggung jawab atas beberapa hal berikut:
- Memastikan area sekitar pesawat bebas dari hambatan sebelum pergerakan dimulai
- Berkomunikasi aktif dengan pilot dan petugas Air Traffic Control (ATC) bandara
- Memberikan sinyal stop yang tepat agar posisi pesawat sesuai dengan garbarata (boarding bridge)
- Memastikan pesawat bisa keluar dengan aman dari apron sebelum lepas landas
- Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama bertugas
Jadi, profesi ini jauh lebih kompleks dari sekadar “menunjuk-nunjuk pesawat.” Dibutuhkan konsentrasi tinggi, pengetahuan teknis penerbangan, dan ketahanan fisik karena harus bekerja di area terbuka dalam segala kondisi cuaca.
Gaji Tukang Parkir Pesawat Terbaru 2026
Berapa sebenarnya gaji tukang parkir pesawat di Indonesia? Berdasarkan data dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) dan Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto (ITDA), berikut kisaran penghasilan marshaller per 2026:
| Kategori | Gaji per Bulan | Gaji per Tahun |
|---|---|---|
| Marshaller Junior (0–2 tahun) | Rp4.000.000 – Rp5.500.000 | Rp48.000.000 – Rp66.000.000 |
| Marshaller Berpengalaman (3–5 tahun) | Rp5.500.000 – Rp7.000.000 | Rp66.000.000 – Rp84.000.000 |
| Marshaller Senior / Supervisor | Rp7.000.000 – Rp10.000.000+ | Rp84.000.000 – Rp120.000.000+ |
| Marshaller di AS (perbandingan) | ±$4.300 (sekitar Rp68 juta) | $29.000 – $54.500 per tahun |
Nominal gaji di atas merupakan gaji pokok dan belum termasuk berbagai tunjangan. Selain itu, besaran gaji juga dipengaruhi oleh lokasi bandara, maskapai penerbangan, dan perusahaan ground handling tempat bekerja.
Tunjangan dan Benefit Tambahan Marshaller
Selain gaji pokok, seorang marshaller biasanya mendapatkan sejumlah benefit tambahan yang cukup menarik, antara lain:
- Tunjangan makan selama jam kerja shift
- Tunjangan transportasi atau fasilitas antar-jemput bandara
- Insentif kinerja bulanan berdasarkan evaluasi performa
- Asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS)
- Tunjangan hari raya (THR) sesuai regulasi ketenagakerjaan 2026
- Peluang lembur dengan perhitungan jam kerja tambahan
Perlu dicatat bahwa jam kerja marshaller cukup panjang, yaitu sekitar 13 jam per hari dengan sistem dua shift. Shift pertama biasanya pukul 06.00–19.00 WIB, sedangkan shift kedua pukul 18.00–07.00 WIB. Namun, kompensasi lembur dan tunjangan shift malam dapat menambah penghasilan secara signifikan.
Syarat Menjadi Tukang Parkir Pesawat di 2026
Tertarik menekuni profesi ini? Ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi sebelum mendaftar pendidikan dan pelatihan marshaller. Berikut daftar lengkapnya:
- Usia minimal 18 tahun saat mendaftar program pendidikan
- Minimal lulusan SMA/SMK/sederajat (tidak ada jurusan khusus yang disyaratkan)
- Tinggi badan pria minimal 165 cm
- Tinggi badan wanita minimal 160 cm
- Tidak buta warna (dibuktikan dengan surat keterangan dokter)
- Memiliki berat badan proporsional sesuai tinggi badan
- Sehat jasmani dan rohani
- Lulus tes wawancara dari lembaga pendidikan terkait
- Bebas narkoba (dibuktikan dengan hasil tes laboratorium)
Ternyata, tidak ada keharusan memiliki latar belakang pendidikan tertentu untuk menjadi marshaller. Lulusan SMA dari jurusan IPA, IPS, maupun SMK semua memiliki kesempatan yang sama. Bahkan, profesi ini juga terbuka untuk perempuan selama memenuhi seluruh persyaratan di atas.
Sekolah dan Biaya Pendidikan Marshaller 2026
Untuk menjadi marshaller profesional bersertifikat, diperlukan pendidikan dan pelatihan resmi. Durasi pendidikan berkisar antara 1 bulan hingga 1 tahun, tergantung program yang dipilih. Berikut beberapa lembaga pendidikan yang menyediakan pelatihan marshaller di Indonesia:
| Lembaga Pendidikan | Lokasi | Estimasi Biaya 2026 |
|---|---|---|
| Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) | Yogyakarta | Rp10.000.000 – Rp15.000.000 |
| Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto (ITDA) | Yogyakarta | Rp8.000.000 – Rp13.200.000 |
| Jogja Flight (Sekolah Pramugari & Marshaller) | Yogyakarta | Rp10.000.000 – Rp15.000.000 |
| AVIA Kampus Penerbangan | Jakarta | Rp10.000.000 – Rp20.000.000 |
| Pelatihan singkat (1 bulan) | Bervariasi | Rp8.000.000 – Rp9.500.000 |
Biaya tersebut umumnya sudah mencakup materi pelatihan, praktik lapangan, seragam, dan sertifikat profesi setelah dinyatakan lulus. Namun, sebaiknya konfirmasi langsung ke masing-masing lembaga karena biaya pendidikan dapat berubah sewaktu-waktu.
Materi yang Dipelajari Selama Pelatihan
Selama mengikuti pendidikan marshaller, beberapa materi utama yang akan dipelajari meliputi:
- Dasar-dasar penerbangan dan regulasi bandara
- Teknik marshalling signals sesuai standar ICAO
- Prosedur keselamatan di area apron dan landasan
- Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan marshalling
- Komunikasi dengan pilot dan petugas ATC
- Pengenalan jenis-jenis pesawat dan karakteristiknya
- Bahasa Inggris penerbangan (aviation English) dasar
Penguasaan bahasa Inggris menjadi nilai tambah yang signifikan karena komunikasi di dunia penerbangan menggunakan bahasa Inggris sebagai standar internasional.
Prospek Karier Marshaller di Industri Penerbangan 2026
Bagaimana prospek karier marshaller ke depan? Cukup menjanjikan. Dengan pengalaman beberapa tahun, seorang marshaller memiliki peluang untuk naik ke posisi yang lebih tinggi dalam struktur ground handling bandara.
Berikut beberapa jenjang karier yang bisa dicapai:
- Supervisor Ground Handling — mengawasi tim marshaller dan operasional apron
- Koordinator Ramp — mengatur seluruh aktivitas ground support di bandara
- Quality Assurance Officer — memastikan standar keselamatan operasional terpenuhi
- Petugas Keselamatan Penerbangan — beralih ke divisi safety dan compliance
- Berkarier di bandara internasional di luar negeri dengan standar gaji yang lebih tinggi
Selain itu, keahlian yang dimiliki marshaller bersifat transferable ke bidang lain dalam industri penerbangan. Pengalaman bekerja di apron membuka peluang untuk beralih ke posisi seperti flight dispatcher, load controller, atau bahkan manajemen operasional maskapai.
Pertumbuhan industri penerbangan Indonesia yang ditandai dengan pembangunan bandara baru dan peningkatan frekuensi penerbangan turut mendorong permintaan tenaga marshaller profesional. Faktor ini membuat prospek kerja profesi ini semakin cerah menjelang 2026 dan tahun-tahun mendatang.
Kesimpulan
Gaji tukang parkir pesawat di Indonesia per 2026 berkisar antara Rp4 juta hingga Rp10 juta per bulan, tergantung pengalaman dan posisi. Profesi marshaller tidak membutuhkan latar belakang pendidikan khusus — cukup lulusan SMA/sederajat yang memenuhi syarat fisik dan lolos pelatihan bersertifikat. Biaya sekolah marshaller relatif terjangkau, mulai dari Rp8 juta hingga Rp20 juta dengan durasi pelatihan 1 bulan sampai 1 tahun.
Bagi yang tertarik berkarier di industri penerbangan tanpa harus menempuh pendidikan bertahun-tahun, profesi marshaller bisa menjadi pintu masuk yang strategis. Segera riset lembaga pendidikan penerbangan terpercaya, persiapkan persyaratan yang dibutuhkan, dan mulai langkah pertama menuju karier di dunia aviasi. Informasi seputar gaji ground handling, karier pramugari, dan profesi penerbangan lainnya juga layak dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.