Mau beli asuransi online tapi was-was? Tenang, kamu nggak sendirian. Penipuan berkedok asuransi digital alias insurtech memang lagi marak. Modusnya juga makin beragam, dari polis palsu sampai platform abal-abal yang langsung kabur begitu dapat duit premi.
Nah, biar kamu nggak jadi korban, artikel ini bakal bantu kamu bedain mana insurtech yang beneran legal dan mana yang bodong. Kita juga kasih daftar lengkap platform resmi OJK plus cara ngecek legalitasnya. Jadi, simak baik-baik ya!
Marak Penipuan Berkedok Asuransi Digital
Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) bentukan OJK nggak berhenti nemuin kasus penipuan di sektor asuransi. Faktanya, sepanjang 2024 hingga awal 2025, ratusan entitas ilegal berkedok asuransi dan investasi udah diblokir!
Modusnya apa aja sih? Ini nih yang sering kejadian:
- Polis asuransi palsu. Pelaku jual polis dari perusahaan asuransi yang nggak terdaftar di OJK. Giliran nasabah mau klaim, eh nggak ada yang bisa dihubungi.
- Platform agregator bodong. Ngakunya marketplace asuransi resmi, padahal nggak punya izin sebagai pialang atau agen asuransi dari OJK.
- Investasi berkedok asuransi. Nawarin return tinggi dengan embel-embel produk unit link, padahal duit nasabah diputer buat kepentingan pribadi.
- Phishing dan pencurian data. Bikin website tiruan dari insurtech ternama buat nyolong data pribadi dan finansial korban.
Korban penipuan ini nggak cuma kehilangan uang premi, tapi juga nggak dapet perlindungan pas risiko kejadian. Parahnya lagi, data pribadi bisa disalahgunain buat kejahatan lain!
Cara Bedakan Insurtech Legal dan Bodong
Sebelum beli asuransi dari platform digital manapun, coba deh cek beberapa hal berikut:
- Periksa izin OJK. Insurtech legal wajib punya izin dari OJK, entah sebagai perusahaan asuransi, pialang asuransi, atau agen asuransi digital. Izin ini bisa dicek di website resmi ojk.go.id.
- Cek domisili dan alamat kantor. Platform legal punya alamat kantor fisik yang jelas di Indonesia. Hati-hati sama yang cuma nyantumin alamat email atau nomor WhatsApp.
- Perhatikan metode pembayaran. Insurtech resmi nerima pembayaran ke rekening atas nama perusahaan, bukan rekening pribadi. Virtual account dan payment gateway terpercaya adalah indikator positif.
- Evaluasi penawaran yang terlalu bagus. Kalau premi murah banget dengan manfaat luar biasa gede, atau janjiin return investasi fantastis, patut dicurigai.
- Baca polis dengan teliti. Polis asli nyantumin nama perusahaan asuransi penerbit (underwriter) yang terdaftar OJK, bukan cuma nama platform.
Daftar Platform Insurtech Resmi OJK
Berikut ini daftar platform insurtech yang beroperasi legal di Indonesia. Mereka bertindak sebagai marketplace, pialang, atau agregator yang bermitra dengan perusahaan asuransi terdaftar OJK.
| Nama Platform | Jenis Layanan |
|---|---|
| [Nama Platform 1 – Ganti dengan data asli] | Marketplace Asuransi |
| [Nama Platform 2 – Ganti dengan data asli] | Pialang Asuransi |
| [Nama Platform 3 – Ganti dengan data asli] | Agregator Asuransi |
Disclaimer dulu nih: daftar di atas cuma contoh ya. Pastikan kamu cek sendiri ke OJK buat dapetin daftar yang paling update.
Penting diingat: Platform di atas bertindak sebagai perantara (broker/agregator). Polis asuransi yang dibeli tetap diterbitkan oleh perusahaan asuransi (underwriter) yang terdaftar dan diawasi OJK seperti Allianz, Prudential, AXA, Sinar Mas, Astra, dan lainnya.
Perusahaan Asuransi Digital Resmi OJK
Selain platform agregator, ada juga perusahaan asuransi yang ngadopsi model bisnis digital sepenuhnya. Beberapa di antaranya:
- PT Asuransi Simas Insurtech. Perusahaan asuransi umum yang fokus pada produk digital dan asuransi mikro.
- PT PasarPolis Insurance Indonesia. Anak perusahaan PasarPolis yang udah punya izin sebagai perusahaan asuransi.
- Asuransi digital dari bank. Beberapa bank seperti BRI (BRI Life), Mandiri (AXA Mandiri), dan BCA nawarin produk asuransi digital lewat aplikasi mobile banking mereka.
Per Triwulan III 2025, OJK nyatet ada 58 perusahaan asuransi jiwa, 77 perusahaan asuransi umum, dan 9 perusahaan reasuransi yang terdaftar resmi di Indonesia.
Ciri-ciri Insurtech Terpercaya
Biar lebih yakin, pakai checklist ini buat nilai apakah platform insurtech bisa dipercaya:
- Terdaftar dan diawasi OJK. Ini syarat mutlak! Platform harus punya izin sebagai pialang asuransi, agen asuransi, atau minimal bermitra dengan perusahaan asuransi berizin.
- Underwriter jelas. Setiap produk asuransi yang dijual harus nyantumin nama perusahaan asuransi penerbit polis. Jangan beli kalau underwriter nggak disebutin.
- Website dan aplikasi profesional. Domain pakai HTTPS, tersedia di App Store dan Play Store resmi, serta punya rating dan review dari pengguna.
- Customer service responsif. Punya call center, live chat, atau email yang bisa dihubungin. Coba hubungi sebelum beli buat nguji responsivitas.
- Proses klaim transparan. Informasi tentang syarat dan prosedur klaim tersedia jelas di website atau aplikasi.
- Laporan keuangan publik. Perusahaan asuransi yang sehat punya rasio solvabilitas (RBC) di atas 120% sesuai ketentuan OJK.
- Tidak menjanjikan return fantastis. Asuransi itu produk proteksi, bukan investasi cepet kaya. Waspadai tawaran return tinggi di luar logika.
Cara Cek Legalitas di Website OJK
Gimana sih cara ngecek apakah perusahaan atau platform asuransi terdaftar di OJK? Ikutin langkah-langkah ini:
- Langkah 1: Buka website OJK. Kunjungi ojk.go.id lewat browser di komputer atau smartphone.
- Langkah 2: Masuk ke menu IKNB. Pilih menu “Kanal” kemudian klik “IKNB” (Industri Keuangan Non-Bank). Di sini tersedia informasi tentang perusahaan asuransi, dana pensiun, dan lembaga keuangan lainnya.
- Langkah 3: Akses Direktori Asuransi. Klik “Data dan Statistik” lalu pilih “Direktori Asuransi”. OJK mempublikasikan daftar perusahaan asuransi jiwa, umum, reasuransi, dan pialang yang terdaftar.
- Langkah 4: Cari nama perusahaan. Gunakan fitur pencarian atau scroll daftar buat nemuin nama perusahaan yang pengin dicek.
Alternatif lain:
- Hubungi call center OJK di nomor 157. Layanan ini tersedia buat masyarakat yang pengin nanya atau ngelaporin aktivitas keuangan mencurigakan.
- Gunakan aplikasi OJK yang bisa diunduh di Play Store dan App Store.
- Kirim email ke konsumen@ojk.go.id buat konfirmasi legalitas perusahaan.
Langkah Jika Jadi Korban Penipuan
Kalau udah terlanjur jadi korban penipuan asuransi bodong, jangan panik! Lakuin langkah-langkah berikut:
- Kumpulkan bukti. Simpan semua bukti transaksi, chat, email, screenshot website, dan dokumen terkait. Bukti ini penting buat proses pelaporan dan hukum.
- Laporkan ke OJK. Hubungi call center OJK 157 atau kirim pengaduan lewat email konsumen@ojk.go.id. Sertakan kronologi lengkap dan bukti yang udah dikumpulin.
- Laporkan ke Satgas Pasti. Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal bisa dihubungin lewat website ojk.go.id atau aplikasi OJK. Mereka punya wewenang buat ngeblokir platform ilegal.
- Buat laporan polisi. Datengin kantor polisi terdekat buat bikin laporan resmi. Bawa semua bukti yang udah dikumpulin. Penipuan itu tindak pidana yang bisa diproses hukum.
- Laporkan ke Kominfo. Kalau penipuan terjadi lewat website atau aplikasi, laporin ke Kementerian Komunikasi dan Informatika lewat aduankonten.id buat pemblokiran.
- Sebarkan informasi. Bagikan pengalaman di media sosial atau forum konsumen biar orang lain nggak jadi korban serupa. Tapi pastiin informasi yang dibagikan akurat dan nggak mengandung fitnah.
Tips Aman Beli Asuransi via Insurtech
Ini dia panduan biar transaksi asuransi digital kamu aman:
- Riset sebelum membeli. Jangan buru-buru tergiur promo. Luangin waktu buat baca review dan ngecek legalitas platform.
- Bandingkan beberapa platform. Manfaatin fitur perbandingan di marketplace asuransi buat dapet harga dan manfaat terbaik.
- Baca polis dengan teliti. Pahami apa yang ditanggung dan nggak ditanggung, masa tunggu, dan prosedur klaim sebelum membeli.
- Simpan dokumen digital. Unduh dan simpan polis, bukti pembayaran, dan semua dokumen terkait di cloud storage atau email.
- Bayar melalui channel resmi. Gunakan virtual account, kartu kredit, atau e-wallet yang terintegrasi dengan platform. Hindari transfer ke rekening pribadi.
- Update aplikasi secara berkala. Pastiin menggunakan versi terbaru aplikasi buat keamanan optimal.
FAQ
Apa itu insurtech?
Insurtech adalah gabungan dari insurance dan technology. Istilah ini merujuk pada perusahaan atau platform yang menggunakan teknologi digital buat ngejual, ngelola, atau memproses produk asuransi.
Apakah semua insurtech terdaftar di OJK?
Nggak semua. Ada insurtech yang bertindak sebagai marketplace atau agregator yang bermitra dengan perusahaan asuransi berizin. Yang wajib terdaftar OJK adalah perusahaan asuransi penerbit polis (underwriter) dan pialang asuransi.
Gimana cara cek insurtech terdaftar OJK?
Kunjungi ojk.go.id, masuk ke menu IKNB, lalu akses Direktori Asuransi. Atau hubungi call center OJK di nomor 157.
Apakah beli asuransi online aman?
Aman kalau platform dan underwriter terdaftar di OJK. Pastiin juga menggunakan channel pembayaran resmi dan nyimpen bukti transaksi.
Apa yang harus dilakuin kalau klaim ditolak insurtech?
Hubungi customer service platform buat klarifikasi. Kalau nggak puas, ajukan pengaduan ke OJK lewat call center 157 atau email konsumen@ojk.go.id.
Berapa minimal RBC perusahaan asuransi yang sehat?
OJK mewajibkan minimal RBC (Risk Based Capital) sebesar 120%. Perusahaan dengan RBC di atas 150% hingga 200% dianggap lebih aman.
Apa bedanya marketplace, agregator, dan pialang asuransi?
Marketplace nyediain platform jual beli produk dari berbagai perusahaan asuransi. Agregator bantu ngebandingin produk. Pialang bertindak sebagai perantara resmi yang punya izin OJK buat ngejual dan ngurus klaim.
Apakah asuransi mikro dari insurtech aman?
Aman kalau underwriter terdaftar OJK. Asuransi mikro adalah produk dengan premi murah (mulai Rp10 ribuan) dan manfaat terbatas, cocok buat proteksi dasar.
Penutup
Insurtech bikin akses asuransi jadi lebih mudah dan terjangkau. Tapi kemudahan ini juga dimanfaatin oknum nggak bertanggung jawab buat nipu masyarakat.
Kunci utama biar nggak jadi korban penipuan adalah selalu ngecek legalitas platform dan underwriter di website OJK sebelum membeli. Jangan tergiur promo atau return fantastis yang nggak masuk akal. Kalau udah terlanjur jadi korban, segera laporin ke OJK, Satgas Pasti, dan kepolisian. Semakin cepet dilaporin, semakin gede peluang platform bodong bisa diblokir dan pelaku ditindak.