Pertanyaan gaji yang diharapkan adalah salah satu momen paling menegangkan dalam sesi wawancara kerja. Banyak pelamar yang gugup, menyebut angka terlalu rendah, atau justru terlalu tinggi hingga akhirnya tersingkir dari proses rekrutmen. Lantas, bagaimana cara menjawabnya dengan tepat dan percaya diri di tahun 2026 ini?
Faktanya, pertanyaan ini bukan jebakan. Rekruter ingin mengetahui apakah ekspektasi pelamar sesuai dengan anggaran perusahaan. Nah, dengan strategi yang benar, pertanyaan ini justru bisa menjadi peluang untuk menegosiasikan kompensasi terbaik.
Mengapa Pertanyaan Gaji yang Diharapkan Sangat Krusial?
Sesi wawancara bukan hanya tentang kemampuan teknis atau pengalaman kerja. Komponen gaji adalah faktor penentu apakah proses rekrutmen akan berlanjut atau terhenti di sini.
Menurut survei platform karier terkemuka per 2026, lebih dari 60% kandidat gagal bukan karena tidak kompeten, melainkan karena menyebut ekspektasi gaji yang tidak realistis — terlalu rendah atau terlalu tinggi tanpa dasar yang jelas.
Selain itu, jawaban gaji yang diharapkan mencerminkan:
- Seberapa jauh kandidat memahami nilai dirinya di pasar kerja
- Kemampuan riset dan analisis kandidat
- Kematangan dalam berkomunikasi dan bernegosiasi
- Kesesuaian antara kebutuhan kandidat dan kemampuan perusahaan
Cara Riset Standar Gaji Sebelum Interview 2026
Langkah pertama sebelum menjawab pertanyaan ini adalah melakukan riset mendalam. Jangan pernah menyebut angka tanpa data pendukung yang kuat.
Berikut sumber riset gaji terpercaya yang bisa digunakan per 2026:
- Platform job portal — Jobstreet, LinkedIn, Glints, dan Kalibrr secara rutin mempublikasikan laporan salary benchmark tahunan
- Komunitas profesional — Forum seperti Reddit r/Indonesia atau grup LinkedIn bisa memberikan gambaran gaji dari para praktisi langsung
- Data UMR 2026 — Pastikan angka yang disebut tidak di bawah Upah Minimum Regional yang berlaku di kota tersebut
- Jaringan alumni atau rekan seprofesi — Informasi dari orang dalam industri sering kali lebih akurat dari data publik mana pun
Jadi, sebelum interview, luangkan waktu minimal 30 menit hanya untuk riset rentang gaji posisi yang dilamar.
Tips Menjawab Pertanyaan Gaji yang Diharapkan dengan Percaya Diri
Setelah data terkumpul, saatnya merumuskan jawaban yang tepat. Ada beberapa pendekatan yang terbukti efektif:
1. Gunakan Rentang Gaji, Bukan Angka Tunggal
Menyebut satu angka pasti berisiko. Sebaiknya, gunakan rentang yang terasa nyaman di kedua ujungnya.
Contoh: “Berdasarkan riset pasar dan pengalaman yang saya miliki, ekspektasi saya berada di kisaran Rp8.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan.”
Pastikan angka terendah dalam rentang itu masih bisa diterima. Jangan letakkan batas bawah di angka yang sebenarnya tidak diinginkan.
2. Sertakan Justifikasi yang Kuat
Rekruter akan lebih menghargai jawaban yang disertai alasan logis. Hubungkan angka dengan pengalaman, sertifikasi, atau pencapaian konkret yang dimiliki.
Contoh justifikasi yang efektif:
- Tahun pengalaman di bidang yang relevan
- Sertifikasi profesional terbaru 2026 yang dimiliki
- Pencapaian terukur di pekerjaan sebelumnya (misalnya: meningkatkan penjualan 40%)
- Standar gaji industri untuk posisi serupa
3. Tanyakan Balik Rentang Anggaran Perusahaan
Ini adalah taktik negosiasi yang cerdas dan sah digunakan. Sebelum menyebut angka, tanyakan dulu kepada rekruter:
“Boleh saya tahu rentang anggaran yang tersedia untuk posisi ini? Saya ingin memastikan ekspektasi saya selaras dengan kebijakan perusahaan.”
Namun, strategi ini hanya efektif jika dilakukan di awal percakapan gaji. Jika rekruter tetap meminta angka lebih dulu, berikan dengan percaya diri.
4. Hindari Terlalu Fleksibel atau Pasrah
Jawaban seperti “Terserah perusahaan saja” atau “Saya fleksibel sepenuhnya” justru melemahkan posisi tawar. Rekruter bisa menganggap kandidat tidak menghargai kemampuan dirinya sendiri.
Tunjukkan bahwa ada angka yang sudah dipikirkan matang, sekaligus tetap terbuka untuk diskusi lebih lanjut.
Tabel Perbandingan Strategi Menjawab Gaji yang Diharapkan
Berikut ringkasan perbandingan berbagai pendekatan dalam menjawab pertanyaan gaji yang diharapkan, beserta efektivitasnya:
| Strategi Jawaban | Risiko | Efektivitas |
|---|---|---|
| Menyebut rentang gaji + justifikasi | Rendah | ⭐⭐⭐⭐⭐ Sangat Tinggi |
| Tanya balik anggaran perusahaan | Sedang | ⭐⭐⭐⭐ Tinggi |
| Menyebut angka tunggal tanpa alasan | Sedang-Tinggi | ⭐⭐ Rendah |
| “Terserah perusahaan saja” | Tinggi | ⭐ Sangat Rendah |
| Angka jauh di atas standar pasar | Sangat Tinggi | ⭐ Berbahaya |
Dari tabel di atas, jelas terlihat bahwa kombinasi antara rentang gaji dan justifikasi yang kuat adalah pendekatan paling aman sekaligus paling efektif dalam menjawab pertanyaan gaji yang diharapkan.
Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari Saat Menjawab Ekspektasi Gaji
Banyak kandidat yang sudah paham strategi, namun tetap melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar. Berikut daftar kesalahan yang paling sering terjadi:
- Tidak melakukan riset sama sekali — Menyebut angka tanpa data adalah jebakan paling umum
- Menyebut gaji terakhir sebagai patokan — Ini bisa membatasi ruang negosiasi, terutama jika gaji sebelumnya di bawah standar pasar 2026
- Gugup dan mengubah angka di tengah percakapan — Konsistensi menunjukkan kepercayaan diri
- Lupa memasukkan komponen tunjangan — Gaji bukan hanya gaji pokok; tunjangan, bonus, dan fasilitas juga bernilai finansial
- Tidak mempertimbangkan biaya hidup kota tujuan — Standar gaji Jakarta dan Yogyakarta sangat berbeda per 2026
Contoh Kalimat Jawaban Gaji yang Diharapkan yang Efektif
Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa dijadikan referensi, disesuaikan dengan level pengalaman:
Untuk Fresh Graduate
“Berdasarkan riset standar industri dan UMR 2026 di kota ini, ekspektasi saya berada di kisaran Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000. Namun saya sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai total paket kompensasi yang ditawarkan.”
Untuk Kandidat Berpengalaman 3–5 Tahun
“Dengan pengalaman lebih dari empat tahun di bidang ini serta sertifikasi yang relevan, ekspektasi saya berada di angka Rp12.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan. Angka ini juga sudah mempertimbangkan benchmark pasar terbaru 2026 untuk posisi serupa.”
Untuk Kandidat Senior atau Manajerial
“Berdasarkan track record yang saya miliki, termasuk keberhasilan memimpin tim lintas fungsi dan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis di perusahaan sebelumnya, ekspektasi kompensasi saya berada di rentang Rp25.000.000 hingga Rp35.000.000. Ini sudah saya sesuaikan dengan standar posisi manajerial di industri ini per 2026.”
Kesimpulan
Menjawab pertanyaan gaji yang diharapkan bukan tentang menyebut angka tertinggi atau terendah — melainkan tentang menyampaikan angka yang tepat dengan dasar yang kuat dan cara yang percaya diri. Kunci utamanya adalah riset mendalam sebelum interview, pemahaman terhadap nilai diri sendiri, dan kemampuan mengomunikasikannya dengan tenang.
Mulai sekarang, jadikan setiap sesi wawancara sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa negosiasi gaji adalah bagian dari profesionalisme, bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Pelajari juga topik terkait seperti cara negosiasi gaji setelah penawaran diterima, persiapan dokumen portofolio, dan strategi menghadapi berbagai jenis pertanyaan interview agar peluang diterima kerja di 2026 semakin besar.