Awal tahun biasanya bikin pengeluaran membengkak, apalagi buat urusan sekolah. Nah, buat warga DKI Jakarta, kabar soal pencairan KJP Plus Januari 2026 tentu jadi angin segar. Bantuan ini penting banget buat menunjang pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sayangnya, seringkali beredar info simpang siur soal tanggal pasti pencairan KJP Plus. Jadi pada cair serentak atau bertahap, ya? Tenang, informasi yang jelas itu penting banget biar dana bantuan bisa dipakai dengan bijak buat beli perlengkapan sekolah atau nutrisi anak.
Artikel ini bakal kupas tuntas prediksi tanggal pencairan KJP Plus Januari 2026, nominal bantuannya, sampai cara gampang cek status penerima lewat HP. Yuk, simak detailnya biar gak ada info penting yang kelewatan!
KJP Plus Januari 2026 Cair Kapan? Ini Prediksinya!
Singkatnya, pencairan KJP Plus tahap ini diperkirakan bakal dilakukan bertahap mulai minggu pertama sampai minggu kedua Januari 2026, tepatnya tanggal 4 sampai 15. Dana bantuannya langsung ditransfer ke rekening Bank DKI masing-masing penerima. Mau cek status? Gampang, cukup masukin NIK siswa di menu “Periksa Status Penerimaan KJP” di situs resmikjp.jakarta.go.id.
Estimasi Jadwal Pencairan KJP Plus Januari 2026
Penyaluran KJP Plus biasanya punya pola yang hampir sama setiap bulan, meski kadang ada sedikit penyesuaian di awal tahun. Dinas Pendidikan DKI Jakarta umumnya memprioritaskan jenjang pendidikan dasar (SD/MI) dulu, baru menyusul SMP, dan terakhir SMA/SMK.
Berikut ini estimasi jadwal pencairan berdasarkan tren penyaluran sebelumnya. Catat, ya!
| Jenjang Pendidikan | Estimasi Tanggal Cair |
|---|---|
| SD/MI | Minggu Pertama Januari 2026 |
| SMP/MTs | Minggu Pertama – Minggu Kedua Januari 2026 |
| SMA/MA/SMK | Minggu Kedua Januari 2026 |
Penting diingat, jadwal di atas cuma estimasi. Keterlambatan bisa aja terjadi kalau ada proses verifikasi data penerima (pemadanan DTKS) atau karena hari libur nasional.
Nominal Bantuan KJP Plus 2026: Berapa yang Didapat?
Jadi, berapa sih sebenarnya dana KJP Plus yang diterima siswa setiap bulannya? Nominalnya terdiri dari Dana Rutin (bisa ditarik tunai sebagian) dan Dana Berkala (khusus buat belanja non-tunai kebutuhan sekolah).
Ini dia rincian besaran dana per bulan:
- SD/MI: Total Rp250.000 (Dana Rutin Rp135.000 + Dana Berkala Rp115.000). Tambahan SPP untuk Swasta: Rp130.000/bulan.
- SMP/MTs: Total Rp300.000 (Dana Rutin Rp185.000 + Dana Berkala Rp115.000). Tambahan SPP untuk Swasta: Rp170.000/bulan.
- SMA/MA: Total Rp420.000 (Dana Rutin Rp235.000 + Dana Berkala Rp185.000). Tambahan SPP untuk Swasta: Rp290.000/bulan.
- SMK: Total Rp450.000 (Dana Rutin Rp235.000 + Dana Berkala Rp215.000). Tambahan SPP untuk Swasta: Rp240.000/bulan.
Oh ya, penggunaan dana tunai dibatasi maksimal Rp100.000 per bulan. Sisanya wajib dibelanjakan non-tunai (gesek mesin EDC Bank DKI) buat beli buku, seragam, atau alat tulis.
Cara Praktis Cek Status Penerima KJP Plus via HP
Ternyata, masih banyak orang tua yang bingung memastikan apakah anaknya masih terdaftar sebagai penerima KJP Plus di tahun 2026 atau enggak. Pengecekan ini penting banget sebelum pergi ke ATM atau toko perlengkapan sekolah.
Gini nih langkah-langkah pengecekannya:
- Buka browser di HP (Chrome/Safari).
- Akses situs resmikjp.jakarta.go.id.
- Cari menu “Pencarian” atau “Periksa Status Penerimaan KJP”.
- Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) siswa yang ada di KK.
- Pilih Tahun “2026” dan Tahap yang sesuai.
- Klik tombol “Cek”.
Kalau data valid, layar bakal menampilkan nama siswa, status verifikasi, dan status persetujuan dari Dinas Pendidikan.
Syarat Wajib Supaya Tetap Jadi Penerima KJP 2026
Pemerintah DKI Jakarta makin ketat dalam menyeleksi penerima bantuan. Masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu baru langkah awal. Perilaku siswa dan orang tua juga jadi penentu kelanjutan bantuan.
Ini dia beberapa “Larangan Keras” yang bisa bikin KJP Plus dicabut:
- Siswa ketahuan merokok atau ikut tawuran.
- Siswa sering bolos sekolah tanpa alasan jelas.
- Dana KJP dipakai buat beli barang di luar kebutuhan pendidikan (misalnya pulsa, game online, atau emas).
- Kartu ATM KJP digadaikan ke orang lain.
- Orang tua penerima punya aset mewah (mobil) atau rumah dengan NJOP tinggi yang gak sesuai sama profil kemiskinan.
Solusi Kalau Dana KJP Belum Cair Juga
Gimana kalau teman sekelas udah cair, tapi saldo anak kita masih kosong? Jangan langsung panik, ya. Ada beberapa langkah yang bisa dicoba buat cari tahu.
Pertama, cek lagi status di situs resmi kjp.jakarta.go.id, apakah statusnya “Ditetapkan” atau “Data Tidak Ditemukan”. Kedua, lapor ke operator sekolah (Tata Usaha) buat mastiin gak ada kesalahan input data di sistem Dapodik. Ketiga, hubungi layanan pengaduan Disdik DKI Jakarta atau UPT P4OP lewat media sosial resmi mereka kalau masalahnya masih berlanjut.
Masih Bingung? Ini FAQ Seputar KJP Plus
- Kapan tanggal pasti KJP Januari 2026 cair? Biasanya Disdik DKI mengumumkan pencairan cair pada tanggal 4 hingga 15 setiap bulannya. Pantau Instagram @upt.p4op atau @disdikdki untuk tanggal pastinya.
- Apakah saldo KJP bisa hangus jika tidak diambil? Dana KJP bersifat akumulatif di rekening penerima dan tidak hangus, namun sangat disarankan untuk digunakan sesuai kebutuhan bulanan agar perputaran ekonomi keluarga terbantu.
- Kenapa status KJP saya “Data Tidak Ditemukan”? Ini bisa terjadi karena nama siswa sudah dicoret dari DTKS (dianggap mampu/graduasi), pindah domisili ke luar Jakarta, atau adanya ketidaksesuaian data NIK antara Dukcapil dan Dapodik.
Kesimpulan
Jadwal penyaluran KJP Plus Januari 2026 penting banget buat kelangsungan pendidikan siswa di Jakarta. Dengan tahu estimasi tanggal cair, nominal bantuan, dan cara cek statusnya, orang tua bisa lebih tenang mengatur keuangan keluarga.
Patuhi selalu aturan penggunaan dana biar bantuan ini gak dicabut. Pendidikan itu investasi masa depan, dan KJP Plus hadir buat mastiin gak ada anak Jakarta yang putus sekolah karena masalah biaya.