Konsultan pajak bersertifikat kini menjadi salah satu profesi paling dicari di Indonesia. Seiring kompleksitas regulasi perpajakan yang terus berkembang per 2026, kebutuhan akan tenaga ahli pajak berlisensi melonjak drastis. Jadi, bagaimana cara memperoleh sertifikasi Brevet A, B, dan C secara resmi?
Profesi ini bukan sekadar soal menghitung angka. Seorang konsultan pajak bersertifikat bertanggung jawab membantu wajib pajak—baik individu maupun badan usaha—dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai hukum yang berlaku. Dengan rata-rata penghasilan yang kompetitif dan permintaan pasar yang tinggi, jalur karier ini layak dipertimbangkan secara serius.
Apa Itu Brevet Pajak A, B, dan C?
Brevet pajak adalah program pelatihan dan sertifikasi perpajakan yang diakui secara resmi. Setiap tingkatan memiliki cakupan materi yang berbeda dan saling melengkapi.
Berikut gambaran singkat perbedaan ketiga tingkatan tersebut:
| Tingkatan | Fokus Materi | Target Peserta |
|---|---|---|
| Brevet A | PPh Orang Pribadi, NPWP, SPT Tahunan OP | Pemula, karyawan umum |
| Brevet B | PPh Badan, PPN, PPnBM, Akuntansi Pajak | Profesional keuangan, akuntan |
| Brevet C | Pajak Internasional, Transfer Pricing, Tax Planning Lanjutan | Konsultan senior, manajer pajak |
Ketiga tingkatan ini bersifat progresif. Artinya, idealnya diselesaikan secara berurutan meskipun beberapa lembaga memperbolehkan peserta langsung masuk ke Brevet B jika sudah memiliki latar belakang akuntansi.
Syarat Menjadi Konsultan Pajak Bersertifikat 2026
Sebelum mendaftar kursus brevet, ada sejumlah persyaratan dasar yang perlu dipenuhi. Syarat ini mengacu pada ketentuan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berlaku per 2026.
- Warga Negara Indonesia (WNI) atau memiliki izin kerja resmi
- Pendidikan minimal D3 atau S1, diutamakan dari jurusan Akuntansi, Perpajakan, atau Hukum
- Tidak sedang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif
- Memiliki NPWP pribadi yang aktif dan tertib administrasi
- Tidak pernah terlibat tindak pidana perpajakan
Selain itu, untuk mendapatkan izin praktik resmi sebagai konsultan pajak, peserta wajib lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh Panitia Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak (PPSKP) di bawah koordinasi DJP.
Langkah-Langkah Mendapatkan Sertifikasi Brevet Pajak
Proses mendapatkan sertifikat brevet pajak cukup sistematis. Berikut tahapan lengkap yang perlu dilalui:
- Pilih lembaga penyelenggara brevet terpercaya — Cari lembaga yang terakreditasi IKPI atau berafiliasi dengan perguruan tinggi ternama. Beberapa pilihan populer per 2026 antara lain IAI (Ikatan Akuntan Indonesia), lembaga kursus pajak swasta bersertifikat, dan universitas negeri yang memiliki program ekstensi perpajakan.
- Daftar dan ikuti kursus Brevet A — Durasi rata-rata 2–3 bulan dengan jadwal fleksibel (reguler atau intensif). Tersedia juga kelas daring (online) yang semakin berkembang per 2026.
- Ikuti ujian akhir brevet — Setiap tingkatan diakhiri ujian tertulis. Nilai kelulusan minimal biasanya 60–70 dari 100.
- Lanjutkan ke Brevet B dan C — Setelah lulus Brevet A, lanjutkan ke tingkatan berikutnya. Brevet A+B bisa diselesaikan dalam 4–6 bulan, sedangkan Brevet C membutuhkan waktu tambahan 2–3 bulan.
- Daftar USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak) — Setelah menguasai materi brevet, daftarkan diri ke USKP untuk mendapatkan izin praktik resmi.
- Bergabung dengan IKPI — Keanggotaan IKPI membuka akses ke jaringan profesional, update regulasi, dan pengakuan resmi sebagai konsultan pajak bersertifikat.
Biaya dan Durasi Brevet Pajak Terbaru 2026
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal biaya. Nah, biaya kursus brevet pajak bervariasi tergantung lembaga dan format pembelajaran yang dipilih.
| Program | Estimasi Biaya 2026 | Durasi |
|---|---|---|
| Brevet A | Rp 1.500.000 – Rp 3.500.000 | 2–3 bulan |
| Brevet B | Rp 2.000.000 – Rp 4.500.000 | 2–3 bulan |
| Brevet A+B (Paket) | Rp 3.000.000 – Rp 6.500.000 | 4–6 bulan |
| Brevet C | Rp 4.000.000 – Rp 8.000.000 | 2–3 bulan |
| USKP (per tingkatan) | Rp 500.000 – Rp 1.500.000 | Per sesi ujian |
Investasi ini terbilang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan potensi penghasilan yang bisa diraih setelah berpraktik secara resmi. Bahkan, banyak perusahaan besar yang mau menanggung biaya brevet bagi karyawan di divisi keuangan dan akuntansi.
Prospek Karier Konsultan Pajak Bersertifikat di 2026
Faktanya, Indonesia masih kekurangan tenaga konsultan pajak profesional. Dengan rasio konsultan pajak terhadap wajib pajak yang jauh di bawah standar ideal, peluang karier di bidang ini sangat terbuka lebar.
Beberapa jalur karier yang bisa ditempuh oleh pemegang sertifikat brevet:
- Konsultan pajak independen — Membuka praktik sendiri dan melayani klien korporat maupun individu
- Tax manager di perusahaan multinasional
- Staf pajak di kantor akuntan publik (KAP)
- Tax advisor di firma hukum dan konsultan bisnis
- Dosen atau trainer perpajakan di lembaga pendidikan
Selain itu, pemegang Brevet C dengan spesialisasi pajak internasional semakin diminati seiring meningkatnya investasi asing dan aktivitas lintas batas di Indonesia per 2026.
Tips Sukses Lulus Brevet Pajak dengan Cepat
Menyelesaikan brevet pajak bukan hal yang sulit jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Beberapa tips yang terbukti efektif:
- Pilih kelas dengan instruktur berpengalaman praktisi, bukan hanya akademisi
- Rajin mengerjakan latihan soal, terutama studi kasus SPT nyata
- Ikuti update regulasi DJP secara rutin melalui situs resmi pajak.go.id
- Bergabung dengan komunitas belajar pajak online untuk diskusi dan berbagi materi
- Manfaatkan simulasi ujian sebelum menghadapi tes sesungguhnya
Jangan lupa, regulasi perpajakan Indonesia kerap berubah. Jadi, penting untuk selalu memperbarui pengetahuan bahkan setelah sertifikat dipegang.
Kesimpulan
Menjadi konsultan pajak bersertifikat melalui jalur Brevet A, B, dan C adalah investasi karier yang sangat strategis di tahun 2026. Prosesnya sistematis, biayanya terjangkau, dan peluang pasarnya terus tumbuh seiring kompleksitas regulasi perpajakan yang berkembang.
Mulai dari memilih lembaga brevet yang tepat, menuntaskan setiap tingkatan dengan serius, hingga mendaftar USKP dan bergabung dengan IKPI—setiap langkah membawa lebih dekat ke profesi yang prestisius dan menguntungkan ini. Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memulai selain sekarang.