KPR Bank BCA menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia yang ingin mewujudkan impian memiliki rumah di tahun 2026. Dengan reputasi yang kuat sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, BCA menawarkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga kompetitif, proses pengajuan yang relatif mudah, dan berbagai kemudahan yang mendukung calon debitur.
Nah, sebelum mengajukan KPR, penting sekali untuk memahami syarat, besaran bunga, dan simulasi cicilan agar tidak ada kejutan di kemudian hari. Artikel ini merangkum panduan lengkap pengajuan KPR BCA 2026 — dari persyaratan dokumen hingga cara menghitung cicilan bulanan.
Apa Itu KPR Bank BCA dan Jenisnya?
KPR Bank BCA adalah produk pinjaman perumahan yang memungkinkan nasabah membeli rumah, apartemen, ruko, atau kavling dengan cara mencicil dalam jangka panjang. BCA menyediakan beberapa jenis KPR yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Jenis-Jenis KPR BCA 2026
- KPR BCA — Untuk pembelian rumah baru maupun bekas di pasar sekunder
- KPR BCA Refinancing — Untuk take over KPR dari bank lain ke BCA
- KPR BCA Top Up — Penambahan plafon pinjaman bagi debitur existing
- KPR BCA Xtra — KPR fleksibel dengan fasilitas rekening giro yang terhubung
- KPR BCA Gajahmada — Produk khusus untuk pembelian properti komersial tertentu
Selain itu, BCA juga menyediakan layanan KPR iB BCA berbasis prinsip syariah bagi nasabah yang menginginkan pembiayaan bebas riba.
Syarat Pengajuan KPR Bank BCA Terbaru 2026
Sebelum mengajukan, pastikan semua dokumen persyaratan sudah lengkap. BCA membagi syarat menjadi dua kategori utama: persyaratan umum dan persyaratan dokumen.
Persyaratan Umum
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Usia maksimal saat kredit lunas: 65 tahun (karyawan) dan 70 tahun (profesional/wirausaha)
- Berstatus karyawan tetap, profesional, atau wiraswasta
- Masa kerja minimal 2 tahun (karyawan) atau usaha berjalan minimal 3 tahun (wiraswasta)
- Tidak memiliki catatan kredit macet di BI Checking / SLIK OJK
Persyaratan Dokumen
Berikut dokumen yang perlu disiapkan saat mengajukan KPR BCA:
| Jenis Pemohon | Dokumen yang Diperlukan |
|---|---|
| Semua Pemohon | KTP, KK, Akta Nikah/Cerai, NPWP, Formulir KPR BCA |
| Karyawan | Slip gaji 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, rekening koran 3 bulan terakhir |
| Wiraswasta | SIUP/NIB, TDP, laporan keuangan 2 tahun terakhir, rekening koran 6 bulan |
| Profesional | Izin praktik, rekening tabungan, laporan keuangan usaha |
| Dokumen Properti | SHM/SHGB, IMB, PBB terbaru, surat jual beli/perjanjian |
Pastikan semua dokumen dalam kondisi lengkap dan masih berlaku agar proses verifikasi berjalan lancar dan tidak mengalami penundaan.
Suku Bunga KPR Bank BCA 2026
Bunga KPR BCA 2026 mengikuti kebijakan Bank Indonesia dan kondisi pasar properti nasional. Secara umum, BCA menerapkan dua jenis skema bunga yang perlu dipahami sebelum memutuskan pengajuan.
Skema Bunga KPR BCA
| Skema Bunga | Besaran | Keterangan |
|---|---|---|
| Bunga Fixed | 3,88% – 5,50% p.a. | Berlaku 1–5 tahun pertama (periode promo) |
| Bunga Floating | 11% – 13% p.a. | Berlaku setelah periode fixed berakhir |
| KPR Syariah (iB BCA) | Margin setara 4% – 6% | Akad murabahah, cicilan tetap hingga lunas |
Penting untuk dicatat bahwa bunga floating bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan suku bunga acuan BI Rate 2026. Sebaiknya pertimbangkan strategi pelunasan lebih awal selama masa bunga fixed untuk menghemat total cicilan.
Simulasi Cicilan KPR BCA 2026
Sebelum mengajukan KPR Bank BCA, sangat disarankan untuk melakukan simulasi cicilan agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan finansial bulanan. Berikut contoh simulasi cicilan berdasarkan plafon dan tenor yang berbeda.
Simulasi Cicilan (Bunga Fixed 4,88% p.a., Tenor 20 Tahun)
| Harga Rumah | DP (20%) | Plafon KPR | Cicilan/Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp 500 juta | Rp 100 juta | Rp 400 juta | ±Rp 2.620.000 |
| Rp 800 juta | Rp 160 juta | Rp 640 juta | ±Rp 4.190.000 |
| Rp 1 miliar | Rp 200 juta | Rp 800 juta | ±Rp 5.240.000 |
| Rp 2 miliar | Rp 400 juta | Rp 1,6 miliar | ±Rp 10.480.000 |
Angka di atas adalah estimasi pada periode bunga fixed. Cicilan bisa berubah saat masuk periode bunga floating. Gunakan KPR Calculator resmi di website BCA untuk kalkulasi yang lebih presisi sesuai harga properti yang diinginkan.
Ketentuan Uang Muka (Down Payment) KPR BCA
Besaran DP minimum KPR BCA 2026 mengikuti regulasi OJK dan kebijakan internal bank:
- Rumah pertama: DP minimal 15% – 20% dari harga properti
- Rumah kedua: DP minimal 25%
- Rumah ketiga dan seterusnya: DP minimal 35%
- Kavling/tanah: DP minimal 30%
Cara Pengajuan KPR Bank BCA Secara Lengkap
Proses pengajuan KPR BCA bisa dilakukan secara online melalui aplikasi myBCA maupun langsung di kantor cabang BCA terdekat. Berikut langkah-langkahnya:
- Persiapkan dokumen — Kumpulkan semua berkas sesuai daftar persyaratan di atas
- Pilih properti — Tentukan properti yang akan dibeli dan pastikan sudah ada perjanjian awal dengan penjual
- Simulasi online — Gunakan kalkulator KPR di bca.co.id untuk estimasi cicilan
- Ajukan aplikasi — Kunjungi kantor cabang BCA atau ajukan melalui aplikasi myBCA
- Verifikasi dokumen — BCA akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen (1–3 hari kerja)
- Penilaian properti (appraisal) — BCA menunjuk penilai independen untuk menaksir nilai properti
- Keputusan kredit — Proses persetujuan biasanya memakan waktu 7–14 hari kerja
- Penandatanganan akad — Setelah disetujui, dilakukan akad kredit di hadapan notaris rekanan BCA
- Pencairan dana — Dana langsung ditransfer ke rekening penjual properti
Faktanya, proses bisa lebih cepat jika semua dokumen lengkap sejak awal dan rekam jejak kredit bersih.
Biaya-Biaya yang Perlu Diperhitungkan
Selain cicilan bulanan, ada beberapa biaya awal yang wajib diperhitungkan saat mengambil KPR Bank BCA:
- Biaya provisi: 1% dari plafon kredit (dibayar di muka)
- Biaya appraisal: Rp 500.000 – Rp 1.500.000 tergantung lokasi dan tipe properti
- Biaya notaris dan akad: Bervariasi, biasanya Rp 3 juta – Rp 10 juta
- Biaya asuransi jiwa dan kebakaran: Dihitung berdasarkan plafon dan tenor
- Pajak pembelian (BPHTB): 5% dari nilai transaksi dikurangi NJOPTKP
Jadi, siapkan dana tambahan sekitar 5% – 10% dari harga properti untuk menutupi biaya-biaya di luar cicilan.
Tips Agar Pengajuan KPR BCA Disetujui
Agar permohonan tidak ditolak, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan sebelum mengajukan KPR Bank BCA 2026:
- Pastikan skor kredit SLIK OJK bersih — lunasi semua utang yang ada sebelum mengajukan
- Rasio cicilan terhadap penghasilan (DTI) idealnya di bawah 35%
- Miliki tabungan di rekening BCA minimal 3 bulan terakhir untuk memperkuat profil keuangan
- Hindari pengajuan kredit baru (kartu kredit, KTA) setidaknya 6 bulan sebelum mengajukan KPR
- Jika berstatus wiraswasta, pastikan laporan keuangan menunjukkan laba stabil selama 2 tahun
Kesimpulan
KPR Bank BCA tetap menjadi opsi pembiayaan properti yang kompetitif di 2026, dengan berbagai pilihan produk, bunga menarik di periode fixed, dan proses pengajuan yang bisa dilakukan secara digital. Kuncinya adalah mempersiapkan dokumen dengan lengkap, menjaga rekam jejak kredit tetap bersih, dan memahami simulasi cicilan secara realistis sesuai kemampuan finansial.
Untuk informasi lebih lanjut dan pengajuan resmi, kunjungi bca.co.id atau hubungi Halo BCA di 1500888. Pertimbangkan juga untuk berkonsultasi dengan agen properti atau perencana keuangan sebelum membuat keputusan besar ini — karena memiliki rumah adalah investasi jangka panjang yang perlu direncanakan matang-matang.