Paylater bank vs fintech menjadi perdebatan sengit di kalangan pengguna layanan cicilan digital per 2026. Dengan makin banyaknya pilihan — mulai dari PayLater milik bank besar hingga platform fintech independen — banyak yang bingung memilih mana yang benar-benar paling hemat dan aman untuk kantong.
Pertumbuhan pengguna paylater di Indonesia terus melonjak. Data terbaru 2026 menunjukkan bahwa lebih dari 60 juta penduduk aktif menggunakan layanan cicilan digital, baik melalui bank konvensional maupun fintech. Namun, di balik kemudahan itu, ada perbedaan biaya yang cukup signifikan antara keduanya. Jadi, mana yang lebih worth it?
Apa Itu Paylater Bank vs Paylater Fintech?
Sebelum membandingkan biaya, penting untuk memahami dua kategori ini secara mendasar.
Paylater Bank adalah layanan cicilan yang dikeluarkan langsung oleh bank, baik bank BUMN maupun swasta. Contohnya antara lain Traveloka PayLater (kolaborasi dengan bank), Allo PayLater (Allo Bank), TMRW PayLater (UOB), dan beberapa produk dari BRI, BNI, serta Mandiri.
Paylater Fintech adalah layanan yang dikelola oleh perusahaan teknologi finansial non-bank yang telah mendapat lisensi OJK. Contoh populer di 2026 antara lain:
- Akulaku PayLater
- Kredivo
- Shopee PayLater (SPaylater)
- Tokopedia PayLater
- Indodana PayLater
Secara regulasi, paylater fintech masuk dalam kategori BNPL (Buy Now Pay Later) yang diawasi OJK, sementara paylater bank mengikuti regulasi perbankan yang lebih ketat.
Perbandingan Biaya Paylater Bank vs Fintech 2026
Inilah bagian yang paling krusial. Berikut perbandingan biaya dari masing-masing kategori berdasarkan data terbaru 2026:
| Layanan | Kategori | Bunga/Biaya per Bulan | Biaya Admin |
|---|---|---|---|
| Allo PayLater | Bank | 0% – 2,75% | Variatif |
| TMRW PayLater | Bank | 0% – 1,75% | Rp 0 |
| Kredivo | Fintech | 0% – 2,6% | Rp 0 – Rp 50.000 |
| Shopee PayLater | Fintech | 2,95% | Rp 0 |
| Akulaku | Fintech | hingga 4,5% | Rp 0 – Rp 25.000 |
| Indodana | Fintech | hingga 5% | Hingga Rp 50.000 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa paylater bank cenderung menawarkan bunga lebih rendah, terutama untuk nasabah dengan profil kredit yang baik. Namun, paylater fintech seperti Kredivo bisa menyaingi jika pengguna mendapat status Premium atau Gold.
Keunggulan dan Kelemahan Paylater Bank
Keunggulan Paylater Bank
- Bunga lebih rendah — karena bank memiliki cost of fund yang lebih kecil
- Regulasi lebih ketat — lebih terlindungi secara hukum
- Limit lebih besar — bisa mencapai puluhan juta rupiah
- Integrasi dengan rekening bank — proses pembayaran lebih mudah
Kelemahan Paylater Bank
- Proses persetujuan lebih ketat dan lama
- Tidak semua merchant mendukung paylater bank
- Fitur cicilan sering terbatas pada ekosistem bank itu sendiri
Keunggulan dan Kelemahan Paylater Fintech
Keunggulan Paylater Fintech
- Proses cepat — approval bisa dalam hitungan menit
- Terintegrasi di marketplace populer — Shopee, Tokopedia, Lazada
- Tersedia untuk pengguna tanpa rekening bank sekalipun
- Promo cashback dan diskon cicilan sering ditawarkan
Kelemahan Paylater Fintech
- Bunga lebih tinggi secara rata-rata
- Limit awal lebih kecil
- Risiko penipuan data lebih tinggi jika platform tidak terdaftar OJK
Regulasi OJK 2026: Paylater Makin Diperketat
Per 2026, OJK telah mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan seluruh platform paylater — baik bank maupun fintech — untuk transparan dalam penghitungan bunga efektif tahunan (APR). Ini berarti konsumen kini bisa membandingkan biaya dengan lebih adil.
Regulasi update 2026 ini juga mewajibkan adanya fitur “cooling-off period” selama 14 hari bagi pengguna baru, serta pembatasan maksimum bunga paylater fintech di angka 0,3% per hari atau sekitar 9% per bulan. Aturan ini membuat selisih biaya antara paylater bank vs fintech semakin menyempit.
Nah, bagi yang belum paham cara cek legalitas platform paylater, pastikan selalu cek nomor izin OJK di situs resmi ojk.go.id sebelum mendaftar.
Mana yang Lebih Murah: Paylater Bank atau Fintech?
Jawabannya tidak hitam putih. Tergantung pada beberapa faktor:
- Tujuan penggunaan — Untuk belanja di marketplace, fintech lebih fleksibel. Untuk cicilan besar dan jangka panjang, bank lebih hemat.
- Profil kredit — Pengguna dengan skor kredit baik bisa dapat bunga 0% di keduanya.
- Promo aktif — Fintech sering memberikan bunga 0% untuk periode tertentu yang bisa sangat menguntungkan.
- Ekosistem belanja — Jika sering belanja di Shopee, SPaylater lebih praktis. Jika sering transaksi via mobile banking, paylater bank lebih seamless.
Ternyata, paylater yang paling murah adalah yang paling sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan pengguna — bukan semata-mata yang bunganya paling rendah di atas kertas.
Tips Hemat Menggunakan Paylater di 2026
- Selalu cek total cicilan vs harga tunai sebelum checkout
- Manfaatkan promo bunga 0% yang sering ditawarkan di awal bulan
- Bayar tepat waktu untuk menghindari denda keterlambatan
- Jangan gunakan paylater untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak
- Bandingkan APR (Annual Percentage Rate), bukan hanya bunga per bulan
Kesimpulan
Dalam perbandingan paylater bank vs fintech terbaru 2026, paylater bank unggul dari sisi bunga dan keamanan regulasi, sementara paylater fintech lebih fleksibel dan mudah diakses. Keduanya memiliki tempat masing-masing tergantung pada kebutuhan pengguna.
Sebelum memilih, selalu bandingkan APR, cek legalitas platform di OJK, dan pastikan kemampuan bayar agar cicilan tidak menjadi beban keuangan. Untuk panduan lebih lanjut seputar keuangan digital, literasi cicilan, dan tips mengelola utang produktif, jangan lewatkan artikel-artikel terbaru lainnya di sini.