Beranda » Ekonomi » Pembiayaan Anjak Piutang: Cara Mendapatkannya untuk Bisnis 2026

Pembiayaan Anjak Piutang: Cara Mendapatkannya untuk Bisnis 2026

Pembiayaan anjak piutang menjadi salah satu solusi pendanaan bisnis yang semakin populer di Indonesia per 2026. Skema factoring ini memungkinkan pelaku usaha mencairkan dana dari tagihan atau invoice yang belum jatuh tempo. Dengan kata lain, piutang dagang bisa langsung dikonversi menjadi uang tunai tanpa harus menunggu berminggu-minggu. Lantas, bagaimana cara mendapatkan fasilitas ini dan apa saja syaratnya?

Di tengah tantangan arus kas yang kerap menghambat pertumbuhan UMKM hingga korporasi, anjak piutang hadir sebagai alternatif selain kredit bank konvensional. Faktanya, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri pembiayaan anjak piutang di Indonesia meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga awal 2026. Tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku bisnis yang melirik factoring sebagai instrumen keuangan strategis.

Apa Itu Pembiayaan Anjak Piutang (Factoring)?

Anjak piutang atau factoring adalah skema pembiayaan di mana perusahaan menjual piutang dagangnya kepada pihak ketiga, yaitu perusahaan anjak piutang (factor). Selain itu, pihak factor akan membayar sejumlah persentase tertentu dari nilai invoice secara langsung.

Biasanya, pencairan dana berkisar antara 70% hingga 90% dari total nilai faktur. Sisa pembayaran akan diberikan setelah debitur melunasi tagihan, dikurangi biaya jasa atau discount fee.

Nah, perbedaan mendasar antara factoring dan pinjaman bank terletak pada jaminannya. Dalam anjak piutang, yang menjadi dasar pembiayaan adalah piutang usaha itu sendiri, bukan aset fisik seperti tanah atau bangunan.

Jenis-Jenis Anjak Piutang yang Tersedia

Sebelum mengajukan pembiayaan, penting untuk memahami jenis-jenis factoring berikut:

  • Recourse Factoring — Risiko gagal bayar tetap ditanggung oleh penjual piutang. Jenis ini memiliki biaya lebih rendah.
  • Non-Recourse Factoring — Risiko gagal bayar sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan factor. Biayanya lebih tinggi karena risiko yang dialihkan.
  • Invoice Discounting — Mirip factoring, namun pengelolaan penagihan tetap dilakukan sendiri oleh pemilik piutang.
  • Maturity Factoring — Dana baru dicairkan saat invoice jatuh tempo, bukan di awal.
  • Bulk Factoring — Seluruh piutang dijual sekaligus dalam satu paket kepada factor.
Baca Juga :  Polis Asuransi Jiwa: Panduan Lengkap Keluarga Muda 2026

Jadi, pemilihan jenis factoring harus disesuaikan dengan kebutuhan arus kas dan tingkat risiko yang siap ditanggung.

Syarat dan Dokumen untuk Mengajukan Pembiayaan Anjak Piutang 2026

Setiap perusahaan factor memiliki kriteria yang sedikit berbeda. Namun, secara umum terdapat persyaratan standar yang perlu disiapkan. Berikut daftar dokumen dan syarat yang biasanya diminta per 2026:

  1. Legalitas usaha lengkap (NIB, NPWP, akta pendirian, dan perubahannya)
  2. Laporan keuangan perusahaan minimal 2 tahun terakhir
  3. Daftar piutang dagang atau aging schedule yang terperinci
  4. Salinan invoice atau faktur yang akan di-factoring-kan
  5. Kontrak kerja sama dengan debitur (pembeli atau klien)
  6. Profil perusahaan dan rekam jejak bisnis
  7. Rekening koran 6 bulan terakhir

Selain dokumen di atas, perusahaan factor juga akan melakukan due diligence terhadap kualitas piutang. Ternyata, faktor penentu utama bukan hanya kredibilitas penjual piutang, tetapi juga reputasi dan kemampuan bayar dari debitur.

Kriteria Piutang yang Layak Di-Factoring-kan

Tidak semua jenis piutang bisa diterima oleh perusahaan factor. Berikut kriteria piutang yang umumnya memenuhi syarat:

  • Piutang berasal dari transaksi jual beli barang atau jasa yang sah
  • Invoice memiliki jatuh tempo maksimal 90–180 hari
  • Debitur memiliki rekam jejak pembayaran yang baik
  • Tidak ada sengketa atau dispute atas piutang tersebut
  • Piutang belum dijaminkan ke pihak lain

Langkah-Langkah Mendapatkan Fasilitas Factoring

Proses pengajuan pembiayaan anjak piutang sebenarnya tidak serumit kredit bank. Berikut tahapan yang perlu dilalui:

  1. Riset dan pilih perusahaan factor — Bandingkan beberapa penyedia layanan factoring, baik dari perusahaan pembiayaan konvensional, bank, maupun fintech terdaftar OJK.
  2. Konsultasi awal — Hubungi pihak factor untuk mendiskusikan kebutuhan dan kelayakan piutang.
  3. Pengajuan dan submisi dokumen — Siapkan semua dokumen yang diminta lalu ajukan secara resmi.
  4. Proses verifikasi dan due diligence — Perusahaan factor akan menganalisis kualitas piutang dan profil debitur.
  5. Penawaran dan negosiasi — Jika disetujui, factor akan memberikan penawaran mencakup persentase pencairan, biaya jasa, dan ketentuan lainnya.
  6. Penandatanganan perjanjian — Setelah kesepakatan tercapai, kedua belah pihak menandatangani kontrak kerja sama.
  7. Pencairan dana — Dana langsung ditransfer sesuai persentase yang disepakati, biasanya dalam 1–3 hari kerja.
Baca Juga :  Aplikasi Penghasil Uang 2026 Tanpa Deposit ke DANA

Bahkan, beberapa platform fintech factoring terbaru 2026 sudah menawarkan proses digital end-to-end yang bisa diselesaikan dalam hitungan jam.

Perbandingan Biaya Anjak Piutang vs Kredit Bank 2026

Salah satu pertimbangan utama sebelum memilih factoring adalah biaya yang harus dikeluarkan. Berikut perbandingan umum antara pembiayaan anjak piutang dan kredit modal kerja bank update 2026:

AspekAnjak Piutang (Factoring)Kredit Modal Kerja Bank
Biaya/Bunga1,5% – 4% per invoice8% – 14% per tahun
JaminanPiutang dagang (invoice)Aset fisik (tanah, bangunan, kendaraan)
Proses Pencairan1–7 hari kerja2–8 minggu
Persyaratan AdministrasiRelatif ringanCukup berat dan birokratis
Cocok UntukBisnis dengan banyak piutang dan butuh kas cepatBisnis dengan aset fisik dan butuh dana jangka panjang
Risiko UtamaBiaya per transaksi bisa tinggi jika volume kecilAset jaminan bisa disita jika gagal bayar

Dari tabel di atas, terlihat bahwa factoring menawarkan kecepatan dan fleksibilitas yang lebih tinggi. Namun, biaya per transaksi perlu diperhitungkan secara cermat agar tetap menguntungkan.

Keuntungan dan Risiko Menggunakan Anjak Piutang

Seperti instrumen keuangan lainnya, factoring memiliki sisi positif dan tantangan yang perlu dipertimbangkan secara matang.

Keuntungan Factoring untuk Bisnis

  • Arus kas lebih lancar — Tidak perlu menunggu jatuh tempo invoice untuk mendapatkan dana segar.
  • Tanpa agunan fisik — Piutang dagang yang menjadi jaminan, sehingga aset tetap tidak terikat.
  • Proses lebih cepat — Pencairan bisa dilakukan dalam hitungan hari, bahkan jam melalui platform digital.
  • Fokus pada operasional — Penagihan bisa dialihkan ke perusahaan factor, terutama pada full-service factoring.
  • Tidak menambah utang di neraca — Factoring dicatat sebagai penjualan piutang, bukan pinjaman.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • Biaya relatif tinggi — Discount fee factoring bisa lebih mahal dibanding bunga kredit bank konvensional jika dihitung setahun penuh.
  • Ketergantungan — Penggunaan terus-menerus tanpa perbaikan manajemen piutang bisa menciptakan ketergantungan.
  • Reputasi — Beberapa debitur mungkin memandang negatif jika mengetahui piutangnya dialihkan ke pihak ketiga.
  • Seleksi ketat — Piutang dari debitur dengan kredibilitas rendah kemungkinan besar akan ditolak.
Baca Juga :  Beli CapCut Pro Murah 2026: Resmi & Aman di Lilpay.id

Tips Memilih Perusahaan Factor Terpercaya di 2026

Memilih mitra factoring yang tepat sangat menentukan keberhasilan skema pembiayaan ini. Berikut beberapa tips penting yang bisa dijadikan panduan:

  • Pastikan terdaftar dan diawasi OJK — Ini syarat mutlak. Perusahaan pembiayaan anjak piutang wajib memiliki izin usaha dari OJK sesuai regulasi terbaru 2026.
  • Bandingkan biaya jasa — Minta penawaran dari minimal 2–3 penyedia, lalu bandingkan discount fee, biaya administrasi, dan biaya tersembunyi lainnya.
  • Periksa reputasi dan track record — Cari ulasan dari klien sebelumnya atau minta referensi langsung.
  • Perhatikan fleksibilitas kontrak — Hindari kontrak yang terlalu mengikat atau memiliki penalti tinggi untuk pembatalan.
  • Evaluasi layanan tambahan — Beberapa factor menyediakan jasa penagihan, analisis kredit debitur, dan pelaporan real-time yang sangat membantu.

Selain perusahaan pembiayaan konvensional, saat ini juga sudah banyak platform fintech anjak piutang yang menawarkan proses digital. Beberapa di antaranya bahkan terintegrasi dengan sistem akuntansi dan ERP perusahaan.

Regulasi Anjak Piutang di Indonesia Terbaru 2026

Pemerintah melalui OJK terus memperbarui regulasi terkait industri pembiayaan, termasuk anjak piutang. Per 2026, beberapa ketentuan penting yang berlaku antara lain:

  • Perusahaan factoring wajib memenuhi rasio kecukupan modal (gearing ratio) sesuai ketentuan OJK.
  • Perlindungan data nasabah diperketat sejalan dengan implementasi UU Perlindungan Data Pribadi.
  • Fintech factoring wajib terdaftar di OJK dan memenuhi standar tata kelola serta manajemen risiko.
  • Transparansi biaya menjadi kewajiban — seluruh komponen biaya harus diinformasikan secara jelas di awal.

Dengan regulasi yang semakin matang, ekosistem pembiayaan anjak piutang di Indonesia menjadi lebih aman dan terpercaya bagi pelaku usaha.

Kesimpulan

Pembiayaan anjak piutang merupakan solusi pendanaan yang efektif untuk menjaga kelancaran arus kas bisnis, terutama bagi perusahaan yang memiliki banyak piutang dagang dengan tenor pembayaran panjang. Proses pengajuannya relatif lebih cepat dan sederhana dibandingkan kredit bank konvensional.

Kunci keberhasilan dalam memanfaatkan skema factoring terletak pada pemilihan jenis yang tepat, persiapan dokumen yang lengkap, dan pemilihan mitra factor yang terpercaya. Pastikan untuk selalu memilih perusahaan yang terdaftar dan diawasi OJK agar transaksi berjalan aman.

Jika bisnis saat ini menghadapi kendala arus kas akibat piutang yang menumpuk, inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan anjak piutang sebagai strategi keuangan terbaru 2026. Mulailah dengan berkonsultasi ke perusahaan factor terdekat atau menjelajahi platform fintech factoring yang tersedia secara daring.