Beranda » Ekonomi » Prediksi Harga Emas 2026: Waktu Terbaik Jual atau Beli?

Prediksi Harga Emas 2026: Waktu Terbaik Jual atau Beli?

Prediksi harga emas 2026 menjadi sorotan utama para investor logam mulia sepanjang awal tahun ini. Harga emas dunia yang meroket hingga 67% sepanjang 2025 membuat banyak pihak bertanya: apakah tren bullish ini akan berlanjut, dan kapan waktu terbaik untuk menjual atau membeli emas? Sejumlah lembaga keuangan global seperti J.P. Morgan, Goldman Sachs, hingga Deutsche Bank telah merilis proyeksi terbaru 2026 yang menunjukkan sinyal kuat bahwa logam mulia masih menjadi aset primadona.

Faktanya, harga emas Antam per Februari 2026 sudah bergerak di kisaran Rp2,86 juta hingga Rp2,94 juta per gram. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian geopolitik global, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, hingga aksi borong bank sentral dunia. Memahami arah pergerakan harga emas menjadi kunci penting bagi siapa saja yang ingin mengambil keputusan investasi logam mulia secara tepat.

Prediksi Harga Emas 2026 dari Lembaga Keuangan Global

Berbagai bank investasi terkemuka telah merilis proyeksi harga emas untuk 2026. Secara umum, mayoritas analis mempertahankan pandangan bullish terhadap logam mulia ini. Berikut rangkuman prediksi dari lembaga-lembaga besar dunia.

Lembaga KeuanganPrediksi Harga Emas 2026 (per Ons)Keterangan
J.P. Morgan$5.055 – $6.300Target dinaikkan ke $6.300 pada akhir 2026
Goldman Sachs$4.900 – $5.400Revisi naik ke $5.400 per akhir 2026
Deutsche Bank$3.700 (rata-rata)Naik dari proyeksi sebelumnya $2.900
HSBC$5.000Target semester I-2026
Bank of America$5.000Waspadai koreksi setelah reli tajam 2025
Macquarie$4.323 (rata-rata)Revisi naik dari $4.225
Baca Juga :  Software ERP Cloud Murah 2026: Solusi Retail & Grosir Terbaik

Dari tabel di atas terlihat bahwa hampir semua lembaga besar memproyeksikan harga emas dunia berada di atas $4.000 per ons sepanjang 2026. Bahkan, J.P. Morgan memberikan skenario optimistis hingga $8.000–$8.500 per ons jika alokasi investasi ke emas meningkat signifikan.

Faktor Utama yang Menggerakkan Harga Emas di 2026

Mengapa para analis begitu optimis terhadap prospek emas tahun ini? Setidaknya ada lima faktor utama yang menjadi penggerak harga logam mulia sepanjang 2026.

1. Kebijakan Suku Bunga The Fed

Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS pada semester II-2026 menjadi katalis utama. Ketika suku bunga turun, daya tarik emas meningkat karena biaya peluang (opportunity cost) menyimpan emas menjadi lebih kecil. Selain itu, suku bunga rendah cenderung melemahkan dolar AS, yang secara historis mendorong harga emas naik.

2. Ketidakpastian Geopolitik Global

Eskalasi konflik di berbagai kawasan, ketegangan perdagangan, serta kebijakan tarif yang belum stabil terus mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Investor global cenderung mengalihkan dana ke logam mulia saat situasi geopolitik memanas.

3. Aksi Borong Bank Sentral Dunia

Sejumlah bank sentral, terutama dari negara-negara berkembang, terus meningkatkan cadangan emas mereka. Langkah ini merupakan strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Permintaan dari bank sentral menjadi fondasi kuat yang menahan harga emas dari koreksi terlalu dalam.

4. Kekhawatiran Inflasi dan Perlambatan Ekonomi

Dampak kebijakan tarif terhadap daya beli konsumen semakin terasa. CIBC memperingatkan bahwa ekonomi AS belum sepenuhnya mencerminkan efek negatif tarif yang telah diterapkan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan stagflasi, di mana inflasi tinggi beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

5. Aliran Dana ke ETF Emas

Investor institusional maupun ritel terus menambah eksposur ke emas melalui Exchange-Traded Fund (ETF). Goldman Sachs mencatat bahwa pembeli diversifikasi swasta yang sudah masuk pasar kemungkinan besar tidak akan melikuidasi posisi mereka di 2026, sehingga memberikan dukungan harga yang berkelanjutan.

Pergerakan Harga Emas Antam Terbaru 2026

Bagi investor domestik, pergerakan harga emas Antam menjadi acuan utama. Sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, harga emas Antam menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Berikut ringkasan pergerakan harganya.

Baca Juga :  Apply Kartu Kredit Tanpa Slip Gaji 2026: Cara & Trik Limit Besar
PeriodeHarga per GramPerubahan
7 Januari 2026Rp2.584.000Naik Rp35.000
16 Januari 2026Rp2.669.000Turun Rp6.000
28 Januari 2026Rp2.968.000Naik Rp52.000 (rekor baru)
31 Januari 2026Rp2.860.000Turun Rp260.000 (koreksi tajam)
11 Februari 2026Rp2.947.000Turun Rp7.000

Data di atas menunjukkan pola fluktuasi yang dinamis. Harga emas Antam sempat menyentuh rekor Rp2.968.000 per gram pada 28 Januari 2026, sebelum mengalami koreksi tajam di akhir bulan. Namun, tren keseluruhan masih mengarah naik. Berdasarkan proyeksi Bareksa, harga emas Antam berpotensi menembus Rp2,9 juta per gram secara konsisten jika harga emas dunia dan nilai tukar rupiah bergerak sesuai proyeksi.

Waktu Terbaik Jual atau Beli Emas di 2026

Pertanyaan paling krusial bagi investor logam mulia: kapan sebaiknya membeli dan kapan sebaiknya menjual? Berikut beberapa panduan strategis berdasarkan analisis pasar terbaru 2026.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?

  • Saat koreksi harga 5–10% dari level tertinggi. Pola historis menunjukkan bahwa setelah reli tajam, emas cenderung mengalami koreksi jangka pendek. Momen ini menjadi peluang beli yang menarik.
  • Awal pekan atau awal bulan. Secara historis, harga emas cenderung lebih rendah di awal pekan sebelum menguat menjelang akhir pekan.
  • Saat pengumuman data ekonomi negatif. Data pertumbuhan ekonomi yang mengecewakan biasanya mendorong ekspektasi pemotongan suku bunga, yang berdampak positif bagi harga emas.
  • Sebelum pengumuman pemangkasan suku bunga. Semester II-2026 diproyeksikan sebagai periode potensial pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga membeli sebelum momentum ini bisa menghasilkan keuntungan.

Kapan Waktu Terbaik Menjual Emas?

  • Saat harga mendekati level psikologis baru. Jika harga emas dunia mendekati $5.000–$6.000 per ons, pertimbangkan untuk mengambil sebagian keuntungan.
  • Ketika sentimen pasar terlalu euforia. Lonjakan harga yang terlalu cepat dalam waktu singkat biasanya diikuti koreksi. Jual sebagian posisi untuk mengamankan profit.
  • Hindari menjual dalam jangka pendek. Investasi emas kurang dari 6 bulan berisiko merugi akibat spread (selisih harga jual dan beli) yang cukup besar, terutama untuk emas fisik.

Strategi Investasi Emas Terbaik per 2026

Menentukan waktu sempurna untuk masuk atau keluar pasar emas memang hampir mustahil. Namun, beberapa strategi berikut terbukti efektif untuk memaksimalkan keuntungan investasi logam mulia.

  1. Dollar Cost Averaging (DCA). Beli emas secara rutin dalam nominal yang sama setiap bulan, tanpa terlalu memikirkan fluktuasi harga. Strategi ini meratakan biaya pembelian sehingga mengurangi risiko membeli di harga puncak.
  2. Diversifikasi jenis emas. Kombinasikan antara emas fisik (batangan Antam) untuk jangka panjang dan emas digital untuk fleksibilitas jual-beli cepat. Emas digital memiliki spread lebih rendah dan bisa dibeli mulai dari Rp5.000.
  3. Alokasi proporsional. Idealnya, porsi emas dalam portofolio investasi berkisar antara 5–15% dari total aset. Jangan mengalokasikan seluruh dana ke satu instrumen saja.
  4. Manfaatkan fitur notifikasi harga. Banyak aplikasi jual beli emas seperti Treasury, Pegadaian Digital, hingga Tokopedia Emas menyediakan fitur price alert. Atur target harga beli dan jual untuk mengambil keputusan lebih tepat.
  5. Pantau data ekonomi global. Perhatikan jadwal rapat The Fed, data inflasi AS, dan perkembangan geopolitik. Faktor-faktor ini secara langsung memengaruhi pergerakan harga emas dunia.
Baca Juga :  Bansos Lancar 2026: Jurus Jitu Cairkan PKH/BPNT di Agen Bank!

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun prospek emas 2026 terlihat menjanjikan, tetap ada risiko yang tidak boleh diabaikan. Berikut beberapa skenario yang bisa menekan harga emas turun.

  • Kebijakan ekonomi AS yang berhasil. Jika kebijakan pemerintah AS berhasil mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi risiko geopolitik, dolar bisa menguat dan menekan harga emas.
  • Suku bunga lebih tinggi dari ekspektasi. Jika inflasi tetap membandel dan The Fed memutuskan menahan atau bahkan menaikkan suku bunga, emas akan kehilangan daya tariknya.
  • Koreksi teknikal setelah reli berkepanjangan. Kenaikan harga emas yang sudah berlangsung sejak 2024 meningkatkan potensi profit-taking besar-besaran oleh investor institusional.
  • Penguatan rupiah. Jika rupiah menguat terhadap dolar AS, harga emas domestik bisa terkoreksi meskipun harga emas dunia naik.

Kesimpulan

Prediksi harga emas 2026 dari mayoritas lembaga keuangan global menunjukkan tren yang masih bullish, dengan target harga dunia berkisar antara $4.000 hingga $6.300 per ons. Harga emas Antam domestik diproyeksikan bergerak di kisaran Rp2,46 juta hingga Rp2,9 juta per gram, dengan potensi menembus level lebih tinggi jika momentum global mendukung.

Bagi yang ingin memulai atau menambah investasi logam mulia, strategi Dollar Cost Averaging tetap menjadi pendekatan paling aman dibandingkan menunggu timing sempurna yang mungkin tak pernah datang. Pantau terus perkembangan kebijakan suku bunga The Fed, dinamika geopolitik, dan pergerakan nilai tukar rupiah untuk mengambil keputusan jual atau beli yang lebih terukur. Terlepas dari fluktuasi jangka pendek, emas tetap menjadi instrumen pelindung nilai yang terbukti andal dalam jangka panjang.