Bantuan Sembako, atau yang dulu kita kenal sebagai BPNT, ternyata lebih fleksibel dari yang dibayangkan. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih berpikir bantuan ini cuma buat beli beras dan telur. Padahal, sejak 2020, program ini sudah bertransformasi lho!
Nah, pertanyaannya, apa saja sih yang sebenarnya bisa dibeli dengan saldo sembako di tahun 2026? Kapan jadwal pencairannya? Dan bagaimana caranya memaksimalkan bantuan Rp600 ribu yang diterima setiap tiga bulan?
Sekilas Program Sembako 2026
Program Sembako ini dulunya bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sebuah inisiatif dari Kementerian Sosial (Kemensos). Jauh sebelum itu, ada juga program Raskin (Beras untuk Masyarakat Miskin) dan Rastra (Beras Sejahtera) yang hanya memberikan beras fisik.
Singkatnya, sejak 2020, mekanismenya berubah total. Bantuan tidak lagi berupa beras, melainkan saldo elektronik yang ditransfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Saldo ini bisa dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan pangan di e-Warong atau agen resmi.
Target Penyaluran 2026
Perum Bulog menargetkan penyaluran 720 ribu ton bantuan pangan untuk 18 juta KPM di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Di tahun 2025, realisasinya sudah mencapai 707.929 ton, lho!
Anggaran perlindungan sosial tahun 2026 juga naik 8,6% menjadi Rp508,2 triliun. Tujuannya? Untuk menjaga daya beli sekitar 100 juta keluarga rentan. Mantap!
Nominal dan Jadwal Pencairan
Nominal Bantuan
Setiap KPM menerima Rp200.000 per bulan. Biasanya, pencairan dilakukan per tiga bulan sekaligus, jadi totalnya Rp600.000 per tahap.
Jadwal Pencairan 2026
Berikut perkiraan jadwal pencairan di tahun 2026, berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya:
| Tahap | Periode |
|---|---|
| Tahap 1 | Januari – Maret |
| Tahap 2 | April – Juni |
| Tahap 3 | Juli – September |
| Tahap 4 | Oktober – Desember |
Ingat ya, tanggal pasti pencairan bisa berbeda-beda di setiap daerah. Ini tergantung kesiapan administrasi dan distribusi masing-masing wilayah. Penyaluran Tahap 1 tahun 2026 sendiri sudah dimulai sejak Januari dan berlangsung hingga Maret.
Daftar Lengkap Barang yang Bisa Dibeli
Nah, ini dia bagian yang sering bikin penasaran! Saldo sembako itu TIDAK cuma untuk beras dan telur. Berikut daftar lengkap barang yang bisa dibeli:
- Sumber Karbohidrat: Beras putih, beras merah, jagung, sagu, singkong, ubi jalar, dan tepung beras.
- Sumber Protein Hewani: Telur ayam, telur bebek, daging ayam, daging sapi, ikan segar, ikan asin, dan udang.
- Sumber Protein Nabati: Tempe, tahu, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah.
- Sayuran: Bayam, kangkung, sawi, wortel, tomat, terong, labu siam, kol, dan sayuran lokal lainnya.
- Buah-buahan: Pisang, pepaya, jeruk, apel, mangga, dan buah musiman lokal.
- Kebutuhan Dapur: Minyak goreng, garam, gula pasir, dan bumbu dapur dasar.
Ada juga lho barang yang TIDAK BOLEH dibeli, seperti rokok dan produk tembakau, minuman beralkohol, pulsa dan voucher, produk non pangan, serta makanan instan kemasan.
Pemerintah sengaja memperluas jenis barang yang bisa dibeli agar KPM bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang, bukan hanya karbohidrat saja. Variasi pangan ini penting untuk mencegah stunting dan malnutrisi.
Tempat Belanja: e-Warong dan Agen Resmi
Saldo BPNT hanya bisa dibelanjakan di tempat-tempat tertentu yang sudah ditunjuk oleh pemerintah:
- e-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong): Warung atau toko kelontong yang sudah bekerja sama dengan bank penyalur dan Kemensos. Biasanya ada mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk transaksi menggunakan KKS. Lokasi e-Warong tersebar di setiap kelurahan/desa.
- Agen Bank Himbara: Agen BRILink, Agen46 (BNI), Agen Mandiri, atau agen bank lain yang ditunjuk juga bisa melayani transaksi BPNT.
- Kantor Pos: Untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang tidak terjangkau bank, penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Cara Transaksi di e-Warong:
Bawa KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) ke e-Warong terdekat. Pilih barang pangan yang dibutuhkan. Serahkan KKS kepada petugas untuk digesek di mesin EDC. Masukkan PIN jika diminta. Saldo akan terpotong sesuai nilai belanjaan. Simpan struk sebagai bukti transaksi.
Tips Memaksimalkan Saldo Bantuan
Dengan saldo Rp200.000 per bulan, KPM perlu strategi agar manfaatnya maksimal. Yuk, simak tipsnya:
- Prioritaskan Protein: Banyak KPM habiskan saldo hanya untuk beras. Padahal protein dari telur, tempe, tahu, dan ikan sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Sisihkan minimal 30% saldo untuk sumber protein.
- Beli Sayuran Lokal: Sayuran lokal seperti kangkung, bayam, dan sawi harganya lebih murah dibanding sayuran impor. Nutrisinya sama baiknya untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat keluarga.
- Jangan Belanja Sekaligus: Bagi saldo menjadi 3-4 kali belanja dalam sebulan. Ini menjaga kesegaran bahan makanan dan menghindari pemborosan karena bahan yang busuk.
- Manfaatkan Harga e-Warong: Beberapa e-Warong menawarkan harga khusus atau subsidi untuk pemegang KKS. Bandingkan harga antar e-Warong di sekitar tempat tinggal.
- Variasikan Menu: Jangan beli bahan yang sama terus-menerus. Variasi makanan memastikan keluarga mendapat nutrisi lengkap dan tidak bosan.
- Simpan KKS dengan Baik: KKS adalah satu-satunya akses untuk menggunakan bantuan. Jangan sampai hilang atau rusak. Jika bermasalah, segera lapor ke pendamping sosial atau kantor desa.
Cara Cek Status Penerima
Ada beberapa cara untuk mengecek apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima BPNT 2026:
- Via Website cekbansos.kemensos.go.id: Buka browser dan akses cekbansos.kemensos.go.id. Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan sesuai KTP. Masukkan nama lengkap persis seperti di KTP. Ketik kode captcha yang muncul. Klik “Cari Data”. Jika terdaftar, akan muncul status “YA” di kolom BPNT beserta periode pencairan.
- Via Aplikasi CekBansos: Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Google Play Store atau App Store. Daftar menggunakan NIK dan nomor Kartu Keluarga. Login dan pilih menu “Cek Bansos”. Masukkan data wilayah dan nama lengkap. Sistem akan menampilkan status bantuan yang diterima.
- Via Kantor Desa/Kelurahan: Datang langsung ke kantor desa atau kelurahan. Tanyakan kepada pendamping sosial atau petugas DTSEN. Biasanya daftar penerima juga ditempel di papan pengumuman balai desa.
- Via e-Warong atau ATM: Kunjungi e-Warong terdekat dan minta petugas cek saldo KKS. Bisa juga cek saldo melalui ATM bank penyalur dengan memasukkan KKS.
Syarat dan Kriteria Penerima
Tidak semua warga berhak menerima bantuan BPNT. Berikut syarat dan kriteria yang ditetapkan Kemensos:
Kriteria Penerima:
Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP dan KK valid. Termasuk golongan miskin atau rentan miskin berdasarkan pendataan. Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Memiliki NIK yang valid dan sesuai data Dukcapil. Belum menerima bantuan serupa dari program lain yang tumpang tindih.
Dokumen yang Diperlukan:
KTP elektronik yang masih berlaku. Kartu Keluarga (KK) terbaru. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) jika sudah memiliki.
Ketentuan Baru 2026:
Di tahun 2026, pemerintah menerapkan kebijakan evaluasi ketat bagi KPM yang sudah menerima bantuan selama 5 tahun berturut-turut. Jika dinilai sudah mampu secara ekonomi, status kepesertaan bisa dihentikan dan diganti keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Tapi, ketentuan ini tidak berlaku untuk lansia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat yang membutuhkan perlindungan jangka panjang.
Cara Daftar Baru:
Jika merasa layak tapi belum terdaftar, ajukan usulan melalui aplikasi Cek Bansos (menu “Daftar Usulan”) atau datang ke kantor desa/kelurahan untuk diusulkan masuk DTSEN. Proses verifikasi memakan waktu 1-3 bulan.
FAQ
Masih ada pertanyaan? Yuk, simak beberapa pertanyaan yang sering diajukan:
- Apakah BPNT 2026 masih berlanjut? Ya. Pemerintah sudah menganggarkan dana perlindungan sosial untuk 2026. BPNT tetap menjadi prioritas nasional untuk ketahanan pangan dengan target 18 juta KPM.
- Berapa nominal BPNT per bulan? Setiap KPM menerima Rp200.000 per bulan. Pencairan biasanya dirapel 3 bulan sekaligus menjadi Rp600.000.
- Kenapa saldo KKS saya masih kosong? Penyaluran dilakukan bertahap (bergelombang). Jika belum masuk, kemungkinan Anda masuk gelombang berikutnya. Cek status secara berkala di cekbansos.kemensos.go.id.
- Apakah saldo bisa dicairkan tunai? Tidak. Saldo BPNT hanya bisa dibelanjakan untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau agen resmi. Tidak bisa ditarik tunai.
- Apa bedanya BPNT dengan bantuan beras Bulog? BPNT adalah saldo elektronik Rp200.000/bulan untuk belanja pangan. Bantuan beras Bulog adalah program terpisah berupa beras 10 kg/bulan yang disalurkan langsung oleh Perum Bulog.
- Bagaimana jika KKS hilang atau rusak? Segera lapor ke pendamping sosial atau kantor desa. Ajukan penggantian KKS ke bank penyalur dengan membawa KTP dan KK asli.
- Apakah bisa belanja di sembarang warung? Tidak. Saldo BPNT hanya bisa digunakan di e-Warong atau agen resmi yang memiliki mesin EDC khusus. Warung biasa tidak bisa memproses transaksi KKS.
- Bagaimana jika nama saya tidak terdaftar padahal layak menerima? Ajukan usulan melalui aplikasi Cek Bansos (menu “Daftar Usulan”) atau minta RT/RW mengusulkan ke kelurahan untuk dimasukkan ke DTSEN.
Penutup
Program Sembako 2026 memberikan fleksibilitas lebih bagi KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan. Saldo Rp200.000 per bulan bukan hanya untuk beras dan telur, tapi bisa dibelanjakan untuk daging, ikan, sayur, buah, dan berbagai sumber protein lainnya.
Manfaatkan bantuan ini dengan bijak untuk memenuhi gizi seimbang keluarga. Pantau terus status pencairan melalui cekbansos.kemensos.go.id dan pastikan data kependudukan selalu valid agar bantuan tidak terputus.