Beranda » Berita » Sertifikasi Cloud AWS Azure Google: Panduan Lengkap 2026

Sertifikasi Cloud AWS Azure Google: Panduan Lengkap 2026

Sertifikasi cloud kini menjadi tiket emas untuk menembus industri IT global di tahun 2026. AWS, Azure, dan Google Cloud adalah tiga raksasa yang paling banyak dicari perusahaan multinasional maupun startup teknologi. Pertanyaannya: dari mana harus mulai, dan bagaimana cara mendapatkan sertifikat tersebut secara efektif?

Faktanya, laporan dari Global Knowledge 2026 menunjukkan bahwa profesional IT bersertifikat cloud mendapatkan gaji rata-rata 25–40% lebih tinggi dibandingkan rekan mereka yang belum bersertifikat. Permintaan tenaga kerja cloud terus melonjak, sementara supply-nya masih sangat terbatas. Ini adalah celah emas yang sayang untuk dilewatkan.

Apa Itu Sertifikasi Cloud dan Mengapa Penting di 2026?

Sertifikasi cloud adalah bukti resmi dari penyedia layanan cloud bahwa seseorang memiliki kompetensi teknis yang tervalidasi. Bukan sekadar ijazah tambahan — ini adalah sinyal kuat kepada recruiter bahwa kemampuan sudah diuji secara objektif.

Di era 2026, hampir semua perusahaan besar telah bermigrasi ke cloud atau sedang dalam proses migrasi. Artinya, kebutuhan akan engineer, arsitek, dan analis cloud terus membesar. Tanpa sertifikasi, peluang masuk ke posisi bergengsi semakin sempit.

  • AWS (Amazon Web Services) — pemimpin pasar global dengan 32% market share
  • Microsoft Azure — favorit perusahaan enterprise dan sektor korporat
  • Google Cloud Platform (GCP) — unggulan untuk AI, machine learning, dan big data
Baca Juga :  Jasa Titip Makanan Antar Kota: Cara Dapat Uang 2026

Jenis-Jenis Sertifikasi Cloud yang Tersedia per 2026

Setiap platform menawarkan jalur sertifikasi yang berbeda, mulai dari level pemula hingga expert. Berikut ringkasan lengkapnya:

PlatformLevelNama SertifikasiBiaya (USD)
AWSFoundationalAWS Cloud Practitioner$100
AWSAssociateSolutions Architect / Developer$150
AWSProfessionalSolutions Architect Pro$300
AzureFundamentalsAZ-900 Azure Fundamentals$165
AzureAssociateAZ-104 Azure Administrator$165
Google CloudAssociateAssociate Cloud Engineer$200
Google CloudProfessionalProfessional Cloud Architect$200

Setiap sertifikasi memiliki jalur ujian dan masa berlaku tersendiri. Umumnya, sertifikasi cloud berlaku selama 2–3 tahun sebelum perlu diperbarui melalui ujian recertification.

Cara Mendapatkan Sertifikasi Cloud AWS, Azure, dan Google

Proses mendapatkan sertifikasi cloud tidak serumit yang dibayangkan. Dengan strategi yang tepat, bahkan pemula bisa lulus dalam 60–90 hari. Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan untuk 2026:

  1. Pilih platform sesuai target karier. Jika bidang yang diminati adalah enterprise dan hybrid cloud, Azure adalah pilihan solid. Untuk startup dan global scale, AWS sangat dominan. Sementara GCP cocok untuk yang tertarik di bidang data dan AI.
  2. Mulai dari level Foundational atau Fundamentals. Jangan langsung loncat ke level Professional tanpa dasar yang kuat. AWS Cloud Practitioner atau AZ-900 adalah titik masuk yang ideal.
  3. Gunakan platform belajar resmi dan komunitas. AWS Skill Builder, Microsoft Learn, dan Google Cloud Skills Boost semuanya menyediakan materi gratis yang komprehensif per 2026.
  4. Latihan dengan practice exam. Minimal kerjakan 300–500 soal latihan sebelum ujian sesungguhnya. Platform seperti Whizlabs, Udemy, dan Tutorials Dojo menyediakan bank soal berkualitas tinggi.
  5. Daftar dan jadwalkan ujian. Ujian bisa dilakukan secara online (proctored) atau di pusat ujian terdekat. Pilih opsi yang paling nyaman.
  6. Review hasil dan ulangi jika gagal. Jika belum lulus, sebagian besar vendor memperbolehkan retake setelah masa tunggu 14–30 hari.
Baca Juga :  Sertifikasi Cloud Computing Google, AWS, Azure 2026

Platform Belajar Gratis untuk Persiapan Sertifikasi Cloud 2026

Kabar baiknya, banyak sumber belajar berkualitas yang bisa diakses tanpa biaya. Platform-platform ini sangat direkomendasikan untuk persiapan ujian sertifikasi cloud terbaru 2026:

  • AWS Skill Builder — ratusan kursus gratis langsung dari Amazon
  • Microsoft Learn — modul interaktif untuk semua jalur Azure
  • Google Cloud Skills Boost — lab hands-on gratis dengan Qwiklabs
  • YouTube — channel seperti FreeCodeCamp, TechWorld with Nana, dan Adrian Cantrill
  • Coursera dan edX — beberapa kursus bisa diaudit gratis tanpa sertifikat

Nah, yang membedakan kandidat sukses dan yang gagal bukan hanya materi belajarnya, melainkan konsistensi dan hands-on practice. Selalu praktikkan langsung di console cloud — jangan hanya baca teori.

Berapa Gaji Setelah Mendapat Sertifikasi Cloud di Indonesia 2026?

Pertanyaan ini pasti yang paling sering muncul. Berdasarkan data salary benchmark update 2026, berikut kisaran gaji per bulan untuk profesional bersertifikat cloud di Indonesia:

  • Cloud Engineer (AWS/Azure/GCP) entry level: Rp 8–15 juta per bulan
  • Cloud Solutions Architect (associate): Rp 15–25 juta per bulan
  • Senior Cloud Architect / DevOps Engineer: Rp 25–50 juta per bulan
  • Posisi remote untuk perusahaan global: USD 3.000–8.000 per bulan

Selain itu, banyak perusahaan teknologi besar di Indonesia — termasuk Tokopedia, Gojek, Bank Jago, dan perusahaan multinasional — secara aktif mencantumkan sertifikasi cloud sebagai persyaratan dalam lowongan kerja mereka di 2026.

Tips Memilih Sertifikasi Cloud yang Tepat untuk Karier IT

Bingung harus mulai dari mana? Pertimbangkan beberapa faktor kritis berikut sebelum memutuskan:

Sesuaikan dengan Industri Target

Perusahaan perbankan dan enterprise umumnya lebih banyak menggunakan Azure karena integrasinya dengan ekosistem Microsoft (Office 365, Active Directory). Sementara perusahaan teknologi dan startup global lebih condong ke AWS atau GCP.

Baca Juga :  Cek Riwayat Mobil Bekas Online: Panduan Lengkap 2026

Perhatikan Permintaan Pasar Lokal

Di Indonesia per 2026, AWS masih memimpin dalam jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia. Namun Azure tumbuh sangat pesat seiring ekspansi perusahaan multinasional dan transformasi digital sektor perbankan nasional.

Pertimbangkan Minat Teknologi

Jika bidang yang digeluti adalah machine learning dan AI generatif, Google Cloud memiliki ekosistem yang paling matang dengan Vertex AI dan BigQuery. Untuk infrastruktur dan DevOps, AWS dan Azure sama-sama sangat kuat.

Kesimpulan

Mendapatkan sertifikasi cloud dari AWS, Azure, maupun Google Cloud bukan lagi sekadar nilai tambah — ini sudah menjadi standar minimum untuk bersaing di industri IT global di tahun 2026. Dengan banyaknya sumber belajar gratis yang tersedia, tidak ada alasan untuk menunda. Pilih platform yang sesuai dengan target karier, susun jadwal belajar yang konsisten, dan mulailah dengan ujian level foundational sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Langkah pertama selalu terasa berat, tapi satu sertifikasi pertama bisa membuka pintu peluang yang jauh lebih besar. Mulai perjalanan sertifikasi cloud hari ini dan jadilah bagian dari generasi IT profesional yang paling dicari di 2026. Explore juga topik terkait seperti cara belajar DevOps untuk pemula, panduan karier di bidang cybersecurity, dan tips lulus ujian AWS Solutions Architect untuk melengkapi persiapan.