Beranda » Ekonomi » Tabungan Berjangka vs Deposito: Mana Lebih Untung 2026?

Tabungan Berjangka vs Deposito: Mana Lebih Untung 2026?

Tabungan berjangka vs deposito menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang yang ingin mengoptimalkan simpanan jangka menengah di tahun 2026. Dua produk perbankan ini sama-sama menawarkan imbal hasil lebih tinggi dari tabungan biasa, namun memiliki mekanisme, risiko, dan keuntungan yang sangat berbeda. Memilih yang tepat bisa menjadi perbedaan antara uang yang bekerja keras dan uang yang hanya “tidur”.

Nah, sebelum memutuskan produk mana yang lebih cocok, penting untuk memahami karakteristik masing-masing secara mendalam. Artikel ini mengupas tuntas perbandingan keduanya, dilengkapi data bunga terbaru 2026, sehingga bisa menjadi panduan sebelum mengambil keputusan finansial.

Apa Itu Tabungan Berjangka dan Deposito?

Sebelum membandingkan, perlu dipahami definisi dasar dari kedua produk ini.

Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka adalah produk simpanan di mana nasabah menyetorkan dana secara rutin setiap bulan dalam jumlah tetap selama jangka waktu tertentu. Sistem ini mirip dengan menabung otomatis — bank akan mendebet rekening utama setiap bulan sesuai nominal yang disepakati di awal.

  • Setoran dilakukan secara berkala (bulanan)
  • Nominal setoran tetap dan tidak bisa berubah sewaktu-waktu
  • Dana tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo
  • Cocok untuk tujuan keuangan spesifik seperti dana liburan, DP rumah, atau dana pendidikan

Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah produk simpanan di mana nasabah menempatkan sejumlah dana sekaligus dalam periode tertentu. Selama periode tersebut, dana tidak bisa dicairkan kecuali dengan konsekuensi penalti.

  • Setoran dilakukan sekali di awal (lump sum)
  • Tersedia dalam tenor 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan
  • Pencairan sebelum jatuh tempo dikenakan penalti
  • Ideal bagi yang sudah memiliki dana besar dan ingin mengoptimalkannya
Baca Juga :  Bunga Deposito Bank BRI BCA Mandiri BNI Terlengkap 2026

Perbandingan Bunga Tabungan Berjangka vs Deposito 2026

Salah satu faktor terpenting dalam membandingkan dua produk ini adalah imbal hasil atau suku bunga. Berikut gambaran umum suku bunga terbaru 2026 berdasarkan kondisi perbankan nasional:

AspekTabungan BerjangkaDeposito Berjangka
Suku Bunga (2026)3,5% – 5,5% p.a.4,5% – 7,0% p.a.
Modal AwalMulai Rp100.000/bulanMulai Rp1.000.000 – Rp10.000.000
Cara SetoranBerkala (bulanan)Sekali di awal (lump sum)
Tenor Tersedia6, 12, 24, 36 bulan1, 3, 6, 12, 24 bulan
Penalti Penarikan DiniBunga hangus / denda berlakuPenalti 0,5% – 1% dari pokok
Penjaminan LPSYa, dijamin LPSYa, dijamin LPS

Dari tabel di atas, terlihat bahwa deposito umumnya menawarkan bunga lebih tinggi. Namun, tabungan berjangka memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas karena tidak membutuhkan modal awal yang besar.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Produk

Membandingkan tabungan berjangka dan deposito tidak bisa hanya dari angka bunga semata. Perlu melihat gambaran lengkap dari sisi kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Tabungan Berjangka

  • Disiplin menabung otomatis — sistem auto-debet memaksa konsistensi
  • Modal awal sangat terjangkau, cocok untuk pemula
  • Membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini
  • Beberapa bank menawarkan fitur asuransi jiwa gratis di dalamnya

Kekurangan Tabungan Berjangka

  • Bunga relatif lebih rendah dibanding deposito
  • Tidak fleksibel — nominal setoran tidak bisa diubah di tengah jalan
  • Penalti jika telat setor atau ingin berhenti sebelum jatuh tempo

Kelebihan Deposito Berjangka

  • Bunga kompetitif, terutama untuk nominal besar
  • Fleksibilitas tenor — pilih sesuai kebutuhan jangka menengah
  • Bunga bisa diterima bulanan, kuartalan, atau di akhir periode
  • Ideal untuk parking dana sambil menunggu peluang investasi
Baca Juga :  Investasi SBN 2026 vs Deposito: Panduan Cuan Maksimal

Kekurangan Deposito Berjangka

  • Membutuhkan modal awal yang relatif lebih besar
  • Penalti pencairan dini bisa cukup signifikan
  • Tidak melatih kebiasaan menabung rutin

Mana yang Lebih Cocok untuk Simpanan Jangka Menengah?

Jawabannya bergantung pada profil dan tujuan keuangan masing-masing individu. Simak panduan berikut untuk menentukan pilihan terbaik:

Pilih Tabungan Berjangka Jika:

  1. Baru mulai menabung dan belum memiliki dana besar
  2. Ingin membangun disiplin finansial secara bertahap
  3. Memiliki tujuan spesifik seperti dana menikah, DP kendaraan, atau liburan dalam 1–3 tahun
  4. Penghasilan bulanan stabil dan ingin mengalokasikan porsi tetap untuk menabung

Pilih Deposito Jika:

  1. Sudah memiliki dana idle (menganggur) yang cukup besar
  2. Menginginkan imbal hasil lebih tinggi dalam jangka waktu tertentu
  3. Tidak membutuhkan akses dana dalam waktu dekat
  4. Ingin strategi cash management yang efisien sambil menunggu peluang investasi lain

Strategi Cerdas: Kombinasi Tabungan Berjangka dan Deposito 2026

Faktanya, tidak ada aturan yang mewajibkan memilih salah satu saja. Banyak perencana keuangan per 2026 merekomendasikan strategi kombinasi untuk mengoptimalkan simpanan jangka menengah.

Contoh strategi yang bisa diterapkan:

  • Alokasi 60:40 — 60% dana rutin ke tabungan berjangka untuk membangun kebiasaan, 40% lump sum ke deposito untuk hasil maksimal
  • Laddering deposito — pecah dana menjadi beberapa deposito dengan tenor berbeda (3, 6, 12 bulan) agar selalu ada dana yang jatuh tempo setiap kuartal
  • Gunakan tabungan berjangka sebagai “pengisi” deposito — setelah tabungan berjangka jatuh tempo, gunakan hasilnya untuk membuka deposito dengan nominal lebih besar

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan pajak bunga sebesar 20% yang berlaku untuk keduanya. Pastikan perhitungan imbal hasil sudah memperhitungkan pajak ini agar ekspektasi realistis.

Baca Juga :  CapCut Pro Murah 2026: Langsung Aktif via Lilpay.id

Kesimpulan

Perbandingan tabungan berjangka vs deposito untuk simpanan jangka menengah tidak memiliki jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Tabungan berjangka unggul dalam hal aksesibilitas dan pembentukan kebiasaan, sementara deposito menawarkan imbal hasil lebih optimal bagi yang sudah memiliki dana siap tempatkan. Update 2026 menunjukkan bahwa suku bunga deposito masih lebih kompetitif, namun tabungan berjangka tetap relevan sebagai fondasi perencanaan keuangan.

Langkah terbaik adalah mengevaluasi kondisi keuangan secara jujur, menentukan tujuan jangka menengah dengan jelas, lalu memilih — atau mengombinasikan — produk yang paling selaras dengan kebutuhan tersebut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan bersertifikat atau mengunjungi kantor bank terdekat untuk mendapatkan simulasi bunga terbaru 2026 sebelum mengambil keputusan.