Beranda » Berita » Bunga Tinggi 2026: Tabungan vs Deposito, Pilih Mana yang Untung?

Bunga Tinggi 2026: Tabungan vs Deposito, Pilih Mana yang Untung?

Bingung memilih antara tabungan bunga tinggi dan deposito untuk menyimpan uang di tahun 2026? Wajar! Soalnya, bank digital lagi gencar-gencarnya menawarkan iming-iming bunga menarik. Ada yang berani kasih bunga tabungan sampai 8% per tahun, bahkan deposito bisa tembus 9%! Jauh lebih tinggi dibanding bank konvensional yang cuma 2-3% saja.

Tapi, apakah bunga tinggi selalu jadi jaminan keuntungan maksimal? Nah, di sinilah letak dilemanya. Artikel ini akan mengupas tuntas kelebihan dan kekurangan masing-masing, plus daftar bank dengan bunga tertinggi di 2026. Tujuannya? Biar kamu bisa menentukan pilihan yang paling pas dengan kebutuhan dan profil keuanganmu.

Tabungan vs Deposito: Dilema Para Penabung

Banyak yang langsung mikir deposito pasti lebih cuan karena bunganya lebih tinggi. Faktanya, di tahun 2026 ini, persaingan bunga tabungan makin ketat. Beberapa bank digital bahkan berani kasih bunga yang setara atau bahkan lebih tinggi dari deposito bank konvensional!

Sebut saja Krom Bank, Bank Neo Commerce (BNC), dan SeaBank. Mereka lagi agresif banget menawarkan bunga tabungan yang bisa bersaing dengan deposito. Bahkan, ada produk tabungan yang memberikan bunga harian tanpa perlu mengunci dana. Enak, kan?

Sementara itu, deposito di bank BUMN seperti BRI, BCA, dan Mandiri, bunganya masih berkisar antara 2,75% sampai 3,5% per tahun. Selisihnya lumayan signifikan jika dibandingkan bank digital yang bisa nawarin 6-9%. Pertanyaannya, apakah cuma bunga yang perlu jadi pertimbangan? Tentu nggak! Ada faktor lain seperti likuiditas, keamanan, dan pajak yang wajib kamu perhitungkan.

Kelebihan dan Kekurangan: Timbang Dulu Sebelum Pilih

Setiap produk keuangan pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan tabungan bunga tinggi dan deposito. Yuk, kita bedah satu per satu!

Tabungan Bunga Tinggi

Kelebihan:

  • Dana bisa ditarik kapan saja tanpa kena penalti. Cocok banget buat dana darurat!
  • Bunga dihitung harian di beberapa bank digital. Jadi, uang nganggurmu tetap menghasilkan.
  • Minimal setoran rendah, mulai dari Rp10.000. Jadi, semua kalangan bisa mulai menabung.
  • Umumnya, nggak ada biaya admin di sebagian besar bank digital. Lumayan, kan bisa hemat?

Kekurangan:

  • Bunga bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan bank. Jadi, jangan kaget kalau tiba-tiba turun.
  • Karena mudah diakses, godaan buat narik dana jadi lebih besar. Harus kuat iman, nih!
  • Beberapa promo bunga tinggi cuma berlaku dalam periode tertentu. Jangan sampai kelewatan promonya!
Baca Juga :  Cara Cek Status Penerimaan CPNS 2026: Portal SSCASN dan Jadwal

Deposito

Kelebihan:

  • Bunga tetap selama tenor yang dipilih. Jadi, kamu bisa tahu pasti berapa keuntungan yang bakal didapat.
  • Lebih disiplin karena dana “terkunci”. Cocok buat yang susah nabung karena sering kepakai.
  • Pilihan tenor fleksibel, mulai dari 1, 3, 6, sampai 12 bulan. Tinggal pilih yang sesuai dengan tujuan keuanganmu.
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah, seperti DP rumah atau biaya pendidikan anak.

Kekurangan:

  • Dana nggak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa kena penalti. Jadi, pastikan kamu nggak butuh uangnya dalam waktu dekat.
  • Kalau dicairkan sebelum jatuh tempo, siap-siap kehilangan bunga atau kena denda. Rugi, deh!
  • Minimal setoran lebih tinggi di beberapa bank. Nggak semua orang bisa langsung buka deposito.
  • Kurang cocok untuk dana darurat karena nggak bisa diakses sewaktu-waktu.

Bank dengan Bunga Tertinggi 2026: Siapa Juaranya?

Berikut ini daftar perbandingan bunga tabungan dan deposito dari berbagai bank di tahun 2026. Catat baik-baik, ya!

BankJenis SimpananBunga (per tahun)
Krom BankTabunganHingga 8% (promo)
Bank Neo Commerce (BNC)TabunganHingga 6% (promo)
SeaBankTabunganTergantung Tiering
Bank Digital LainDepositoHingga 9% (tergantung tenor)
BRIDeposito3,25%
BCADeposito2,75%
MandiriDeposito3,5%

Penting: Suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank dan BI Rate. Jadi, selalu cek informasi terbaru di aplikasi resmi masing-masing bank sebelum memutuskan, ya!

Simulasi Keuntungan: Biar Nggak Salah Hitung

Biar lebih jelas, mari kita simulasikan keuntungan nyata dengan modal Rp100.000.000 selama 12 bulan.

Skenario 1: Tabungan Bank Digital (Bunga 6% p.a)

  • Bunga kotor per tahun: Rp100.000.000 x 6% = Rp6.000.000
  • Pajak 20%: Rp6.000.000 x 20% = Rp1.200.000
  • Bunga bersih: Rp6.000.000 – Rp1.200.000 = Rp4.800.000

Skenario 2: Deposito Bank Digital (Bunga 9% p.a)

  • Bunga kotor per tahun: Rp100.000.000 x 9% = Rp9.000.000
  • Pajak 20%: Rp9.000.000 x 20% = Rp1.800.000
  • Bunga bersih: Rp9.000.000 – Rp1.800.000 = Rp7.200.000

Skenario 3: Deposito Bank Konvensional BRI (Bunga 3,25% p.a)

  • Bunga kotor per tahun: Rp100.000.000 x 3,25% = Rp3.250.000
  • Pajak 20%: Rp3.250.000 x 20% = Rp650.000
  • Bunga bersih: Rp3.250.000 – Rp650.000 = Rp2.600.000

Kesimpulan Simulasi:

Selisih bunga bersih antara deposito bank digital (9%) dengan deposito bank konvensional (3,25%) mencapai Rp4.600.000 per tahun untuk modal Rp100 juta. Lumayan banget, kan?

Bahkan tabungan bank digital dengan bunga 6% masih menghasilkan Rp4.800.000, lebih tinggi dari deposito bank konvensional yang cuma Rp2.600.000.

Baca Juga :  Deposito Aman 2026: Jurus Jitu Lindungi Dana dari Risiko Bank!

Kapan Pilih Tabungan? Kapan Pilih Deposito? Panduan Lengkap!

Masih bingung juga mau pilih yang mana? Tenang, ini dia panduannya:

Pilih Tabungan Bunga Tinggi Jika:

  • Kamu butuh likuiditas tinggi dan dana bisa diakses sewaktu-waktu.
  • Uang tersebut adalah dana darurat yang harus siap kapan saja.
  • Kamu nggak yakin kapan akan butuh dana tersebut.
  • Ingin mulai menabung dengan nominal kecil.
  • Lebih nyaman dengan fleksibilitas tanpa komitmen tenor.

Pilih Deposito Jika:

  • Kamu punya tujuan keuangan dengan target waktu jelas seperti DP rumah atau biaya pendidikan.
  • Ingin bunga yang pasti dan nggak berubah selama tenor.
  • Butuh “kunci” agar nggak tergoda mengambil dana.
  • Punya dana nganggur yang nggak akan dipakai dalam 3 sampai 12 bulan ke depan.
  • Ingin memaksimalkan *return* dengan tenor lebih panjang.

Strategi Kombinasi:

Banyak *financial planner* menyarankan kombinasi keduanya. Simpan dana darurat di tabungan bunga tinggi (setara 3 sampai 6 bulan pengeluaran) dan sisanya di deposito untuk *return* maksimal.

Keamanan Simpanan di Bank Digital: Aman Nggak, Sih?

Ini nih, pertanyaan yang paling sering muncul: apakah aman menyimpan uang di bank digital?

Diawasi OJK:

Tenang, semua bank digital yang beroperasi di Indonesia wajib terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa cek legalitas bank di *website* resmi ojk.go.id.

Dijamin LPS:

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan nasabah dengan ketentuan: maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank dan suku bunga nggak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Per Januari 2026, tingkat bunga penjaminan LPS untuk bank umum adalah 4,25% dan untuk BPR adalah 6,75%. Jadi, kalau bunga yang kamu terima melebihi batas ini, simpananmu nggak dijamin jika bank dilikuidasi.

Tips Keamanan:

  • Pastikan bank terdaftar di OJK.
  • Cek apakah bunga yang ditawarkan masih dalam batas penjaminan LPS.
  • Jangan simpan lebih dari Rp2 miliar di satu bank. Sebar dana ke beberapa bank jika nominalnya besar.
  • Unduh aplikasi hanya dari sumber resmi (App Store atau Play Store).

Tips Jitu: Strategi Menyimpan Uang Biar Makin Cuan

Selain memilih antara tabungan dan deposito, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan biar penyimpanan uangmu makin optimal:

  1. Diversifikasi: Jangan taruh semua telur di satu keranjang. Sebar dana ke beberapa bank dan instrumen untuk meminimalkan risiko.
  2. Manfaatkan Promo: Bank digital sering menawarkan promo deposito dengan bunga lebih tinggi untuk periode tertentu atau nasabah baru. Pantau aplikasi untuk mendapatkan penawaran terbaik.
  3. Pilih Tenor Sesuai Kebutuhan: Jangan memilih tenor 12 bulan kalau kamu mungkin butuh dana dalam 6 bulan. Penalti pencairan dini bisa menggerus keuntungan.
  4. Perhatikan Pajak: Bunga tabungan dan deposito dikenakan PPh Final 20% jika saldo di atas Rp7.500.000. Perhitungkan pajak saat membandingkan *return*.
  5. Aktifkan Fitur Auto-debet: Beberapa bank digital menawarkan fitur menabung otomatis. Manfaatkan untuk membangun kebiasaan menabung konsisten.
  6. Baca Syarat dan Ketentuan: Beberapa promo bunga tinggi mensyaratkan *fresh fund* (dana baru dari luar bank), minimal saldo tertentu, atau periode promo terbatas. Pastikan kamu memenuhi syarat.
  7. Cek Biaya Tersembunyi: Meski banyak bank digital tanpa biaya admin, beberapa masih mengenakan biaya untuk layanan tertentu. Cek detail di aplikasi.
Baca Juga :  Pinjol Syariah 2026: Bebas Riba, Legal OJK, Ini Daftarnya!

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul

Masih ada pertanyaan? Cek daftar FAQ berikut ini!

Bank mana yang punya bunga tabungan tertinggi 2026?

Bank Neo Commerce (BNC) dan Krom Bank menawarkan bunga tabungan tertinggi hingga 6 sampai 8% per tahun untuk periode promo tertentu.

Apakah bunga tabungan bank digital aman?

Aman selama bank terdaftar di OJK dan bunga nggak melebihi batas penjaminan LPS. Simpanan dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

Berapa pajak bunga tabungan dan deposito?

PPh Final 20% untuk simpanan dengan saldo di atas Rp7.500.000. Pajak dipotong langsung oleh bank.

Apa bedanya tabungan bunga tinggi dan deposito?

Tabungan bisa diambil kapan saja tanpa penalti dengan bunga fleksibel. Deposito mengunci dana selama tenor tertentu dengan bunga tetap.

Apakah deposito bank digital lebih untung dari bank konvensional?

Ya, secara angka. Deposito bank digital bisa mencapai 9% per tahun, sedangkan bank konvensional hanya 2 sampai 3,5%.

Berapa minimal setoran deposito bank digital?

Mulai dari Rp100.000 di beberapa bank digital, jauh lebih rendah dari bank konvensional yang biasanya Rp8 sampai 10 juta.

Bagaimana cara buka rekening bank digital?

Unduh aplikasi dari App Store atau Play Store, siapkan eKTP, lakukan verifikasi wajah (biometrik), dan proses selesai dalam 5 sampai 10 menit.

Apa itu tingkat bunga penjaminan LPS?

Batas maksimal bunga yang dijamin LPS. Jika bunga melebihi batas ini dan bank dilikuidasi, simpanan nggak dijamin. Per 2026: bank umum 4,25% dan BPR 6,75%.

Kesimpulan: Pilihan di Tanganmu!

Tabungan bunga tinggi dan deposito punya kelebihan masing-masing. Tabungan unggul dalam fleksibilitas, sementara deposito unggul dalam kepastian bunga. Di tahun 2026, bank digital menawarkan bunga yang sangat kompetitif hingga 9% per tahun, jauh di atas bank konvensional. Selisih keuntungan bisa mencapai jutaan rupiah per tahun untuk modal Rp100 juta!

Strategi terbaik adalah kombinasi: simpan dana darurat di tabungan bunga tinggi dan maksimalkan *return* dengan deposito untuk dana yang nggak akan dipakai dalam waktu dekat.

Yang terpenting, pastikan bank yang dipilih terdaftar di OJK dan bunga nggak melebihi batas penjaminan LPS agar simpanan tetap aman. Selamat menabung!

Terakhir diperbarui: Januari 2026 | *Disclaimer:* Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi terbaru di aplikasi resmi bank.